MAFIA GIRL AND THE TWINS

MAFIA GIRL AND THE TWINS
PERKELAHIAN



Alexa dan Harry berlari ke arah taman. Di sana Joe memukuli Andrew dan para pengawalnya. Sebenarnya Joe dikeroyok. Tapi, pria itu bukanlah pria sembarangan yang dilatih khusus oleh Brandon Pierce mafia terkuat dan paling berkuasa. Joe bisa membunuh sepuluh orang sekaligus.


Tiga bodyguard tergeletak karena kehabisan napas. Sedang yang lain nampak melindungi tuannya yang hampir babak belur. Alexa maju dan menyerang salah satu bodyguard, Harry pun turun tangan.


Bug! Plak!


Bunyi pukulan dan tendangan terdengar. Orang-orang berteriak supaya perkelahian berhenti. Tapi melihat betapa mengerikannya pukulan dan tendangan itu, membuat semuanya hanya bisa menonton saja. Kubu Andrew menyerah kalah. Alexa menghentikan Joe yang ingin menghajar Andrew Smith.


"Stop it!"


"Dia menghinamu, Nona!" ujar pria itu tak terima.


"Alexa sendiri yang mengatakan dia punya anak tiga!"teriak Andrew.


"Dari mana ia punya anak jika bukan menjadi ******!" tuduhnya lagi merasa tak bersalah.


Plak! Alexa menampar keras wajah tampan pria itu.


"Kapan kau melihatku menjadi wanita yang kau tuduhkan, bangsat!" makinya kasar.


Andrew terdiam. Pria itu memang hanya menuduh tanpa bukti.


"Tapi anak-anak itu!" sanggahnya bersikeras.


"Mereka adik-adikku!" teriak Alexa akhirnya.


"Kau mengatakan itu anakmu!" teriak Andrew.


"Itu karena aku malas bertemu denganmu lagi. Aku mau kita putus!" teriak Alexa. "Aku sudah meminta putus tiga kali!"


"Kenapa. Apa karena aku miskin tak sekaya dirimu?" teriak Andrew tak terima.


"Karena aku bosan padamu!" teriak Alexa membuat Andrew diam.


Para pengawal yang jatuh sudah mulai sadar. Mereka mengelilingi tuan mereka.


"Ajak Tuan kalian pulang!" titah Alexa kesal.


Akhirnya para pengawal menarik atasannya pulang. Andrew hanya bisa menurut. Perlakuannya tadi memang tidak bisa ditolerir oleh Joe.


Flashback.


Melihat Alexa dan Harry berdansa bergerak hingga balkon dan berciuman, membuat hati Andrew panas seketika. Ia tak terima jika mantan pacarnya itu dengan cepat mendapat gantinya. Ia sendiri belum bisa move on dari kecantikan Alexa.


"Kau tau, jika Alexandra Pierce memiliki tiga bayi kembar tanpa suami?!" ujarnya memberitahu pada para sesama pebisnis di sana.


"Hei ... kenapa kau jadi penggosip seperti ini?" tanya salah satu pebisnis sinis.


"Aku tidak bergosip. Aku hanya mengatakan kebenaran!" sahut Andrew bersikeras.


"Lalu, memangnya kenapa jika ia memiliki anak tapi belum bersuami?" tanya salah satu pria di sana.


Andrew diam. Rumor wanita memiliki anak tanpa suami bukan hal tabu di bidang bisnis. Selama tidak merugikan dan berlaku curang. Tak ada yang mempermasalahknnya.


"Ya, aku heran saja. Kita tau, jika selama ini Tuan Pierce begitu menjaga harga dirinya. Sayang sekali bukan jika putrinya menjadi ******," ujarnya menambahkan.


Joe mendengar semuanya. Ia sangat kesal liar biasa. Ketika Alexa pertama kali menciumnya. Joe sendiri yang memanfaatkan kepolosan sang gadis. Pria itu ingat ketika Alexa menciumnya waktu itu.


