
****
Sesampainya mereka diruangan Kharel,
Kharel langsung mendudukkan Nay di sofa, dan bertanya.
Saayangg apa aku sedang bermimpi? Apa ini nyata? 'tanya Kharel.
Nay hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
**
Sebegitu tidak percayanya, apa aku terlalu jahat kepadamu, apa selama ini kamu sangat tersiksa 'batin Nay yang menatap lekat mata Kharel. Dimata Kharel begitu jelas tampak kebahagian dan rindu yang mendalam.
Sayanggg, apa kamu uda tidak marah kepadaku? Aku sungguh tersiksa kamu yang tidak menganggap aku, aku merindukanmu sunggu merindukanmu, 'ucap Kharel yang menggemgam tangan Nay.
Nay minta maaf mas sudah membuat mas tersiksa, 'Ucap Nay yang sudah menitikkan air matanya.
Sayangg 'ucap Kharel sambil menghapus air mata Nay dan mengecup kedua mata Nay dan membawanya kepelukannya.
Aku sangat mencintai kamu sayangg, jangan perna berniat untuk meninggalkanku, 'ucap Kharel dengan nada lembut yang sudah menagis dipelukan Nay.
Aku jugu mencintai kamu mas, maaf sudah membuat mas tersiksa. 'ucap Nay.
Lalu mereka melepaskan pelukannya Kharel mengecup kening Nay dengan sayanggg.
Tiba tiba Nay berkata, *hai Daddy, kenapa Daddy menangis?* ucap Nay seperti suara anak anak.
Kharel pun tertawa dan mengelus perut Nay.
Daddy menangis karna bahagia saayangg, Mommymu sudah enggak marah lagi sama Daddy. Daddy sayang kalian, kamu baik baik disana ya sayangg jangan membuat mommymu kesusahan.'ucap Kharel dengan penuh sayang didepan perut Nay yang sudah sedikit menonjol lalu mengecupnya.
Sayangg apa kamu hari ini sibuk? 'Tanya Nay.
Apa apa sayang barusan ngomong apa sayanggg? 'ucap Kharel.
Nay mengerutkan keningnya penasaran.
Apa kamu hari ini sibuk? 'ucap Nay lagi.
Bukan bukan itu sebelum kata kata itu. 'ucap Kharel.
Sayang, 'ucap Nay.
Lagi sayangg, 'pinta Kharel
Sayang, sayang, sayang ,'ucap Nay dan mengecup pipi Kharel.
Kharel begitu bahagia entah apa yang merasuki Nay tiba tiba berubah kembali ke Nay yang ia rindukan.
Kharel memeluk Nay bahagia pelukannya begitu erat, mendengar ucapan Nay Kharel melupakan masalah dengan clientnya tadi, semua beban pikirannya seperti sudah terangkat. Yang ada hanya kebagiaan.
Sayangg, apa kamu ingin bertemu dengan anak kita? 'tanya Nay.
Tentu sayanggg, aku sangat ingin bertemu dengannya.
Selama kamu masih menjauhiku aku hanya bisa mengajaknya bicara kalo kamu sudah tidur. 'ucap Kharel jujur dengan raut wajah sendu.
Hihi jadi selama ini mas melakukan itu tanpa aku tahu? Kamu menipuku mas. 'ucap Nay.
Aku tidak menipumu sayang hanya ketika kamu tidur saja aku bisa dekat dengan mu dan anak kita.
'ucap Kharel.
Hihi ia sayangg maafkan aku, mulai sekarang kamu bebas mau bicara kapan saja dengan anak kita. 'ucap Nay.
Bener sayangg? 'tanya Kharel bahagia.
Apa mas tidak mau melihat anak kita? Ucap Nay lagi.
Mau sayangg... 'ucap Kharel.
Hmm kalo gitu ayok kita kerumah sakit temani aku cek kedokter kandungan. 'ajak Nay.
Kharel langsung berdiri bersamaan dengan Nay.
Kharel menggandeng tangan Nay,
Keluar dari ruangannya.
Susi... Batalkan semua jadwalku hari ini, 'ucap Kharel ketika hendak melewati meja Sekretarisnya itu yang tepat berada diluar ruangan Kharel.
Siap pak, dan ini tuan ada titipan dari nona Briella, 'ucap Susi sambil menyerahkan undangan kepada Kharel.
Kharel melirik ke arah Nay sambil mengangkat kedua bahunya.
Setelah itu Kharel membuka undungannya dan ternyata itu adalah undangan pesta pernikahan Briella.
Nay yang melihat itu merasa lega.
**
Ternyata Briella akan menikah, 'batin Nay sambil tersenyum.
Kharel kembali menggandeng tangan Nay dan membawanya turun kelantai bawah, setelah sampai dilobi mereka sudah ditunggu oleh pak Sarif didepan lobi.
Kharel membukakan pintu untuk Nay.
Dan berjalan ke arah pintu kemudi.
Pak Sarif pulang saja. 'ucap Kharel Pak Sarif mengangguk dan pamit untuk pulang.
Kharel masuk kedalam mobil dan segera mengendarai mobilnya.
Saayangg, apa kamu tidak apa apa kalo Briella akan menikah? 'tanya Nay.
Kharel yang mendengar pertanyaan Nay sedikit tertawa, membuat Nay mengerutkan keningnya merasa heran. Apa pertanyaanku lucu? 'ucap Nay dengan wajah cemberut.
Kharel menggenggam tangan Nay.
Sayanggg aku malah senang Briella akan menikah dan aku merasa biasa saja.
Aku senang Bri akan menikah dan kamu tidak akan cemburu buta lagi. Hihi 'ucap Kharel menggoda.
Isssss, 'jawab Nay.
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit, mereka sedikit menunggu,
Ketika nama Nay dipanggil.
Mereka berdua pun masuk,
Ketika hendak berjalan masuk keruang pemeriksaan Kharel merasa deg deg an begitu pun dengAn Nay.
sayangg, kok aku jadi deg deg an gini yah, 'ucap Kharel.
Hihi sebenarnya siapa sih yang Hamil, mas apa aku.
Kok jadi Mas yang jantungan, 'ucap Nay yang faktanya tak kala deg deg an juga.
Bersambung...