MAFIA GIRL AND THE TWINS

MAFIA GIRL AND THE TWINS
TRIO PIERCE'S



Axel yang tidur di sebelah Alexa, memeluk gadis itu.


"Mama," panggilnya dalam igau.


Alexa terdiam. Matanya berembun. Ia melihat Joe, pria itu ditindih dua bayi sekaligus. Gadis itu nyaris tertawa.


"Aku yakin, Mama and Daddy ada di sini. Tapi, kalian bersembunyi. Baik lah, akan aku perlihatkan kemampuanku seperti yang kalian mau," ujar Alexa yakin.


Gadis itu pun bangkit. Ia meninggalkan tiga bayi dan satu orang dewasa. Alexa menuju dapur. Ia melihat para maid memasak apa.


"Jangan lupa, makanan untuk tiga adikku!" titahnya mengingatkan para maid.


"Baik, Nona!' sahut semuanya.


Setelah itu ia kembali ke kamar, mengambil dompet. Perempuan tadi hanya membawa tiga anak itu tanpa baju sama sekali. Kini, Alexa harus membeli semua keperluan ketiga adik kembarnya.


Diantar seorang supir. Gadis itu membeli banyak perlengkapan bayi, dari peralatan mandi, baju, popok dan lain sebagainya. Ia juga membeli lemari untuk baju bayi. Botol susu, susu, mainan.


"Apa sudah semua ya?" tanyanya.


"Ah kereta dorong!" sahutnya antusias.


Usai berbelanja, semua barang ia masukkan dalam bagasi mobil. untuk lemari pihak mal yang akan mengantarnya.


Sampai mansion, bayi-bayi itu sudah bangun. Barang-barang dibawa oleh para maid.


Alexa langsung meminta para maid memandikan mereka. Gadis itu hanya melihatnya saja. Joe memeluknya dari belakang.


"Ah, bahagianya," bisiknya.


Alexa tersenyum. Gadis itu merasa nyaman dengan perlakuan pria itu. Ada sesuatu menggelitik di hati juga perutnya. Ia merasa ribuan kupu-kupu terbang.


Bayi-bayi sudah bersih dan wangi. Mereka memakai baju baru. Kini, ketiganya bermain bersama beberapa maid.


'Nona, kita harus ke markas!" ujar Joe.


"Ayo!" sahut gadis itu.


"Kalian jaga anak-anak!" titahnya.


"Baik, Nona!" sahut para maid.


Alexa dan Joe pergi ke markas menggunakan mobil Jeep. Semua membungkuk hormat pada gadis dan pengawalnya itu.


"Ada apa kalian begitu gusar?" tanya Alexa langsung.


"Nona, sudah dua tahun kepergian Tuan Pierce. Kita sudah kehilangan beberapa aset kita. Nona mengubahnya menjadi perusahaan legal!" keluh salah satu anggota klan.


"Lalu?"


"Kami kehilangan mata pencarian jika semua usaha menjadi legal Nona!" sahutnya keras.


"Kenapa jadi susah, kan bagian farmasi masih butuh obat-obatan itu untuk kepentingan kesehatan?"


"Tapi, kami harus membelinya di jalur lain dan itu mahal sekali!" protes mereka.


"Ck ... kalian ini bodoh sekali!" sahut Alexa menyindir.


"Kenapa tak mengambil dari transaksi ilegal?"


"Maksudnya?"


"Kalian kerjasama dengan kepolisian, tetapi minta semua bukti jangan diambil. Tetapi, minta sebagian, dengan dalih untuk kesehatan!" jelas Alexa.


"Bukankah sudah kuberi surat tugasnya? Itu sah di mata hukum!" serunya lantang.


Semuanya baru tercerahkan.


"Saya akan membeli barang-barang itu sesuai harga pasar!" ujar gadis itu lagi.


"Apa masih ada lagi?" tanya Alexa.


"Selamat ulang tahun yang ke tujuh belas tahun, Nona Alexandra Gabrielle Pierce!"


Alexa tersenyum. Ia begitu terharu mendengar ucapan itu. Para anggota kini makin bertambah banyak.


"Nona, di pasar gelap terjadi transaksi jual beli organ tubuh manusia!" lapor salah satu anggota.


"Kita ke sana dan borong semuanya. Savez, akusisi rumah sakit di sektor B. Mereka memiliki hutang lima miliyar dolar belum dibayar. Minta buktinya pada bendahara Tuan Rayees!" titah Alexa.


"Baik, Nona!" sahut Savez.


Pria itu langsung mengerjakan apa yang diperintahkan. Alexa dan Joe juga beberapa anak buahnya menuju pasar gelap. Gadis itu penasaran dengan jual beli organ vital manusia.


Ketika sampai. Di sana banyak dus-dus diletakkan dalam wadah pendingin khusus.


"Organ ini baru diambil dari sebuah kecelakaan bus pariwisata, mayat-mayat banyak tak dikenali tetapi organ mereka masih sangat baik. Sebagian dari hasil penculikan dan pembunuhan!" jelas kepala pasar.


'Ini ada otak yang diambil dari seorang laki-laki. Menurut kabar, jika otak ini memiliki IQ 130 dan EQ 180," jelasnya lagi.


Semua ribut. Banyak orang menawar harga tinggi untuk otak tersebut.


"Kami akan buka harga di kisaran seratus juta euro!"


Banyak yang mengangkat tangan. Alexa masih berpikir keras.


"Seratus lima juta euro!" tawar salah satu pembeli.


"Dua ratus juta Euro!" pekik salah satu peserta.


Harga makin lama, makin naik. Semua masih bertahan dengan harga tertinggi menjadi satu miliar euro. Alexa melihat jam di lengannya.


"Otak itu sudah tak berfungsi lagi!" pekik Alexa memberitahu.


Panita lelang protes. Tapi, Alexa bukanlah gadis bodoh.


"Tuan, tahukan otak hanya bisa bertahan selama satu jam saja tanpa oksigen?" ujarnya.


"Anda tidak mungkin mengambil otak secara utuh hanya dalam jangka waktu dua belas jam?" ujarnya.


"Jika anda tidak percaya tanya google!"


semua panik mereka pun mencari tahu di google.


Ternyata benar. Otak yang mereka tawar tidak berfungsi lagi. Alexa meninggalkan pasar. gadis itu tak tertarik dengan jual beli organ tubuh manusia itu.


bersambung