Married Without Love

Married Without Love
36. Sayang



****


Sesampainya diruang inap Nay.


Kharel masuk membuka pintu pelan dan dia melihat Nay masih belum sadar.


Kharel mendekat dan memasangkan cincin Nay kembali sambil mengecupnya.


Kharel menatap wajah Nay dengan lekat, air mata nya pun lolos begitu saja Kharel melihat wajah cantiknya rasa sesal menghantuinya.


**


Bagaimana bisa aku begitu bodoh menyianyiakan wanita sebaik dan setulus ini, cantik polos dan lemah lembut aku sunggu menyesal dan tidak akan mau lepaskanmu. Batin Kharel.


Sayang maafkan aku, aku sudah membuatmu menangis dan sakit hati. 'Ucap Kharel sambil mengecup kening dan kedua mata Nay, air mata Kharel pun mengenai wajah cantik Nay.


Nay melai menggeliat matanya mulai terbuka dan melihat sekeliling, dia merasa bingung kenapa dia ada diruangan itu bersama Kharel.


Nay yang melihat Kharel menangis merasa heran.


Kharel begitu bahagia melihat Nay sudah bangun.


Sayangg kamu sudah bangun aku hampir gila melihat kamu lemah seperti ini 'ucap Kharel sambi selalu mengecup kedua pipi mata dan kening Nay.


Nay sama sekali tidak menjawab Nay hanya diam.


Saayanng maafin mas sudah membuatmu menangis.


Lalu Kharel beralih kearah peruh Nay,


Nay yang melihat Kharel ingin menyentuh perut Nay,.


Nay langsung menghindar.


Kenapa sayang aku ingin menyapa anak kita, 'kata Kharel.


Enggak... Enggak...


Aku enggak mau kamu mengambil anakku, tanda tangani surat cerai kita, tolong izinkan aku pergi aku akan merawat anakku sendiri.


Aku mohon jangan lukai kami, 'ucap Nay.


Apa maksudmu sayangggg jangan berkata begitu, aku tidak akan membiarkan kalian pergi, ucap Kharel sambil mendekat.


Tetapi Nay terus menghindar.


Tapi aku ingin menyapa anakku yang masih diperut kamu, aku berhak atas anakku, 'ucap Kharel.


Tanpa mendengarkan perkataan Kharel, Nay menarik selimut nya hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Sayang tolong jangan perlakukan aku seperti ini. 'ucap Kharel masih dalam sesunggukan kali ini Kharel menangis dihadapan Nay. Sosok pria dingin keras dan egois, bisa menangis karna istri dan anaknya.


Pergi saja aku mau tidur, jangan dekat dekat, aku benci sama kamu, dan aku tidak mau anakku terluka 'ucap Nay.


Tolong saayang jangan bersikap seperti ini, aku sangat mencintaimu dan anak kita, mana mungkin aku melukai anakku. aku tersiksa kamu seperti ini sayanggg 'ucap Kharel.


Tetapi Nay masih malah ingin tidur.


**


Sayang, kenapa jadi berlihan.


Kenapa sudah dikeadaan seperti ini dia bersikap baik, 'batin Nay.


Kharel yang melihat Nay semakin ingin menjauh membuat hatinya bagaikan tertusuk beribu ribu duri,begitu perih.


Mitha pun sudah menemukan kamar rawat inap yang Nay tempati,


Mitha mengetok pintu ruangan Nay.


Tuk.. tukkk tukkk


Lalu Mitha masuk, Mitha melihat Nay yang menutupi dirinya dengan selimut dan Kharel yang masih mematung di samping Nay.


Maaf tuan, mengganggu, 'ucap Mitha pelan.


Kenalkan nama saya Mitha teman Nay. 'ucap Mitha.


Iya kalo begitu aku keluar dulu. 'jawab Kharel dengan raut wajah sedih.


Setelah Kharel pergi meninggalkan ruangan, Nay membuka selimutnya perlahan, lalu Mitha mendekat.


Nay pun memberikan syiarat merentangkan tangannya dan memeluk Mitha dengan erat dengan air mata yang sudah berurai di pipi cantiknya.


Apa yang terjadi Nay, gua sangat syok mendengar kamu masuk rumah sakit, 'ucap Mitha.


Nanti gue ceritakan Tha, ceritanya panjang


Yang penting lu harus bantuin gue untuk pergi dari hidup Kharel. 'ucap Nay dengan melas.


Yauda jangan terlalu banyak pikiran semua akan baik baik saja, 'ucap Mitha.


Tha, gue sekarang akan menjadi seorang ibu...


Gua sangat bahagia, gue akan merawatnya dengan baik. 'ucap Nay sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Apa Nay, wahhh gue bakal punya ponakan...


Selamat ya Nay, inget jangan terlalu stres biar baby nya sehat terus, 'ucap Mitha.


Tha... Tolong bantu gue, gue ingin pergi dari rumah itu izinkan gue tinggal dengan mu.


Tanpa mereka berdua ketahui, Kharel Mendengarkan semuanya.


**


Tidak akan ku biarkan kamu pergi dariku Nay, dengan cara apa pun itu sekalipun dengan memaksamu Nay. 'batin Kharel.


Nay dan Mitha terus saja berbincang, akhirnya dokter pun datang memeriksa keadaan Nay, dan Nay sudah diperbolehkan pulang karna keadaan Nay sudah stabil hanya membutuhkan istrahat yang cukup.


Kharel sudah mengurus semuanya dan segera membawa Nay pulang.


Kharel sudah mengurus segalanya, menyewa pengawal dan mengawasi Nay.


Nay tidak menolak untuk pulang kerumah Kharel karna dia tau dalam keadaannya yang masih lemah.


Nay berencana akan mencari pekerjaan, setelah mempunyai tabungan Nay akan pergi dari kehidupan Kharel.


Sedangkan dilain tempat, disalah satu negara.


Orang tua Kharel begitu heboh setelah mendengar kabar bahwa menantunya mengandung.


Mereka sibuk menghubungi Nay hingga Nay merasa terganggu,


Karna mereka tidak bisa pulang disebabkan oma Renata yang masih kurang sehat.


Bersambung....