
****
Dikamar
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Nay yang berada dikamar mereka, Nay sudah terlelap dengan memeluk boneka dollphinnya.
Kharel masih asyik berkutik di ruang kerjanya, ia melirik pintu ruangannya berulang kali ntah apa yang ia tunggu.
**
Kok Nay tumbenan enggak ada bikin aku kopi yah, 'batin Kharel penasaran.
Akhirnya Kharel memutuskan untuk menyudahin pekerjaannya, Kharel keluar ruang kerja dan masuk kedalam kamar mereka.
Cekklekk..
Kharel membuka hendel pintu kamar dan melihat sekitar sudah gelap hanya ada lampu tidur yang menyala.
Kharel merasa heran enggak biasanya kamar gelap kalo bukan ia sendiri yang matiin.
Kharel mendekat kearah ranjang mereka dan melihat Nay yang sudah terlelap dengan memeluk bonekanya.
Kharel mengerutkan keningnya heran. Kharel merasa aneh biasanya Nay tidur paling cepat jam 11 an, dan kini Nay tidur lebih cepat tanpa menunggu Kharel.
Kharel masuk kamar mandi, untuk mandi membersihkan diri.
Setelah selesai Kharel naik ke ranjang mereka dan membaringkan tubuhnya disana.
**
Cihhh sekarang dia melupakanku hanya karna boneka ini, sejak tadi boneka ini tidak lepas dari tangannya. Kok saingan ku boneka giniian yah, 'batin Kharel.
Kharel menarik boneka yang Nay peluk dengan sangat hati hati, niatan Kharel untuk memindahkan boneka itu dan ia akan menarik Nay kepelukannya.
Baru saja Kharel menyentuh boneka yang Nay peluk, Nay sudah berteriak kiki kiki... bonekaku hu hu hu
Nay ngigau memanggil manggil bonekanya yang sudah dikasih Nama kiki.
Kharel sontak terkejut melihat Nay berteriak.
Baru juga dipegang belum sempat dipindahin. Ehhh tapi tunggu dia masih memejamkan matanya berarti dia lagi ngigau. Boneka pake dikasih nama segalak padahal ini boneka uda punya nama sendiri boneka dollphin. 'batin Nay komplen
Entah apa yang Nay mimpikan, yang jelas dalam mimpinya ada si Kiki bonekanya.
Dengan sangat hati hati Kharel berhasil memindahkan boneka Nay di belakang badannya.
Lalu Kharel menarik Nay pelan kepelukannya dan mengecup sayang kening dan pipi Nay.
Setelah itu Kharel memejamkan matanya dan tidur masuk kealam mimpinya.
Tiba tiba Nay bangun dan menangis sesunggukan padahal masih jam 01 malam.
Nay menangis melihat si Kiki tidak ada disampingnya.
Kharel dengan reflek bangun mendengar suara tangisan Nay.
Sayanggg sayangg ada apa? 'panggil Kharel berdecak langsung duduk disamping Nay, dia panik melihat Nay yang sudah menangis sesunggukan.
Mass, Kiki hilang hikks hiks... 'ucap Nay dalam tangisnya.
Kharel menghela nafasnya lalu ia menyalakan lampu dan memberikan boneka Nay.
Ini sayangggg, enggak hilang. 'ucap Kharel lembut.
Mass!!
Sayangggg... Itu cuma boneka, hanya benda. yang kasian itu mas sayangg, kamu asyik peluk boneka itu dan enggak peduliin aku ssyanggg. 'ucap Kharel protes.
Tetapi Nay tidak mau kalah dan tidak terima Kharel mengatakan bahwa boneka itu hanya benda.
Mass enggak sayang sama kiki mas tidak tau perjuangan Nay mendapatkan ini, sampe menghabiskan uang mas kan? 'ucap Nay marah.
**
Cihh segala uang dibawak bawak, aslik bumil bikin ribet aja. Dikit dikit ngomel, kadang garang, kadang manja. Enggak ngerti udah, 'batin Kharel komentar
Sayanggg... Kalo mas enggak sayang enggak bakal mas mau repot repot ngambil ini dari box cabit boneka mending mas beli. 'jawab Kharel.
Tapi Nay tidak menjawab, Nay hanya mengusap air matanya dan tangan satu lagi memeluk kiki.
Sayangg ayok kita tidur lagi, 'ajak Kharel lembut.
Masss... Ayok anterin ke toilet mau pipis, 'pinta Nay dengan melihat Kharel penuh harap agar Kharel mau menemaninya.
**
Nah makin aneh ke toilet aja harus dianterin, padahal toilet masih dalam satu ruangan ini, 'batin Kharel
Hmm sayangg ayokk mas anterin, 'ajak Kharel.
Setelah selesai dari toilet.
Mereka kembali naik ke atas tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya.
Baru saja Kharel mulai masuk kealam mimpi, Nay sudah menguncang guncangkan tubuh Kharel.
Sayangg ayok bangun kok uda tidur aja sih... Masss...!!!'panggil Nay.
Tetapi Kharel masih diantar sadar dan di alam mimpi.
Massss... 'panggil Nay.
Iya sayangg ada apa, kenapa belum tidur. 'jawab Kharel sambil berusaha membuka matanya.
Masss Nay laper, 'jawab Nay.
mendengar Nay yang sedang lapar. Kharel dengan cepat bangun dan mengajak Nay untuk keluar menuju dapur.
Kamu duduk disini dulu sayang, biar mas bangunin pelayan. 'ucap Kharel.
Mass jangan, kasian mereka lagi istrahat. 'jawab Nay.
Hmmm, yauda.... Kalo gitu sayang mau makan apa? Biar mas masakin, 'ucap Kharel.
Mass... Nay mau pecel lele yang ada di luar, yang deket supermarket sana. 'ucap Nay.
Yauda biar mas keluar beli, kamu tunggu disini dulu. Masuk dalam kamar tungguin mas dikamar saja. 'pinta Kharel.
Enggak mau, mau ikutt...'jawab Nay.
Sayanggg jangan dong ini uda malem enggak baik untuk bumil keluar malem malem, 'jawab Kharel.
Air mata Nay keluar begitu saja. Kharel yang melihat Nay sudah menangis mata Kharel membelalak bulat dengan sempurna.
**
*Astagaaa bumil sensitif amat sih,* 'geruta Kharel
Yauda kalo gitu tunggu bentar, mas ambilin jaket kamu dulu dikamar sayanggg, uda jangan nangis lagi. 'jawab Kharel lembut yang dianggukan Nay sambil tersenyum bahagia.
Bersambungg...