MAFIA GIRL AND THE TWINS

MAFIA GIRL AND THE TWINS
BERMAIN BERSAMA



Alexa mengajak ketiga adiknya piknik ke sebuah wahana permainan. Ia mengajak tiga maid untuk membantu menjaga tiga adiknya. Gadis itu juga mengajak Harry, tunangannya. Margarita dan Brandon pun turut serta. Joe diperintahkan mengatasi semua pekerjaan kantor.


"Apa semua sudah siap?" tanya Ariana antusias.


"Siap!" teriak dua saudaranya.


Alexa mendatangi kamar mereka lalu mengajak ketiga adiknya turun bersama. Para maid sudah menyiapkan semuanya.


"Ayo kita berangkat!" seru Aaron.


"Ayo!" seru Brandon semangat.


Semuanya naik mobil van hitam anti peluru. Tempat wahana juga sudah diisolasi dan diamankan lokasinya.


Axel, Aaron dan Ariana suka dengan wahana permainan water park. Maka Brandon meminta hanya dua puluh pengunjung yang hadir dan telah diperiksa secara menyeluruh.


"Kok tempatnya agak sepi ya?" tanya Axel heran.


Memang wahana itu sedikit sepi akibat ulah Brandon yang mengisolasi seluruh tempat.


"Ini bukan weekend panjang. Lalu berada di tengah bulan. Belum banyak yang gajian, Nak," jawab pria itu santai.


"Oh begitu," sahut Axel tanda mengerti.


Semua anak duduk tenang di bangku khusus mereka. Ponsel Alexa berdering, gadis itu langsung mengangkatnya.


"Halo!" ujarnya.


".....!"


"Aku sebentar lagi sampai, sayang," ujar Alexa.


Harry ternyata menelepon gadis itu. Pria itu sudah sampai di depan wahana bermain. Tak lama mobil Van Alexa datang diiringi mobil-mobil lainnya. Beberapa petugas berpakaian serba hitam berpencar mengamankan lokasi.


Tiga maid membawa beberapa perlengkapan dan bekal makan siang mereka. Semua masuk. Axel, Aaron dan Ariana memilih berjalan kaki dibanding naik ke kereta dorong mereka.


Semua masuk ke wahana water park. Para maid lalu mencari tempat di sebuah gazebo yang luas terbuat dari kayu-kayu. Harry lalu bersama ketiga adik Alexa ke ruang ganti. Mereka mengenakan pakaian renang. Alexa memilih memakai bikini bercorak hijau putih dan biru. Ia sangat seksi dengan balutan minim itu. Beberapa pengunjung wanita mengenakan pakaian yang sama dengan Alexa. Tak ada yang protes. Semua bermain air dan bersenang-senang.


Brandon dan Margarita memilih duduk di sebuah tempat duduk dan mengamati putra dan putrinya bermain. Alexa dan Harry mengawasi ketiga adiknya dengan penuh tawa.


Lima belas menit sudah mereka berkecipak dengan air. Margarita dan tiga maid mendatangi kelima orang beda usia itu.


"Ayo, sudah dulu. Kita makan!" titahnya.


Kelimanya pun keluar dari kolam. Para maid menyerahkan handuk pada Alexa dan Harry. Lalu memakaikan handuk pada ketiga anak kembar majikannya.


"Kita makan apa Mommy?" tanya Ariana.


"Sayang, kau sudah besar. Kenapa minta gendong Mommy?" tegur Brandon.


"Tidak apa-apa, sayang. Ariana jarang bermanja padaku," sela Margarita.


Ariana turun dari gendongan dan langsung duduk di depan meja yang tersaji banyak makanan. Semua duduk di sana dan memakan makanannya dengan lahap.


"Apa boleh kami bermain satu kali lagi?" tanya Aaron penuh harap.


"Tidak sayang. Lihat air kolamnya sudah kotor. Entah berapa kali orang buang air kecil di sana," jawab Margarita melarang.


Aaron sedikit kecewa. Tapi, ia pun mengerti jika apa perkataan ibunya itu benar.


"Iya juga ya, tadi aku pipis di sana sudah dua kali," aku Axel.


"Kau pipis di kolam itu?" tanya Ariana kaget.


Axel mengangguk lalu tersenyum lebar.


"Bahkan tak sedikit air itu tertelan," ujar bocah lelaki itu.


"Iiiyuuhh .. stop it Axel. Itu menjijikkan sekali!" teriak Ariana jijik.


Axel tertawa puas, ia mengerjai saudara perempuannya. Sedang Aaron hanya santai menanggapi perkataan saudara kembarnya itu. Sedang Alexa dan lainnya hanya menggeleng saja.


Usai mengganti baju mereka. Akhirnya mereka pun pulang. Harry mencium gadisnya sembunyi-sembunyi.


"Sayang," rajuk gadis itu malu.


"Ah, aku tak sabar kau menjadi istriku sayang," bisik Harry mesra.


Gadis itu makin merona malu.


"Aku tak bisa apa-apa, sayang. Tak bisa masak, beberes rumah ... mmmppphh!"


Alexa berhenti berbicara karena Harry langsung membekap bibir gadis itu dengan bibirnya.


"Kita akan belajar sama-sama untuk menjadi suami istri dan nanti akan menjadi Mama dan Papa," sahut pria itu setelah melepas ciumannya.


Alexa mengangguk setuju. Hatinya sudah terpaut dengan pria tampan itu. Lalu ia pun berjalan cepat karena Brandon telah meneriakinya.


Semua pulang ke hunian mereka masing-masing.


bersambung