Married Without Love

Married Without Love
53. Bed Rest



****


Untung saja cepat dibawa dirumah sakit kalo tidak nyawa anak anak anda akan taruhannya terlebih Nay terlambat sedikit saaja bisa mengakibatkan Nay kehilangan nyawanya.


Apalagi dengan kondisi kandungan Nay yang masih 4 bulan dan kembar,


Akan sangat rawan.


Nona Nay disaran kan untuk bed rest supaya kembali normal dan sehat. 'jelas dokter panjang lebar.


Lalu Kharel mengangguk mengerti.


**\=


Sebenarnya kejadian ketika menaiki wahana halilintar membuat Nay syok karna wahana yang sempat ia naiki mengalami malasah, hal itu membuat Nay terkejut.


Sehingga mengakibatkan guncangan yang cukup keras untuk batin Nay dan itu sangat berpengaruh terhadap janinnya, ditambah lagi Kharel yang sudah memarahinya.


Itu mengakibatkan Nay stress.


Seharusnya Kharel memeriksa keadaan mental Nay atas apa yang terjadi. Bukan malah memarahinya.


Oleh sebab itu Nay mengalami kontraksi dan untungnya Nay kuat, sehingga kandungannya juga kuat. Tidak terjadi hal yang tidak dinginkan.


**\=


Setelah beberapa jam Nay tidur, Kharel dengan setia menunggui Nay.


Nay pun sadar dan melihat sekeliling, lalu pandangan teralih ke arah jarum infus yang menempel pada tangannya.


Aku dirumah sakit,


ba.. bayii kuu, 'ucap Nay. Spontan mengelus perutnya dan ternyata masih menonjol itu membuat Nay lega.


Nay sempat berpikir hal yang tidak tidak, akibat sebelumnya Nay mengalami kontraksi yang ia rasakan sangat sakit.


Kharel yang mendengar Nay mengucapkan kata Bayi cukup keras, membuat Kharel yang tertidur disofa terbangun.


Sayanggg... Kamu sudah bangun? 'ucap Kharel sambil menghampiri Nay dan menarik kursi untuk ia duduki.


Nay mengangguk dan berucap lembut.


Masss maafin Nay.... karna ego Nay hampir saja membunuh anak anak kita.


emmm... Enggak sayangg, mas juga minta maaf sudah tidak memperdulikan kamu, 'ucap Kharel seraya mengecup kening Nay.


****


Seminggu kemudian.


Nay sudah sehat total karna selama seminggu Nay benar benar bed rest dirumah dan meninggalkan kuliahnya selama seminggu penuh.


Pagi telah tiba, menyambut tidur Nay dan Kharel.


Kharel melirik Nay yang masih terlelap yang masih memeluknya, Nay yang masih tidur senyum senyum membuat Kharel sedikit bertanya tanya entah apa yang Nay mimpikan.


Kharel mengelus lembut pipi Nay membuat Nay terbangun.


Nay merasa geram mimpinya terpotong akibat Kharel membangunkannya.


aaaaaaa... 'ucap Nay bangun tidur.


Mimpi apa sih sayang sampai senyum senyum enggak jelas gitu., 'tanya Kharel penasaran.


Enggak ada. Yauda aku mau mandi siap siap kuliah, 'ucap Nay.


Padahal Nay habis mimpiin dia yang sedang bermain cabit boneka yang ada di taman hiburan, didalam mimpinya ia hampir saja mendapatkan bonekanya ahhh tetapi tiba tiba gagal karna Kharel membangunkannya.


Tuh kan pagi pagi uda manyun, 'ucap Kharel. Sambil mendekati Nay dan mengelus perut Nay.


Nay yang mendengar ucapan Kharel membuat Nay kesal, ia menjitak lembut rambut Kharel. Nay tak suka dikatain tukang ambekan.


Isss massss, kok ngomong gitu sih gs boleh! Terus kenapa ciumnya kiri kanan!? 'ucap Nay.


Yah biar adil sayanggg... Kan baby nya ada dua didalam. 'jawab Kharel.


Hmmm, 'jawab Nay.


Yauda katanya mau mandi, uda sana biar mas yang antar kekampus.'ucap Kharel.


Iss mas juga belom mandi, 'jawab Nay.


Kenaapa? Mau mandi bareng? 'tanya Kharel menggoda.


Enggak Mau, tapi mau digendong, Malas jalan. 'pinta Nay manja.


Sayangg ibu hamil enggak boleh malas malasan, 'ucap Kharel.


aaaa enggak mau, 'ucap Nay sambil kembali masuk dalam selimut untuk tidur kembali.


Sayangg tadi katanya mau mandi. 'ucap Kharel.


Yahh makanya gendonggg, 'pinta Nay.


Akhirnya Kharel mengalah dan membopong mengantarkan Nay kekamar mandi.


Inget sayanggg, jangan main busa sabun bikin lama. 'perintah Kharel.


Iye, 'ucap Nay cetus.


Cihh bumil kok jutek amat sih' gerutu Kharel sambil pergi keluar kamar mandi.


****


Kharel mengantarkan Nay kekampusnya lalu Kharel kembali kekantornya.


Setelah jam makan siang Kharel mengecek ponselnya untuk melihat keberadaan Nay, posisi Nay menunjukkan kalo Nay masih berada dikampus.


Dikampus Nay dan Mitha makan bersama dikantin.


Sedangkan Kharel juga dikantor sedang istrahat karna sejam lagi ia akan ada rapat.


Setelah Nay dan Mitha selesai makan, mereka pun masuk ke dalam kelas karna waktu masuk mata kuliah akan berlangsung 10 menit lagi.


Nay dan Mitha duduk bersebelahan. Tiba tiba seorang wanita dengan sombongnya memhampiri mereka,


Wanita itu memberikan undangan acara pernikahan.


Gua sama Riel akan menikah, jadi gua harap lu berdua bisa hadir. 'ucap Santi ketus.


Wahhh mau juga ya sih Riel nikahin lu, apa lu hamil? Secara kan Riel enggak cinta tuh sama elo, 'ucap Mitha.


Ehh sorri ya Tha, lu jangan sok tau deh. 'balas Santi.


Lah gua ngomong fakta San... Gue sih kasihan saja sama elo. Dinikahi pria tanpa cinta. 'Ucap Mitha.


Santi mengepalkan tangannya sedangkan Nay hanya diam dan memberikan kode supaya Mitha menghentikan perdebatan mereka.


Kenapa lu diam aja Nay, lu sedih gua bakal nikah saama cowo yang lu cintai? 'Tanya Santi dengan raut sombongnya.


Nay menghela nafas, maaf ya Risanti gua malas berurusan sama lu, karna lu sama sekali tidak penting.


Gua sama sekali enggak sedih lu berdua bakal menikah.


Bersambung...