
Hay semua zeyenggnya Fii...
Trimaksih sudah membacara cerita Fii, semoga dapat menghibur.
Jangan lupa kasih vote dan likenya.
Supaya Fii semangattt berkarya.
Maklum masih pemula.
Hehehe
Selamat membaca!
😊😊
****
Mereka telah sampai disuatu mall besar milik Kharel.
Kharel menggemgam tangan Nay mengajak Nay berkeliling.
Hari ini Nay dan Kharel terlihat lebih mesrah wajah mereka memancarkan kebahagiaan.
Kamu mau beli apa, aku lihat kamu tidak perna memakai ATM yang aku kasih, kenapa? 'ucap Kharel.
Karna Nay masih ada uang, kan Nay tiap bulan gajian, 'jawab Nay polos.
Hmmm iya deh, lain kali dipake dong, tiap bulan aku isi tapi kamu sama sekali tidak perna memakainya, 'ucap Kharel.
Hihihi biar aja biar isinya semakin banyak 'jawab Nay.
****
Kharel membawa Nay ke toko tas, sepatu, pakaian, dan aksesoris.
Kharel pun membelikan banyak pakaian, tas, sepatu, aksesoris untuk Nay.
Lalu setelah itu Kharel pergi ketoko perhiasan.
Kharel mengambil kalung pesanannya yang ia desain sendiri, karna beberapa hari lalu Kharel sudah memesan terlebih dahulu.
Selamat sore tuan Kharel.
Apa anda mau mengambil pesanan anda? 'ucap menager toko.
Iya pak 'jawab Kharel.
Maaf tuan karna sudah merepotkan anda, harusnya kami yang mengantarkan ketempat anda tidak perlu sampai datang mengambil sendiri, 'ucap sang manager.
Sudah pak kebetulan juga kami lagi disini, 'ucap Kharel.
Pengawai toko memberikan kepada Kharel kotak berisikan kalung yang sudah di desain Kharel sendiri.
Trimakasih, 'ucap Kharel singkat.
Nay yang melihat Kharel sedang berbincang dengan manager toko hanya diam.
Terdengar suara karyawan toko bergosip.
Cantik dan natural wanita itu, apa dia kekasih tuan Kharel.
Berungtung sekali nona itu.
Gosip beberapa karyawan toko.
Nay yang samar mendengar perkataan para karyawan toko hanya diam saja.
Lain dengan Kharel yang mendengar para karyawan bergosip.
Dia bukan kekasih ku tapi istriku, 'ucap Kharel santsi kepada karyaean toko yang baru saja bergosip.
Ohh ia maaf pak sudah lancang, 'ucap para Karyawan sambil tersenyum getir ketakutan.
Sudah! Tidak masalah, 'ucap Nay sambil merangkul tangan Nay dan membawanya keluar dari toko.
Kamu masih mau belanja? 'tanya Kharel sambil berjalan menggandeng tangan Nay.
Sekalian beli bahan membuat kue.
Hehehe aku pengen buat kue, enggak apa apa kan aku gunain dapur mu lagi.
'Ucap Nay
Ngomong apa sih Nay, dapurku dapurmu juga, rumahku rumahmu juga, uangku uangmu juga semua yang ku milik milik mu juga.' ungkap Kharel dengan bangga.
Hmm heehehe Nay hanya cengegesan.
Mereka berdua sibuk belanja bahan kue.
Berbelanja pun selesai, mereka pulang dengan menenteng beberapa paferbag dan plastik.
Mereka meletakkan belanjaan mereka di bagasi mobil.
Kharel melajukan mobilnya menembus kemacetan jalan raya sambil terus menggemgam tangan Nay.
Mas.. Fokus saja nyetir lepasin tanganku. 'ucap Nay.
Nyetir masih bisa satu tangan Nay, dan satu lagi genggam tangan mu dari pada tanganku yang satu lagi nganggur, 'jawab Kharel.
Dihh alasan, 'ucap Nay sambil tersenyum.
****
Sesampainya mereka di rumah mereka dibantu pelayan untuk merapikan barang belanjaan mereka.
Kharel dan Nay masuk kedalam kamar mereka untuk beristrahat sejenak.
Pukul 06 sore Nay sudah bangun dan bergegas mandi setelah Nay siap mandi, dia terlihat keluar dari ruang ganti.
Nay terlihat sedang menyisir rambutnya dikaca, tiba tiba Kharel mendekat seraya memasangkan kalung yang sangat cantik dileher Nay.
Kalung yang sudah di desain Kharel sendiri, kini sudah melingkah dileher Nay.
Begitu cantik dan pas.
Kalung dengan bentuk dolphin.
Mas, imut sekali kalungnya, apa ini untukku? 'tanya Nay.
Iya untukmu, kalung yang ku desain sendiri.
Terus dipakai yah Nay.... 'ucap Kharel.
Iyaa... Trimakasih Kha.. 'ucap Nay kegirangan reflek memeluk Kharel.
**Nay merasa Kharel sudah berubah, dan Nay merasa tersentuh.
Sehingga dia sebahagia itu**
Ketika Nay masih tetap memeluk Kharel, Kharel membisikkan sesuatu ditelinga Nay.
Nay... Apa kamu lagi menggoda ku?
Tanya Kharel dengan senyum yang melingkar di wajahnya.
Seketika Nay tersadar tetapi masih dengan memeluk Kharel dan Nay menongak kan kepalanya. Dan berkata.
Apa salah kalo aku memeluk suamiku tanda mengucapkan rasa trimakasih? 'jawab Nay.
Enggak dong, sering sering juga enggak apa apa kok malah aku senang, 'jawab Kharel sambil terkeke dan mengelus lebut pipi Nay yang begitu cantik tanpa riasan.
Yeee itu sih mah mau nya kamu Mas... 'ucap Nay.
Lagian kamu jarang jarang meluk duluan, biasanya kan aku yang suka meluk kamu, 'ucap Kharel.
Alasan huhhhhh, 'jawab Nay lagi.
Enggak kenapa kenapa dong, meluk kan aku meluk istriku sendiri. Emang ga boleh.
'jawab Kharel sambil mengecup lembut kening Nay.
**Dan seterusnya haahhahha mereka pun bercinta**
Bersambung...