Maple High School Academy Hidden Year 1

Maple High School Academy Hidden Year 1
Levi Strauss and the Journey to the North-West - Betelgeuse Secret Plan’s




Betelgeuse Secret Plan’s


“YANG MULIA, PERJALANAN Anda selesai lebih cepat beberapa hari dari perkiraan.” Suara Alistair terdengar dari bola hitam. “Apa yang sudah terjadi di sana?”


“Sesuatu yang tak terduga, Alistair. Kau mungkin akan terkejut jika aku menceritakan seluruh detailnya,” balas Lord Betelgeuse yang sedang duduk tenang dengan kaki menyilang. Sesekali, ia bersiul menandakan suasana hatinya yang sedang bahagia.


“Dari nada suaramu, sepertinya tidak ada hambatan yang terjadi,” jawab Alistair. “Kupikir anak laki-laki yang Anda rekrut dari Maple Academy akan berakhir menjadi beban. Sepertinya perkiraanku salah.”


Lord Betelgeuse terkekeh. “Dia … anak yang menarik, Alistair. Aku melihat potensi yang besar darinya. Suatu hari nanti dia akan melampaui banyak orang hebat.”


“Termasuk, Anda?”


“Butuh seribu tahun untuk itu.” Lord Betelgeuse mendengkus. “Kurasa kau tidak bertanya tentangnya kan, Alistair?”


“Anu … ya,” jawab Alistair gelagapan. “Huft! Mengenai serpihan asteroid itu, Anda benar-benar menghancurkannya, kan?”


Lord Betelgeuse menyunggikan senyum. “Aku membuatnya seolah dihancurkan.”


“M-maksudnya?”


Dari dalam kereta kencana tersebut, Lord Betelgeuse memunculkan sebuah kotak persegi panjang yang memancarkan aura kegelapan. “Aku tidak benar-benar menghancurkan serpihan asteroid itu, Alistair. Aku memadatkannya menjadi bola kecil yang saat ini tersimpan dalam kotak rahasia. Ah, kuberi nama … Kotak Pandora.”


Terdengar kasak-kusuk dan suara gelisah dari balik bola hitam itu. “Ini akan gawat sekali. Yang Mulia, konsekuensinya akan besar. Anda harusnya tahu hal itu.”


“Ya Tuhan, Lord Betelgeuse … rencana apa yang sudah Anda susun?”


Lord Betelgeuse menceritakan kisahnya. Bagaimana ia mengalahkan semua penghuni kerajaan emas dan memadatkan serpihan itu dengan nada bicara seolah tidak ada rasa salah. “Levi Strauss hanya melihat setangkai bunga mawar yang kuletakkan pada jasad perempuan itu. Lagipula, bunga mawar bisa berasal dari mana saja. Jika ‘hantu dari masa lalu’ itu hadir kembali, kita tidak akan kenapa-kenapa, Alistair. Percayalah padaku.”


“Kuharap begitu, Yang Mulia. Aku tidak bisa membayangkan jika Malice Island dalam bahaya.”


“Kamu sangat mencintai Malice Island, ya?” goda Lord Betelgeuse setelah ia menyimpan kembali Kotak Pandora tersebut dan sekaligus menutup panggilan. Pria itu kemudian berpindah ke kursi dekat jendela. Ia memandang City of Ruse yang ramai di bawah sana bagai segerombolan semut merah.  Kota menyedihkan itu, meskipun dalam hati Lord Betelgeuse ada sedikit kebencian akibat ulah Lord of Darkness pertama dahulu kala, bagaimanapun juga rakyatnya masih memujanya. Ia adalah dewa bagi tanah yang suram itu.


Aku tidak akan membiarkan tempat ini dalam bahaya jika keadaannya tak sesuai perkiraan, bisik Lord Betelgeuse dalam hati. Kemudian, ia memandang ke arah depan dengan bibir yang refleks naik ke atas. Seringai terkembang di sana. Ada satu rahasia yang tidak ia ucapkan mengenai pertarungan di Kastel Emas. Bahkan Levi Strauss pun tidak tahu. Mawar yang ia letakkan pada tubuh perempuan itu, sejatinya adalah sihir. Ketika Lord Betelgeuse menjetikkan jari, saat itu juga sihir tersebut berganti menjadi sesuatu yang lain.


Sebuah daun clover.


Nah, Navarro, aku penasaran apa langkah yang akan kau lakukan selanjutnya?


Berkat tindakan licik bagai ular, sesuatu yang besar mungkin akan segera terjadi. Cepat atau lambat. Ketika hari itu datang, Lord Betelgeuse akan menawarkan sebuah negosiasi yang tak mungkin disepelekan kepala sekolah akademi itu. Ia sungguh tidak sabar menanti. Bahkan jantungnya sudah berdebar-debar


“Kuharap kau mampu bertahan, Navarro.”


Lalu pada malam itu, tanpa ada siapa pun yang melihat ….


Ia tertawa.