
“BERANI SEKALI KAU memfitnahku dengan cara murahan seperti itu!”
“Oh, itu hanya keisenganku semata. Kau tentu tidak takut dengan trik murahan seperti itu, kan?”
“Tentu saja tidak, aku sudah membalasnya dengan lebih bermartabat.”
“Aku tunggu pembalasanmu. Hahaha …. Soal Invisibleland, apa kau menemukan petunjuk mengenai si Pangeran Meteor Hitam?”
“Tidak. Aku tidak menemukan jejak apa pun mengenai dirinya. Cepat atau lambat kita pasti akan menemukan dirinya jika masih hidup.”
“Belum. Aku masih menunggu dia bangun dengan sendirinya. Sepertinya dia cukup lama melakukan pemulihan dibanding diriku.”
“Karena yang dia korbankan jauh lebih besar dari yang kau korbankan. Kalau kau tidak bisa membangunkannya, lebih baik aku bawa sang Putri ke Malice. Aku bisa membangunkannya dengan lebih cepat.”
“Dan kau ingin memulai Eternal War yang kedua?”
“Kalau kau berkeinginan seperti itu. Hahaha ….”