
Santi segera ingin pergi, tetapi lenganya di cengkram kuat oleh tangan Kharel, Kharel terlihat sangat marah mencengkram lengan Santi begitu kuat.
Kharel berusaha menahan emosi ingin rasanya ia mengbogem orang yang ingin mencelakai Nay istrinya, tapi Kharel sangat tidak bisa menghajar wanita.
Sekali lagi kamu berani menyentuh istriku, kamu dan keluargamu akan menerima akibatnya.
'ancam Kharel kepada Santi.
Santi menciut ketakutan ia segera melarikan diri setelah Kharel melepas cengkramannya.
Santi merasakan aura amarah Kharel, terlihat dari cengkraman Kharel yang begitu menyakitinya.
Kenapa kamu bisa seceroboh ini, dan kamu pergi kuliah tanpa izib dariku.
Entah apa yang akan terjadi jika aku tidak segara menahan tubuhmu supaya tidak terjadi, 'bentak Kharel kepada Nay.
Nay hanya diam matanya mulai berkaca kaca.
Kharel yang melihat Nay akan menangis segera meredamkan amarahnya.
Kharel menarik Nay kepelukannya.
Maafkan aku sayangg, aku tadi hanya panik dan khawatir, 'ucap Kharel dalam masih memeluk Nay.
Nay masih diam tidak menjawab, Nay hanya menangis dia syok sama kejadian yang baru saja terjadi, dia sangat ketakutan.
Ayok kita pulang sayang, 'ucap Kharel sambil mengenggam tangan Nay.
Tapi Nay melepas genggaman Kharel.
Pulang saja duluan, aku masih ada mata kuliah dan aku bawa mobil sendiri jadi bisa pulang sendiri. 'jawab Nay.
Kharel membelalak matanya mengetahui Nay mengendarai mobil.
Apa? Mana kunci mobilmu sini!
Kenapa kamu menyetir sendiri, apa kamu tidak memikirkan anak kita? Bisa bisanya kamu senekat ini.
'marah Kharel.
Kharel memang sangat sulit untuk menahan amarah, sangat mudah emosi. dan Kharel juga sangat tidak suka dibantah.
Biarin, aku bisa menyetir dan juga hari ini pak Sarif izin libur.
Apa salahnya aku menyetir sendiri? 'tanya Nay.
Bukan begitu sayang kamu baru saja pulih dan juga kamu baru lulus menyetir bagaimana bisa senekat ini sayanggg...
'ucap Kharel lembut.
Apa peduli mu, mending sekarang kamu pergi, Briella pasti sudah menunggu mu Jangan membuatnya Khawatir. Jangan pedulikan aku, aku bisa jaga diri sendiri. 'jawab Nay kasar sambil menepuk nepuk bahu Kharel.
Aku tidak menginginkan Briella sayangg, aku hanya menginginkan kamu dan anak kita.
Tolong jangan bersikap seperti ini, kamu bilang kamu bisa jaga diri sedangkan tadi hampir saja kamu celaka, 'ucap Kharel.
Ya sudah pergi, aku tidak membutuhkanmu. 'jawab Nay ketus.
Sayangg... Sudah dong marahnya.
Kamu yang seperti ini tidak baik untuk kandunganmu sayangg..
Ayok sini mana kunci mobilnya, biar supir yang mengambilnya, 'bujuk Kharel dengan frustasi.
Enggak perlu, aku bisa pulang sendiri nanti.
Kharel yang mendengar jawaban Nay merasa kesal.
Kamu mau kasih kunci mobilnya atau kamu aku paksa pulang?
'ucap Nay sedikit meninggi.
Nay yang merasa dibentak matanya langsung berkaca kaca.
Nay pergi begitu saja, Kharel yang ditinggal begitu saja mulai emosi, tetapi dia masih tetap berusaha menahan emosinya semua dikerahkan untuk tidak terpancing emosi.
Sayangg... 'Teriak Kharel memanggil Nay, sehingga bebera mahasiswa melihat melihat kearah Kharel yang begitu tampan.
Nay masuk kedalam ruang kelas karna masih jam istrahat dikelas hanya ada sedikit orang, Kharel terus mengikuti Nay.
Nay merogoh tas nya dan mengambil kunci mobil dan memberikannya kepada Kharel.
Nah ini kuncinya yauda pergi saja pulang. ' ucap Nay ketus.
Sayanggg uda dong ngambeknya.
Aku tungguin sampai selesai kuliah tidak ada penolakan atau aku akan menghancurkan semua isi kelas ini, 'ancam Kharel.
Kharel hendak keluar kelas terlebih dahulu ia mengecup pipi Nay.
Semua orang yang melihat sikap Kharel yang begitu romantis, Merasa iri kepada Nay.
Kharel pun menunggu Nay hingga selesai kuliah.
Nay yang melihat Kharel yang masih setia menunggu membuat Nay merasa kasihan, tetapi Nay sudah bertekat untuk tidak melunak.
****
Sedangkan orang orang yang Melihat Kharel merasa kagum.
Melihat Kharel yang begitu tampan membuat para wanita cari perhatian Kharel.
Nay yang melihat hal itu merasa panas, dia tak menyukai orang orang mendekati Kharel.
Nay keluar dari kelasnya dan menatap tajam kepada mereka yang sedang berusaha mendekati Kharel.
Nay tampak marah **dan Kharel mengetahui itu, Nay cemburu**
Nay mendekati Kharel.
Sayanggg... 'panggil Kharel agak sedikit keras, sengaja Kharel bersikap seperti itu supaya para wanita yang sejak tadi mengganggune
ya mengetahui bahwa dia sudah ada yang punya.
Kharel pun menyambut Nay dengan senyum termanisnya.
Kenapa masih disini, 'tanya Nay ketus.
Aku menunggu kamu sayanggg... 'jawab Kharel sambil memegang kedua bahu Nay, didepan orang orang.
Aku bisa pulang sendiri, kamu pulang saja. Apa kamu senang jadi pusat perhatian orang orang? 'tanya Nay.
Aku tidak peduli sama apa yang mereka lihat sayang, aku hanya ingin menunggumu. 'jawab Kharel.
Yauda, 'ucap Nay sambil kembali masuk ke kelasnya.
****
Bersambung...