
Fransiskus Hold tengah ada di sebuah ruangan besar yang tengah mengadakan pasar gelap. Pria itu hanya menatap kosong pada orang yang hiruk-pikuk tengah memperbincangkan benda-benda yang dijual secara ilegal.
Semenjak pernikahannya diketahui, Frans diusir dari rumah, sang ayah Patrick Hold benar-benar murka.
"Kenapa kau melakukan itu, Frans!" bentak Patrick setelah mereka kembali dari rapat besar.
"Aku sudah bilang, kau harus mendapatkan hati Alexandra Pierce, karena dia adalah gadis yang paling bisa membuat kita makin kuat!" teriak pria itu.
Frans hanya menunduk. Ia bertemu Joana Hereira di sebuah pesta temannya. Sosok cantik dan begitu periang, membuat ia jatuh cinta dan melupakan janjinya untuk mempersiapkan hatinya untuk gadis most wanted di daerah kekuasaan ayahnya.
"Siapa itu Joana Hereira, aku tak pernah mendengar ketua mafia atau anggota klan bernama seperti itu?" tanya Patrick gusar.
"Dia bukan siapa-siapa, Dad. Hanya gadis biasa, anak yatim-piatu yang cukup cerdas dan sangat cantik," jelas Frans dengan nada menyesal.
"Pergilah Frans. Aku masih marah padamu. Semua fasilitasmu aku cabut!" usir Patrick dengan muka datar.
"Dad!"
"Pergi! Sebelum aku mencoret namamu dari ahli waris!"
Mendengar ancaman ayahnya, Frans terkejut bukan main.
"Dad!" pintanya memohon.
"Pergi Frans!" bentak Patrick mengusir.
Frans keluar dengan wajah tertunduk. Cintanya yang tulus, berimbas pengusiran dari rumah bahkan nyaris dicoret dari ahli waris.
Frans bukannya menyesali perbuatannya dan pulang ke rumah di mana istri dan dua putri cantiknya menunggu. Pria itu malah kesal dan menyalahkan Joe. Adik angkat dari Brandon Pierce.
"Brengsek kau Joe!" sungutnya murka.
Ia tak habis pikir. Darimana Joe mengetahui pernikahan yang hanya ia dan Joana saja yang ada, tanpa pengiring dan sahabat karib. Hanya dua teman Frans yang sangat ia percaya tak akan membocorkan nya. Ia dan Joana menikah di sebuah gereja kecil dan diberkati oleh seorang pendeta.
Joana yang berasal dari keluarga sederhana, tak memaksa pesta pernikahan. Cinta Frans cukup baginya. Bahkan dalam pernikahannya selama tiga tahun itu, ia telah memberikan dua putri cantik.
"Aku harus membalaskan dendam pada Joe!" tekad Frans yakin.
Lalu ia melihat sosok pria yang ia kenali, yakni Brandon Pierce. Di sana ada seorang gadis sangat cantik. Frans terpesona dengan kecantikan Alexa.
"Dia cantik sekali. Bahkan ia jauh lebih cantik dari Joana," sahutnya spontan memberi penilaian.
Alexa memang gadis yang sangat cantik, kulitnya putih bersih, wajahnya oval dengan dagu lancip. Bibir bervolume dan berwarna pink alami. Hidung mancung, mata bulat indah beriris hazel dilindungi bulu mata lentik, dan alis melengkung indah.
Alexa benar-benar sempurna. Belum lagi otaknya yang genius. Bahkan banyak orang melihat bagaiman kehebatan gadis itu menangani semua kekuasan bisnis bahkan mafia dapat ia tangani saat di usia dini, ketika Brandon menghilang selama enam tahun.
"Aku benar-benar mencampakkan berlian demi sebuah batu biasa," sesalnya.
Namun, sejurus kemudian, Frans melihat sosok lain yakni Joe. Netranya langsung menatap tajam pria itu dengan tangan mengepal erat.
"Joe!" geramnya.
Semua kegiatan tiga orang itu tak luput dari pengamatan Frans. Bahkan ia cukup terkejut ketika Brandon menunjukkan siapa calon suami Alexa.
"Jadi Harson Blackbone adalah calon suami dari gadisku?" ujarnya tak terima.
Pria itu bukan tak tahu siapa itu Harson Blackbone. Sosok ketua klan misterius dengan harta dan kekuasaan cukup kuat dan banyak ditakuti oleh para mafia. Sosok Harson ini sangat identik dengan berbagai penggerebekan aparat kepolisian dan pria itu selalu lolos.
"Sebaiknya aku harus sembunyi," gumam pria itu.
"Itu polisinya," gumamnya.
"Mana Pierce dan lainnya?"
Frans mencari keberadaan orang-orang yang tadi ia temui.
"Sepertinya mereka juga melarikan diri, tapi kemana?" tanyanya gusar.
Pria itu berputar dengan mobilnya. Lalu ia kepikiran untuk ke arah barat. Kendaraannya melaju ke arah di mana Pierce dan lainnya berada.
"Ah, jadi mereka menyelamatkan orang-orang yang akan dijual itu?" gumamnya sambil menganggukkan kepalanya.
Beberapa kepolisian datang membantu. Bahkan Harson ada di sana.
"Ck ... brengsek!" umpatnya.
Pria itu keluar dari mobil. Lalu mengamati semuanya. Joe tampak melihat arahnya, tapi Frans dengan sigap bersembunyi.
Lalu kendaraan lapis baja milik Pierce pun beranjak dari sana. Frans bergegas mengikutinya.
Adu kecepatan tak dapat dielakkan . Baik Harry dan Frans. Dua mobil dengan mode sport saling mengejar satu dengan lainnya.
Frans melupakan sesuatu jika dia tengah seorang diri sekarang.
"Sial, mobil itu benar-benar cepat sekali!" pujinya sambil memaki.
Bunyi deru mesin dan decitan rem terdengar, bahkan aspal hitam membekas ban dengan kepulan asap karena melakukan trik balapan seperti film-film laga.
"Harry, belokkan ke daerah kekuasan milik Hold!" titah Brandon.
Memang tadi mereka menggunakan motor untuk datang ke tempat itu. Tapi, kemudian para anak buah Pierce membawa mobil dan menyerahkan pada mereka.
"Joe katakan pada anak buah, jangan berbuat gegabah!" titah pria itu lagi.
"Baik Tuan!"
Joe segera menekan tombol headset yang ia kenakan di telinga.
"Tahan diri kalian, itu putranya Hold!"
"Baik Tuan!" sahut para anak buah yang hanya mengintai dari kejauhan.
Harry melakukan manuver ketika berbelok. Alexa terpekik kaget sekaligus senang. Joe hanya datar. Sedang Brandon menatap kagum calon menantunya.
"Berhenti di sana Harry!' titah pria itu lagi.
Harry menghentikan mobilnya dengan memutar balik. Kini baik kendaraan Pierce dan kendaraan Hold saling berhadapan.
Joe keluar dari mobil itu. Begitu juga Frans. Kedua pria tampan itu saling bertatapan.
"Ada apa anda mengikuti mobil tuan saya, Tuan Hold?" tanya Joe datar.
Frans mengepal tangan erat, mukanya memerah karena marah. Lalu dengan setengah berlari Frans menyerang Joe.
bersambung.
menang siapa Yo?