MAFIA GIRL AND THE TWINS

MAFIA GIRL AND THE TWINS
PERNIKAHAN 2



"Aku Federica, kekasihmu," jawab gadis itu.


Alexa menatap gadis cantik di depannya. Lalu ia menatap suaminya yang sepertinya hendak mengingat. Harry memang mengenal Federica, tapi delapan tahun berlalu, bukankah gadis itu memilih pergi.


"Maaf nona, tolong segera pergi. Di belakangmu banyak orang masih ingin bersalaman," ujar seorang petugas wedding organizer.


Dengan muka memerah Federica pun berlalu. Harry benar-benar tak ingat padanya. Delapan tahun pergi menggapai mimpi yang ternyata hanya sebagai model sebuah agency kecil. Federica tak pernah merasakan cat walk dengan memakai rancangan design ternama. Uangnya habis setiap gajian hingga berutang sana-sini. Kemudian ia dideportasi beberapa hari lalu setelah melunasi utangnya.


Beruntung ia masih memiliki orang tua yang kaya raya dan masih mau menerimanya pulang. Gadis itu masih bisa melenggang dengan angkuh.


Acara sudah selesai. Semua kru dan petugas wedding telah menutup acara. Alexa dan Harry hendak meninggalkan pelaminan. Mereka menuju ruang makan. Keduanya kelaparan. Brandon dan Joe menemani mereka. Sedang Margarita sudah naik ke kamarnya yang telah disediakan oleh pihak hotel.


"Harry!"


Semua menoleh. Brandon mengenali gadis itu. Wajah Federica sangat mirip dengan wajah Hendrik Thompson. Salah satu rivalnya.


"Kau mengenalinya Harry?" Harry menggeleng.


"Tidak," jawabnya tegas.


"Sayang aku ...."


Plak! Satu tamparan keras didaratkan di pipi mulus gadis itu hingga nyaris terpelanting ke lantai. Alexa pelakunya.


"Kau ... berani-beraninya!" teriak Erica berang.


Gadis itu hendak menyerang balik Alexa. Tangannya berhenti di udara saat satu senjata ditodongkan di kepalanya. Joe pelaku penodongan itu.


"Lanjutkan jika kau berani!" ancamnya dengan suara mendesis.


Federica seketika pucat. Beberapa pria berbaju hitam datang. Joe memberi kode untuk membawa gadis itu keluar.


"Lepaskan!" teriaknya memberontak.


Dua pria menyeretnya paksa.


"Harry ... kita harus bicara! Aku ingin kembali padamu!" teriak gadis itu.


"Sayang?" Alexa bukan gadis bodoh.


"Ia tak mungkin seperti itu jika tak benar-benar memiliki hubungan denganmu!" lanjutnya menuntut.


Harry menghela napas panjang. Ia pun menceritakan tanpa ada yang ditutupi.


"Ah ... seperti itu ceritanya. Delapan tahun meninggalkan kekasih dan berharap cinta masih dipelihara?"


Alexa tertawa meledek. Ia tak mempermasalahkan siapa Federica. Tapi, gadis yang resmi menjadi seorang istri itu memberi saran pada suaminya.


"Sebaiknya kau harus selesai kan ini secepatnya sayang," Harry mengangguk setuju.


Mereka masuk kamar masing-masing. Tak ada yang terjadi keduanya tidur kelelahan di atas ranjang yang dihias indah.


Pagi menjelang. Dua insan terbangun mereka merenggangkan otot. Keduanya belum menyadari satu sama lain. Hingga ketika Harry dan Alexa bertatapan, dua-duanya tampak diam.


"Sayang," panggil Harry tersenyum cerah.


Alexa juga tersenyum. Ia baru ingat jika sudah menikah dengan pria yang kini memeluknya erat.


"Sayang, aku lapar," rengek sang istri manja.


"Kita pesan saja ya," Alexa mengangguk.


Harry menelepon resepsionis dan memesan makanan untuk sarapan. Harry memilih membersihkan diri dulu, sedang Alexa menyiapkan pakaian untuk suaminya.


