
Sejenak langkah kecil itu terhenti. "Oh tidak! Aku lupa sudah menyuruh Agrio kembali." Wajah Sophia seketika berubah masam. Jalur Mansion Keluarga Ruiz sangat tertutup dan jauh dari jalan utama. Tentu saja akan susah untuk menemukan angkutan, apalagi Sophia tidak biasa menggunakan Driver online karena kedua orang tuanya melarang jika saja tiba-tiba terjadi hal yang tidak di inginkan.
"Bagimana ini Paman, mereka akan bersenang-senang tanpa diriku," pekik Sophia hampir menangis.
Demetrio mendekat dan mengusap kepala gadis yang sudah di anggap putrinya sendiri itu dengan lembut. "Tenanglah Sayang, Paman akan mengantarmu. Lagi pula kau tidak di ijinkan naik taxi sendirian oleh Ayahmu. Jadi biarkan Paman yang mengantarmu."
"Baiklah! Aku menyayangimu paman Demetrio."
"Begitupun denganku Sayang, tunggulah. Paman akan mengambil mobil."
Demetrio dan Sophia melaju ke taman bermain di mana putra semata wayangnya sudah di sana, Sophia terlihat berulang kali tertawa karena begitu senangnya. Gadis itu memang selalu bersemangat jika bertemu dengan Justin, Sophia menyukai anak itu sejak kecil, meski mereka jarang sekali bertemu karena perbedaan jarak tempat tinggal yang cukup jauh yaitu antara Italia dan Prancis. Namun, kedua orang tuanya sering melakukan panggilan video hingga keduanya sering mengobrol bersama.
Tidak lama berkendara, akhirnya Sophia dan Demetrio tiba di taman bermain, gadis kecil itu turun dengan langkah tegas karena tidak sabar menemui kedua sahabatnya.
"Sophia, jauhi orang yang tidak kamu kenal. Ingat! Kau harus segera mencari Justin dan Elio. Mereka menunggumu di tempat masuk rumah hantu," teriak Demetrio saat gadis remaja itu sudah mulai melangkah darinya.
"Si, Paman." Raut wajah Sophia terlihat begitu bahagia, hingga ia tidak sadar jika seseorang tengah melangkah mendekatinya.
Dan mata Demetrio menangkap itu, dia sudah menyadari jika seseorang tengah mengikuti mereka dari tadi. Namun, saat di tengah perjalann mobil itu menghilang dan dia pikir sudah aman. Saat pria asing itu memperlihatkan pisau tajamnya, Demetrio dengan cepat keluar dari mobil dan berlari mendekati Sophia.
"Sophia ...!"
"Paman!!" Sophia berteriak keras, saat itulah tubuh Demetrio jatuh menimpahnya. Gadis itu terjatuh hingga membuat Demetrio tertidur di pangkuannya. "Paman! Paman!" Suara panggilan Sophia terdengar pilu dengan isakan yang mengiringi.
Dan pria asing itu, ia melarikan diri, menghilang dai balik kerumunan orang-orang yang memekik kaget hingga terlihat riuh di sekitar pintu gerbang taman hiburan, ada yang mendekati Sophia untuk menenangkan dan ada pula yang mencoba memberi pertolongan.
Sophia yang sangat panik dan gugup karena darah Pamannya terus keluar dengan cepat mencabut pisau dan menutupi luka itu dengan jaketnya. "Paman Demetrio ...," isak Sophia. Air matanya membanjiri wajah manisnya dengan cepat. "Tolong ... tolong aku, tolong bantu aku," teriak Sophia memanggil-manggil orang yang berlalu lalang dan dan pergi dengan tatapan pilu padanya. Demetrio langsung tidak sadarkan diri, terlalu banyak darah yang keluar membuat pria tua itu tidak sadarkan diri dengan cepat.
Elio dan Justin yang mendengar dari pengumuman jika seseorang terluka di depan pintu masuk pun segera berlari untuk melihat. Dan tidak dapat di percaya jika pria tua dengan seorang gadis muda yang di bicarakan orang-orang yang mereka lewati saat berlari ke lokasi itu adalah Sophia dan Ayahnya, Demetrio.
"Baby!" Elio berlari cepat mendekati Sophia yang terlihat pucat dengan Paman Demetrio yang tertidur di pangkuannya. Bahkan dia menyingkirkan beberapa pria yang sedang mengelilingi Sophia untuk bertanya-tanya.
"Elio ...." Suara Sophia gemetar hingga nama saudaranya tidak jelas ia sebutkan.
Sedangkan Justin, pria itu mendekat dengan langkah berat hingga tersungkur di depan kaki Ayahnya. Ekspresi kaget dan dinginnya bercampur menjadi satu.
"Ayah!!" Pekikan keras Justin membuat orang-orang yang bertanya kepada Sophia menjadi kaget.
..."ΩΩΩΩ...
Jangan lupa ngasih dukungan di sini juga yah. karena kalau ramai aku bakal bikin Give away di sini ❤️🥰🙏