Married Without Love

Married Without Love
46. Air Mata Kebahagiaan



****


Dokter menyuruh Nay untuk berbaring, dan suster yang membantu mengoleskan jel diperut Nay lalu mengecek kandungan Nay.


Dokter menggeser geser alat USG nya untuk melihat perkembangannya.


Kharel melihat ke arah layar bingung karna ia merasa tidak ada apa apa,


Dokter sambil menjelasakan


Bayi kalian sangat sehat dan kabar baiknya lagi anak bapak dan ibu kembar, 'ucap dokter membuat Nay dan Kharel kaget bahagia.


Apa dok kembar? Tanya Kharel dengan girang.


Nay yang mendengar hal itu sangat bahagia dan menitikkan air mata menatap kearah layar komputer.


Kharel menggenggam tangan Nay dan menghapus air mata Nay,


Sayang kok mengangis, ada apa? 'tanya Kharel.


Aku nangis karna aku sangat bahagia sayanggg, 'jawab Nay.


Kharel tersenyum dan mengecup kening Nay, sambil berkata.


*trimakasih yah sayangg sudah bersedia menjadi ibu dari anak anakku* 'ucap Kharel lembut dan membuat orang berada diruangan itu terharu.


Apa ada yang ingin kalian tanyakan. 'ucap dokter.


Dok, apa bayi kami sudah bisa menetahui anak kami perumpuan atau laki laki. 'tanya Kharel


Dokter tersenyum, belum bisa pak karna baby nya masih kecil dan masih umur 3bulan belum bisa terlihat jenis kelaminnya.


Nanti setelah berumur 6 bulan baru bisa kita ketahui. 'jelas Dokter.


Mari kita dengarkan detak jantungnya, 'ucap dokter.


Dug dug dug dug


Bunyi suara jantung baby mereka.


Kharel dan Nay sangat terharu mendengar dentuman jantung buah hati mereka, mereka merinding bahagia layaknya yang mereka dengan adalah suara yang paling istimewa.


Kedua bayi sehat dan detak jantunnya normal.


Pemeriksaan pun selesai dan dokter menyarankan suapa Nay lebih extra lagi untuk menjaga kesehatan dan asupan gizi karna didalam perutnya ada dua nyawa.


Setelah mendengar penjelasan Dokter.


Nay dan Kharel beranjak pulang mereka keluar dari rumah sakit dengan raut wajah yang begitu bahagia.


Sungguh bahagia, sesampainya diparkiran Kharel membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Nay masuk, lalu disusul Kharel duduk di kursi kemudi.


Sebelum menyalakan mobilnya, Kharel menatap Nay lekat.


Nay merasa aneh kenapa Kharel begitu serius menatapnya.


Ada apa sayanggg? 'ucap Nay.


Kharel mengecup kening Nay dengan penuh cinta, lalu kedua pipi Nay.


Kenapa sih, kok aneh? 'ucap Nay.


Kharel memegan kedua tangan Nay.


Sayangg trimakasih sudah memberikan kebahagiaan untukku, trimakasih sudah mau menjadi ibu dari anak anakku, aku sangat mencinta kalian. Ucap Kharel kembali mengecup kening Nay lalu mengelus perut Nay lalu berkata *Daddy sayang kalian*


Sayangg kok jadi terharu gitu sih??


Ini sudah kewajibanku, dan aku akan menjaga mereka sampai terlahir dengan sempurna. 'ucapp Nay sambil mencubit pipi Kharel dengan sayangg.


****


Sayangg sudah jam makan siang kita mampir dulu makan dan setelah itu aku akan antarkan kamu ke kampus, 'ucap Kharel.


Siap sayangg, 'jawab Nay.


Sayang mau makan apa? Tanya Kharel.


Aku mau makan escream, sate padang yang pedas, dan nasi goreng seafood 'ucap Nay. Nay sangat menginginkannya rasanya sangat tidak sabar sampai direstoran.


Kharel sedikit kaget mendengar pesanan Nay yang begitu banyak.


Setelah sampai di restoran Nay memesan semua pesananya terutama nasi goreng, sate dan escremnya.


Tanpa sepengetahuan Nay yang sibuk memilih milih pesananya dibuku menu,


Kharel membisikkan kepada pelayan restoran suapa memberikan sate yang tidak terlalu pedas.


Lalu Nay menambah pesanannya dan minuman yang berbagai rasa.


Kharel hanya menuruti saja, tiba makanan pesanannya pun tiba dengan sigap Nay mengucapkan doa dan langsung melahap Makanan pesanannya dengan buru buru.


Sayanggg pelan pelan saja makannya, tidak akan ada yang memintanya.


Nay hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan akhinya Nay merasa kenyanggg...


Kenyangg 'ucap Nay.


Setelah itu mereka pun meninggalkan restoran dengan Nay yang masih memegang escremnya.


Kharel hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Nay.


Sepanjang jalan Nay sibuk dengan escreamnya sambil menonton Masha and the Bear di ponselnya, Nay begitu terpingkal pingkal menonton kelucuan Masha.


Sayangg apa kamu tidak mau membagi es cream mu untukku, aku juga mau, 'ucap Kharel, Kharel sengaja meminta es cream Nay karna sudah cukup banyak Nay memakan es creamnya sejak dari restoran Nay masih meminta dibelikan dengan rasa yang beda.


Kharel yang meminta es creamnya, Nay seketika melirik ke arah Kharel dengan tatapan tidak suka karna Kharel meminta es creamnya.


Tetapi Nay tetap memberikannya kepada Kharel dengsn wajah cemberutnya.


Nay mematikan tontonannya dan menyuapi Kharel yang sedang mengemudi.


Kharel melihat wajah Nay yang cemberut sangat merasa gemas.


Ihhh gemes sekali sih sayanggg, itu cemberut segitunya.


Kok enggak iklas ngasih es creamnya? Nanti aku akan belikan lagi es cream yang banyak, 'ucap Kharel.


Nay seketika tersenyum bahagia.


Benar ya sayanggg, aku mau es cream yang banyak dan aku mau coklat yang banyak juga.


Janji yah 'ucap Nay.


Tadi kan aku cuma bilang es cream kenapa coklat juga? 'goda Kharel.


Ah pokoknya mas tadi sudah janji, aku mau es cream yang banyak dan coklat, yahh sayanggg yaa. 'bujuk Nay.


Iya sayangg, tapi udah dulu ya makan es creamnya jangan terlalu banyak 'ucap Kharel lembut.


Lalu Nay mengangguk mengerti.


****


Bersambung...