"Sayang, aku minta handuk!" teriak pria itu dari dalam kamar mandi.


Alexa tersenyum melihat handuk yang tergeletak di ranjang. Ia mengambilnya.


Kamar mandi terbuka. Harry melihat handuk yang disodorkan istrinya. Lalu dengan sigap, ia menarik Alexa masuk ke dalam kamar mandi.


"Kita mandi bersama, sayang," ajak pria itu.


Alexa yang baru pertama kali disentuh bagian tubuhnya. Merasakan sensasi berbeda. Bulu kuduknya meremang saat tangan Harry meremas gemas gundukan kenyal di dada. Ia mendesis.


Harry mencium tengkuk istrinya. Anggota perasanya menjulur menikmati leher jenjang sang gadis. Perlahan pria itu melepas gaun yang dikenakan istrinya.


"Sayang," panggil Alexa serak.


Harry menambah intens cumbuannya. Pria itu terus meremas benda kenyal dan sekal itu. Indera perasanya kini menjulur ke arah sana, menakup pucuk yang mencuat. Alexa mendesis matanya memejam menikmati semuanya. Sungguh ia tak tahu harus merespon apa semua sentuhan yang Harry berikan. Ia hanya pasrah.


"Sayang," racau gadis itu.


"Panggil namaku sayang," pinta Harry dengan suara serak.


"Harry," panggilnya.


Harry menggila. Nyaris seluruh dada istrinya tak luput dari tanda cinta. Ia benar-benar menikmati setiap jengkal tubuh Alexa.


Sedang sang gadis meliukkan tubuhnya. Ia mengerang, mendes.ah, menjambak rambut sang suami yang bermain di bawah sana. Gadis itu merintih dan meminta lebih.


"Harry ...."


Pria itu menghentikan aksinya, sebelum Alexa lepas kendali. Napas gadis itu terengah-engah dan memburu. Begitu juga sang suami.


"Kita ke kamar sayang," ajak pria itu dengan mata diselimuti kabut gairah.


Harry menggendong ala pengantin istrinya. Lalu merebahkannya perlahan di ranjang empuk itu.


Harry memposisikan diri di atas tubuh sang istri. Siku menjadi tumpuannya. Menatap lekat wajah cantik Alexa.


"Sayang," panggil Alexa tak sabar.


Harry terkekeh, dengan senang hati ia memulai aksinya. Semua ia lakukan perlahan dan hati-hati karena bagi Alexa ini adalah yang pertama.


"Aarrghh!" teriak gadis itu ketika Harry telah memenuhi dirinya.


Dengan cepat Harry membungkam bibir sang istri dengan bibirnya. Ia memberi kenikmatan di sana dan mendiamkan agar terbiasa. Satu tetes air mata bening turun. Harry melepas ciumannya, napas keduanya memburu.


"Sakit," ujar Alexa dengan raut wajah sendu.


"Hanya sebentar sayang," janji pria itu.


Tak lama tubuh Harry mulai mengayun. Sesaat Alexa merasa sakit, namun perlahan kenikmatan pun datang.


"Harry ... faster!" pinta sang gadis tak tahan.


Harry mempercepat ritmenya. Tubuhnya dibanjiri peluh. Otot-ototnya bertonjolan, pria itu begitu seksi di mata Alexa.


Hingga sampai pada puncaknya, Harry melepas semuanya ke dalam rahim Alexa. Berharap benih itu tumbuh cepat.


Harry ambruk bersamaan dengan ketukan pintu. Pria itu masih lemas. Ia berdiri dan mengambil bathrope dan memakainya.


Harry menerima troly berisi dua piring sarapan. Lalu membawanya masuk dan menutup pintu.


"Makan sambil bercinta?" Alexa mengangguk.


Kini keduanya saling menyuapi dan saling cumbu. Ketika piring kosong. Mereka kembali melakukan penyatuan panas lagi dan lagi.


bersambung.


ah hot dah.


next?