MAFIA GIRL AND THE TWINS

MAFIA GIRL AND THE TWINS
PULANG 3



"Ayo, bicara!" tekan Alexa.


Sedang tiga adik gadis itu sudah diambil alih oleh Joe dengan membawa mereka jalan-jalan. Baby sitter itu gemetaran bukan main. Para guru memohon pada Alexa untuk tidak bertindak gegabah.


"Nona, tolong jangan lakukan itu!"


"Sekali lagi kau menyentuh adik-adikku. Seluruh anggota tubuhmu, aku jual di pasar bebas untuk jadi makanan anjing!" ancam Alexa sadis.


Gadis itu pun meletakkan kembali pistol kecilnya di kantung khusus dalam dress nya.


Tak lama ketiga adiknya datang bersama Joe. Alexa tersenyum pada mereka.


"Kalian sudah makan bekal?" tanyanya lembut.


"Sudah Sister ... Uncle Joe tadi bawa kami jalan-jalan ke taman dekat sini dan habiskan bekal," jawab Aaron.


Alexa menyamakan tingginya dengan Ariana. Masih ada genangan di sudut matanya.


"Sudah, tidak apa-apa. Lain kali jika ada yang menyakitimu, balas sakiti dia. Oke!" ajar Alexa.


"Nona!" tegur salah seorang guru.


Alexa melirik guru itu.


"Jangan ajarkan kejahatan. Tadi itu kenakalan anak-anak ...."


"Bu guru, coba menunduk," pinta Axel.


Guru itu pun menunduk. Tiba-tiba Aaron menarik rambutnya keras.


"Aauuuww!" teriak guru itu.


"Kenapa kau lakukan ini pada Ibu. Kau nakal sekali seperti tidak diajari!" bentak guru itu.


"Kau bilang apa tadi?" tanya Alexa.


"Adikmu tidak ...."


Guru itu berhenti bicara, ia teringat akan senjata yang tadi ditodongkan Alexa pada salah satu pengasuh anak-anak. Ia juga hampir lupa dengan yang baru saja ia katakan.


Alexa menunggu guru itu melanjutkan bicaranya.


"Maaf, Bu guru. Tadi Aaron tidak sengaja," sahut Aaron.


"Iya, tapi lain kali jangan diulang ya. Ini sakit loh," ujar gurunya.


"Kalau tau itu sakit. Kenapa Bu guru hanya diam ketika anak-anak perempuan ditarik rambutnya sama Michael?" tanya Axel lagi.


Alexa melipat tangannya di dada. Joe mereka apa perkataan anak-anak tuannya.


"Iya, benar. Jika kami mengadu. Ibu bilang terlalu membesar-besarkan masalah," adu Ariana kini.


"Kemarin Vivian membalas Michael, ibu malah marahi Vivian," sahut Aaron kini.


Anak-anak mulai berkumpul terutama anak perempuan. Mereka ikut mengeluhkan sikap gurunya itu.


"Maaf ada apa ini anak-anak?"


Sebuah suara berat masuk. Alexa menoleh, sosok wanita cantik dengan balutan mewah dan berkaca mata.


"Kami mengeluhkan sikap guru tentang kenakalan Michael!' seru semuanya..


"Oh, Michael kan hanya bercanda. Iya kan, Nak?" tanya wanita itu pada putranya.


"Oh ternyata anak nakal dan kurang ajar itu putramu?" sindir Alexa.


"Jaga bicara anda. Saya kepala sekolah di sini!" ujar wanita itu penuh ketegasan.


Alexa tertawa menyindir.


"Anda yang mestinya jangan asal bicara dengan dewan kehormatan dan pemasok subsidi terbesar di sekolah ini!" sentaknya. "Jika saja pemasok menghentikan subsidinya. Kau akan jadi gelandangan!"


Wanita yang menjabat sebagai kepala sekolah taman kanak-kanak itu terdiam. Ia tentu tak mau hidupnya susah lagi. Setelah tujuh tahun bekerja dan memasukkan anaknya di sekolah elite ini tanpa seleksi. Ia tak mau kehilangan peluang mengantongi pundi-pundi yang mengalir deras.


"Uncle Joe!" panggil Alexa.


"Saya, Nona!' sahut pria itu.


"Coba katakan, siapa aku di depan wanita ini!' titah gadis itu dengan pandangan tajam pada kepala sekolah.


"Nona adalah Alexandria Gabrielle Pierce. Putri pertama dari Brandon Jacob Pierce dan Margarita Bowell. Anda pemilik dari subsidi dan juga donatur terbesar di sekolah ini!"


Kepala sekolah dan guru-guru yang lain menelan saliva kasar. Kini mereka mendapat batunya.


"Joe, beri laporan pada dinas terkait akan kasus ini dan aku nyatakan menarik semua subsidi dan menghentikan semua donasi ke sekolah ini!"


"Nona, jangan lakukan itu. Saya mohon!' kepala sekolah lalu bersimpuh.


Banyak para baby sitter terdiam. Alexa tak peduli. Ia menuntun ketiga adiknya masuk kelas dan mengambil tas mereka.


"Kita pulang?" tanya Aaron.


"Iya sayang," ujar Alexa..


"Lalu teman-teman?" tanya Ariana masih peduli.


"Biar itu jadi urusan Uncle Joe, oke?"


Ketiganya mengangguk. Ketika keluar kelas, Joe sudah mengurus semuanya. Beberapa menit kemudian para orang tua datang. Mereka benar-benar marah pada guru mereka. Ternyata Michael tidak saja suka merundungi anak perempuan tetapi yang laki-laki juga.


"Saya pastikan akan membawa kasus ini ke polisi!" ujar salah satu wali murid marah..


Alexa tak memperdulikan keributan. Gadis itu membawa tiga adiknya ke mall untuk bermain dan berbelanja.


Sementara itu. Brandon dan Margarita sudah sampai di bandara pribadinya. Menara landasan pesawat terbang pemerintah mendeteksi jika ada pendaratan di bandara pribadi milik Pierce.


"Tuan Pierce, kembali!" teriak petugas menara.


"Apa kau yakin?" tanya salah satu dari mereka.


"Iya aku yakin sekali. pesawat jet pribadi dengan nomor penerbangan sekian dan sekian ... telah melakukan pendaratan. Pesawat itu pesawat yang sama ketika membawa pergi Tuan Pierce!" jawab petugas itu.


Semua awak pun heboh. Setelah dinyatakan hilang selama enam tahun. Pierce sang penguasa kembali.


Bandara yang tadinya sepi. Tiba-tiba ramai didatangi para wartawan. Semua ingin tau apa alasan pria itu menghilang selama ini dan meninggalkan seorang putri mengurus tiga adiknya yang masih kecil-kecil.


bersambung.