Married Without Love

Married Without Love
29. Kehadiaran Briella



Setelah selesai dengan aktivitas mereka dalam kamar, mereka pun keluar beriringan menuju meja makan.


Para pelayan yang melihat majikannya semakin kompak, dan mesra membuat hati para pelayan bahagia.


Silahkan Tuan nona dinikmati makan malamnya, 'ucap Bik Rosinta.


Iya bik makasih yah maaf tadi Nay enggak ikut bantuin Bibik didapur.


'ucap Nay.


Enggak apa apa nona ini kan emang sudah tugas kami para pelayan, ya sudah nona tuan silahkan dilanjutkan, saya kebelakang dulu.


'jawab bibik Rosinta.


Kharel dan Nay sudah duduk dimeja makan, seperti biasa Nay selalu melayani dan mengurus Kharel dengan baik.


Akhirnya keduanya selesai makan malam.


Nay aku ke ruang kerja dulu ya, mau cek laporan besok ada rapat dikantor. 'ucap Kharel.


Iya, nanti sebentar lagi aku antarkan kopi mu, 'ucap Nay yang sedang merapikan meja.


Kharel pun mengangguk, jangan sampe kecapean Nay. Biarkan saja pelayan membersikan meja itu. 'ucap Kharel.


Iya Khaa.. Aku ga capek kok.


Hmm uda sana biar cepat selesai urusannya..'ucap Nay.


Kharelpun pergi meninggalkan Nay menuju ruang kerjanya.


Setelah Nay selesai merapikan meja makan, Nay segera membuat kopi untuk Kharel.


Nay masuk kedalam Ruang kerja Kharel dan meletakkan kopi buatannya di depan Kharel tepat dimeja kerja Kharel.


Kopimu dan jangan sampe begadang lagi. 'ucap Nay.


Kharel yang sedang fokus bekerja hanya menganggukkan kepalanya tanpa beralih pandangan.


Yauda aku mau istrahat duluan,'ucap Nay. Lalu berlalu keluar ruangan.


****


Hari hari pun terus berjalan kini Nay hanya fokus kuliah dan menguruh rumah tangga mereka, Nay juga semakin disibukkan dengan banyaknya tugas kuliah karna sudah semester tujuh dan sudah mulai menyusun skripsinya yang kadang dibantu oleh sang suami.


Ketika di ruang kerja, Nay sibuk dengan skripsinya begitu Kharel sibuk dengan pekerjaan yang ia bawa kerumah.


Mas... Tolong bantu bentar editin penulisannya skripsiku ini dong. 'ucap Nay sambil menyodorkan laptopnya.


Kharel pun menyambut Laptop Nay dan mulai mengedit.


Kitika mereka berdua sibuk dengan skripsi Nay.


Tia tiba ponsel Kharel bergetar, terlihat ada nomor baru memanggil.


Mas... Ponselmu, ada telpon masuk itu, 'ucap Nay.


Kharel melirik ke arah ponselnya.


Hmm nomor baru, biarin saja. Ga penting! 'ucap Kharel.


Ponsel Kharel bergetar untuk kedua kalinya.


Angkat saja, kali ada yang penting, 'sanggah Nay.


Akhirnya Kharel menerima panggilan yang dari tadi masuk.


📞📞📞


Halo...


Ketika mendengar suara dari sebrang, raut wajah Kharel berubah.


Antara senang dan takut,


Begitu kalut sambil melirik ke arah Nay.


Telpon pon akhirnya selesai.


Siapa Mas..., 'tanya Nay.


Bukan siapa siapa, 'jawab Kharel.


Ya sudah aku kembali ke kamar dulu, ingat, jangan kelamaan begadangnya.


'ucap Nay.


Kharel merasakan rasa yang begitu campur aduk.


Kharel sudah tidak fokus lagi ke kerjaanya ia sibuk memikirkan bagaimana kedepannya, disisi lain ia merasa bahagia dan disisi lain dia memikirkan perasaan Nay.


****


Keesokan harinya, kharel yang sudah pagi pagi pergi meninggalkan rumah berangkat kerja.


Terlebih dahulu ia menemui seseorang untuk sarapan bersama.


****


Di resto Khusus menyiapkan breakpast.


Hai Rell... Sambil berlari memeluk erat tubuh Kekar Kharel. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rindu.


Mereka berdua terlihat bahagia.


Kamu sekarang sudah semakin berubah, 'ucap Kharel sambil melepaskan pelukan mereka.


Sepasang tadi sedang sarapan bersama, mereka sudah berbincang cukup lama.


Rel... Aku sudah sangat merindukanmu, sejak kita berpisah dulu aku kehilangan kontak mu.


Jadi untuk menghubungi mu sangat susah dan juga aku disana begitu sibuk. 'ucap Briella.


Aku juga Bri, 'jawab Kharel.


Sekarang aku akan tinggal disini lagi, karna di Swiss kontrak kerja ku sudah berakhir makanya aku kembali dan juga karna aku sudah sangat merindukanmu, 'ucap Briella.


Terus kamu akan tinggal dimana? 'tanya Kharel.


Aku belum tau, masih mau cari Apartement, 'ucap Briella.


Yaudah kamu tinggal di Apartement ku saja, 'ucap Kharel.


Ga usah, repotin kamu saja. nanti aku cari yang lain., 'ucap Briella.


Udah, enggak ada penolakan Bri... 'ucap Kharel.


Akhirnya Briella menerima tawaran Kharel.


Setelah selesai sarapan.


Mereka berdua beranjak pergi, Kharel akan mengantarkan Briella ke apartement nya.


****


Didalam mobil, sepanjang perjalanan Briella terus memandangi Kharel.


Briella merasa bahwa pria yang sedang ia pandangi begitu sempurna.


Rasanya ia ingin terus berada didekan Kharel.


Kenapa sih mandangin aku terus, 'ucap Kharel.


Kamu makin ganteng sungguh berbeda dari dulu sewaktu kita SMP.


'jawab Briella jujur.


Kamu juga Bri, sangat berbeda. Terlihat anggun dan semakin dewasa. 'ucap Kharel memuji.


Hinggal tidak terasa mereka pun sudah tiba di apartement Kharel.


Mereka berdua masuk kedalam apartement dan Kharel memberikan kunci apartementnya kepada Briella.


Hmm Bri, aku  berangkat ke kantor ya sejam lagi aku ada meeting. 'ucap Kharel.


Oh yauda Rell. 'jawab Briella sambil langsung memeluk Kharel.


Kharel merasa pelukan Briella berbeda dengan pelukan Briella, tidak sehangat pelukan Nay.


Tetapi Kharel tidak terlalu memikirkan hal itu, karna sat ini yang ia rasa sangat bahagia bisa kembali bersama Briella.


Bersambung...


Jangan lupa like dan votenya yah sayanggnya Fii.


Trimakasih