Married Without Love

Married Without Love
44. I Love You Anak Daddy



****


Nay juga tidak mengetahui semetiap malam Kharel selalu diam diam menarik Nay kepelukanya dab sering mengajak baby yang masih perut di Nay berbicara.


****


Setelah sudah rapi Nay keluar dari kamar mereka, Nay yang memakai dress mini selutut terlihat sangat begitu cantik.


Nay menuju dapur untuk minum susu hamilnya.


Pelayan yang melihat Nay mendekat.


Sini nona biar saya yang buatin susunya. 'ucap pelayan.


Enggak apa apa bik, biar saya saja. 'ucap Nay rama.


Nona mau kemana? 'tanya pelayan.


Aku mau pergi ke dokter kandungan setelah itu pergi kuliah bik, 'ucap Nay.


Tuan apa tidak ikut nona? Pasti tuan ingin sekali melihat baby nya, 'ucap Pelayan.


Mas sibuk bik.. 'ucap Nay. Sejujunya Nay sudah begitu merindukan Kharel tak bisa Dipungkiri Sejak Nay hamil ingin rasanya selalu berada didekat Kharel. Tetapi ego Nay lebih besar masih saja menghindari Kharel, meskipun Kharel tak perna berhenti mendekatinya.


Saya rasa tuan tidak akan menolak, sebaiknya nona cepat selesaikan masalah nona dengan tuan, jangan dibiarkan berlarut larut.


Tuan selalu nanyain nona ke saya, dan selalu memperhatikan nona selama nona ngidam macam macam, tuan yang selalu mencarikan apa yang diingkan nona, bukan kami para pelayan. Maaf nona kalo saya sudah lancang tapi itu yang sebenarnya, 'ucap pelayan.


Hmm iya bik, kalo begitu Nay berangkat dulu ya. 'ucap Nay.


Ia non hati hati. 'ucap pelayan.


Nay disepanjang jalan memikirkan perkataan pelayannya.


**


Apa benar Kharel yang selama ini berjuang memenuhi kemauan ku yang suka aneh aneh? 'batin Nay.


Pak... apa selama ini pak Sarif selalu memberitahu suami saya kemana saja saya pergi? 'tanya Nay kepada sopir pribadinya.


Iya nona, tuan selalu menelpon saya dan meminta saya untuk selalu menemani anda kemana pun anda pergi, 'ucap Pak Sarif.


Apa cuma itu? 'tanya Nay lagi.


Enggak nona, selama ini kalo nona meminta saya mencari apa yang nona ingin kan, tuan selalu yang selalu mencarikannya. 'jelas pak Sarif.


Ohhh iya deh pak, trimakasih.


Pak sebelum kita ke rumah sakit, kita kekantor suami saya dulu. 'pinta Nay yang dianggukan pak Sarif sebagai jawaban.


Pak Sarif pun melajukan mobilnya dengan kecepatan biasa.


Sesampainya di kantor Kharel, Nay turun dari mobilnya dan berjalan masuk.


Ketika sedang di lobi kantor semua mata tertuju kepada Nay, karna Nay yang begitu jarang datang kekantor Kharel.


Sebagian karyawan yang tidak mengetahui Nay adalah istri dari bos nya banyak yang mencari perhatian Nay.


Nay begitu cantik dengan dress yang ia gunakan dan sangat pas untuknya. Siapa pun yang melihat Nay akan kagum, aura kecantikan Nay semakin terpancar semenjak ia hamil.


Sebagian Karyawan laki laki mendekatinya menawarkan bantuan.


Kharel yang baru saja tiba dikantor karna tadi pagi pagi ada pertemuan dengan clientnya diluar kantor, Kharel terkejut melihat Nay yang sudah ada didepannya dengan beberapa karywan yang sedang berusaha mencari perhatian Nay.


Sayanggg... 'panggil Kharel


dan seketika karyawan yang sudah dari tadi mendekati Nay tiba tiba menjauh, mereka terkejut dan sangat takut.


Apa yang kalian lakukan disini, apa kalian mau menggoda istri ku Hah?


'ucap Kharel agak keras.


Mereka yang mendengar bosnya berkata bahwa Nay adalah istrinya langsung lemas, mereka menyesal sudah berani mendekati istri bos besar mereka.


Maaf pak, kami tidak tau kalo nona ini adalah Istri anda. 'jawab salah satu dari mereka.


Ya sudah kalian kembali bekerja, 'ucap Sam.


Sam sengaja segera menyuruh para karyawan itu untuk segera bubar karna takut Kharel mempersulit mereka karna sudah tericup aura amarah.


****


Kharel memeluk Nay seperti sudah lama tidak melihat Nay, Kharel tidak peduli dengan karyawannya yang sudah melihat.


Kharel memang sengaja memeluk Nay untuk menenangkan diri karna tadi ada sedikit masalah dengan cliengnya.


Sebenarnya Nay ingin melepaskan pelukan Kharel, Tapi Kharel membisik. *sebentar saja sayang, biarkan seperti ini*


Ucap Kharel lemah.


Nay yang melirik Sam memberikan kode seperti bertanya apa yang sedang terjadi.


Tapi Sam hanya mengisyaratkan supaya Nay membiarkannya sebentar.


****


Apa akan selalu seperti ini? Semua orang melihat kita, 'ucap Nay yang masih dipelukan Kharel.


Kharel melepaskan pelukannya, dan melihat kearah karyawan yang melihat mereka.


Sam pun dengan sigap menyuruh karyawannya untuk kembali bekerja.


Ayok kita keruanganmu, apa kamu tega melihat aku berdiri terus seperti ini? 'ucap Nay.


Kharel langsung sadar sejak tadi Kharel merasa tidak percaya, Nay tiba tiba ada dikantornya dan bersikap baik tidak sepertu biasanya yang selalu menjauh.


Sebelum Kharel mengajak Nay keruanganya, Kharel mengelus perut Nay dan mendekatkan kepalanya keperut Nay sambil berkata.


Hai Anak Daddy maafin Daddy yah uda membuat Mommy lama berdiri, i love you anak Daddy.


lalu kembali memandang Nay


dengan menggandeng tangannya dan membawa Nay berjalan ke arah lift untuk membawa Nay keruanganya.


*siapapun yang melihat adegan Kharel yang sedang berbicara dengan babynya semua merasa kagum bagaimana bisa bos yang begitu galak bisa bersikap sangat hangat*


Nay pun merasa terharu dengan apa yang dilakukan Kharel. Yang mengajak babynya bicara tanpa ada rasa malu.


Sesampainya mereka diruangan Kharel,


Kharel langsung mendudukkan Nay di sofa, dan bertanya.


Saayangg apa aku sedang bermimpi? Apa ini nyata?  'tanya Kharel


Bersambung...