"Kenapa kau menciumku?" tanya pria itu.


"Aku pernah lihat Daddy dan Mommy ciuman. Apa itu tandanya Daddy sayang sama Mommy?" tanya Alexa.


"Daddy juga pernah cium bibir Alexa sesekali," lanjutnya.


"Oh iya, berarti Daddy sayang sama Alexa jika dicium bibirnya," jawab Joe langsung.


Maka dari sanalah, Alexa mahir berciuman di bawah pengajaran pria itu.


"Selama tidak mengganggu jalannya bisnis dan kerjasama tak jadi persoalan. Mungkin saja Nona Pierce menjalani bayi tabung," sahut salah satu kolega.


"Ah ... aku tak yakin jika gadis itu melakukan in vitro fertilization (IVF). Ia pasti menjajakan diri dan Joe membelinya dengan harga murah," tuduhnya mengacau.


Joe langsung menarik kerah kemeja dan jas pemuda itu dan menyeretnya ke taman. Di sana ia langsung memukuli Andrew, hingga pemuda itu berteriak dan muncullah para pengawalnya lalu terjadilah perkelahian.


flashback end.


"Uncle. Ayo kita pulang!" ajak Alexa pada akhirnya.


"Nona Pierce ... bagaimana dengan acara puncaknya?" tanya pengelola acara.


"Lanjutkan saja. Tidak apa-apa. Aku akan memberitahu kesepakatannya besok!" jawab gadis itu.


Harry pun mengantarnya ke mobil. Joe membuka pintu untuk Alexa. Gadis itu sudah lupa akan pernyataan Harry tadi. Ia segera masuk mobil dan pintu tertutup. Joe membungkuk hormat pada Harry yang dibalas anggukan kepala.


Joe naik di kursi depan bersama supir. Lalu perlahan kendaraan tersebut bergerak meninggalkan halaman parkir. Harry memutuskan kembali ke dalam dan melanjutkan acara hingga gala dinner selesai.


Sedang Alexa terdiam sepanjang perjalanan. Ia belajar sesuatu hal tentang semua ini, jika ia tak boleh sembarangan bicara.


"Apa yang anda pikirkan Nona?" tanya Joe melihat Alexa termenung sepanjang perjalanan.


Gadis itu menghela napas panjang.


"Aku hanya berpikir untuk berhati-hati jika mengatakan sesuatu. Terlebih itu adalah kebohongan. Ternyata, aku lah yang dirugikan," ujarnya menjawab.


Joe tersenyum. Ia lega, nonanya sudah mulai berpikir dewasa. Ia yakin tuan atau kakak angkatnya itu bangga dengan pemikiran Alexa.


"Uncle. Besok aku mau ajak Ariana, Axel dan Aaron jalan-jalan ke kebun binatang," sahut gadis itu memberitahu.


"Baik, Nona. Akan aku siapkan," sahut Joe.


Tak lama, mobil pink itu sampai halaman mansion. Salah satu maid berlari membuka pintu mobil itu.


Semua maid berjejer menyambut dengan membungkuk hormat pada Alexa.


"Apa ketiga adikku sudah tidur?"


"Sudah Nona!" jawab pada maid kompak.


Alexa mengangguk. Ia berjalan langsung menuju kamarnya. Gadis itu duduk di ranjang dan satu maid langsung duduk bersimpuh untuk membukakan sepatutnya.


"Sudah, biar. Aku ingin membuka sepatu sendiri. Tolong siap kan air hangat untuk mandiku!"


Tanpa banyak menjawab, maid itu pun bergegas mengerjakan apa yang diperintah.


Usai mandi, Alexa pun akhirnya merebahkan diri.


"Rosana!" panggilnya.


"Iya, Nona!"


Maid itu sudah tahu tugasnya. Memeluk anak majikannya hingga terlelap.


bersambung.


next?