Mafia Brothers

Mafia Brothers
Bab 32



Berniat untuk makan siang, Justin malah kembali ke ruangannya dengan wajah kesal. Dia sengaja ingin mengajak Sophia untuk makan siang bersamanya tadi, namun saat keluar Sophia tidak ada di tempatnya. Karena ini sudah jam makan siang, Justin lalu menuju ke kantin perusahaan di mana setiap pegawai akan ramai-ramai makan di sana. Ia berfikir, mungkin saja Sophia sudah di sana bersama pegawai yang lain.


Tetapi, ketika sudah berada di depan pintu masuk kantin, Justin melihat Sophia tengah bercanda bersama Elio, dan terlihat begitu akrab bahkan bisa di katakan sangat mesra untuk ukuran kakak dan adik.


"Apa itu yang di katakan kakak beradik? Hu!" Justin terus mengumpat kesal pada Pria itu dan mondar-mandir di dalam ruang kerjanya dengan wajah yang masih begitu kesal.


Sophia, yang baru saja kembali ke tempatnya, tidak sengaja melihat pria itu dan merasa aneh. Karena penasaran dia langsung merapat pada kaca besar yang membatasi antara ruang kerja Justin dan ruang kerjanya itu, menempelkan wajahnya agar lebih jelas melihat apa yang sedang di lakukan atasannya itu.


"Sedang apa dia? Kenapa mondar-mandir sambil komat-kamit tidak jelas di dalam sana?" ujar Sophia sambil menahan tawanya melihat Justin yang seperti orang tidak waras. Pria itu, entah apa yang sedang terjadi padanya. Akhir-akhir ini dia sungguh aneh.


Sadar seperti ada yang sedang melihatnya, Justin langsung berhenti dan melirik pada kaca yang sekilas seperti ada yang berlari. Dan yah, itu adalah Sophia yang buru-buru kembali ke meja kerjanya.


"Ehemm..." Justin berdehem menatap Sophia


Gadis itu pura-pura tidak menyadari keberadaan Justin di depannya. Ia terus fokus memainkan jari di atas laptopnya mencari-cari cara agar hang baru terjadi jangan sampai ketahuan.


"Sedang apa kau tadi?" tanya Justin dengan menyipitkan kedua matanya menatap tajam ke arah Sopia.


"Aku, ehmm... Aku baru saja kembali dari kantin. Yah, kantin," ujarnya dengan kebingungan karena tidak tahu harus menjawab apa.


Mendengar kata pantry, wajah Justin seakan terbakar api hingga ia merasa seperti sedang di bakar. Pantry bersama Elio kan? Apa kau sedang memamerkan baru saj bertemu dengan kekasih hatimu itu padaku?"


"Dasar tukar pamer," ujar Justin dengan wajah datarnya.


"Apa kau cemburu Tuan Justin?"


"Aku?" Justin menunjuk dirinya sendiri. "Untuk apa?"


"Jika tidak kenapa kau marah-marah tidak jelas seperti ini Justin. Sebenarnya kau benar-benar lupa denganku atau sengaja melakukannya untuk mempermainkanku," gumam Sophia di dalam hati.


"Jika tidak harusnya kau biasa saja Tuan?" ujar Sophia dengan menatap langsung wajah Justin.


"Aku bilang tidak, ya tidak. Memangnya kau siapa hingga harus mencemburui mu," bentak Justin pada Sophia.


"Aku? Aku adalah Sophia Alexander gadis yang sudah kau lupakan Justin Ruiz," ujar Sophia yang langsung menutup mulutnya. "Oh Tuhan! Apa yang baru saja ku katakan." ujarnya pelan nyaris tidak terdengar oleh Justin. Dalam hati ia merutuki dirinya sendiri karena keceplosan.


"Kau barusan bilang apa? Aku melupakanmu?"


Justin berjalan mengitari meja dan menghampiri Sophia langsung. Sontak, kedua mata orang tersebut saling bertatapan. "Apa kita pernah memiliki hubungan spesial?"