Mafia Brothers

Mafia Brothers
Bab 24



Sophia bagaikan kurir antar jemput, mondar-mandir berlari ke sana kemari mencari pesanan yang di inginkan Justin. Ia bahkan harus mengganti cukup lama untuk mendapatkan satu menu. Cukup membuang-buang waktu berharganya.


"Huff..." Helaan napas panjang terdengar. "Ini benar-benar melelahkan."


Selesai dengan semua pesanan itu, Sophia bergegas kembali ke kantor karena jam makan siang hampir tiba. Wanita itu menginjak Pedal gas mobilnya mengatur laju mobilnya sekencang mungkin tidak peduli dengan bunyi klakson yang terdengar kiri dan kanan karena ia yang terus menyelip dengan tidak sopan.


"berhenti mengomel kalian, apa kalian tidak tahu singa sedang menunggu ku di kantor. Telat sedikit saja dia akan memangsa ku tanpa ampun," umpat Sophia saat menyelip beberapa mobil di depannya.


Dan tidak butuh waktu lama, Sophia sampai di kantor dengan cepat. Dari dalam mobil ia sudah melihat Agrio yang terlihat sangat cemas sedang menunggunya. Gadis dengan setelan jas navi di padukan dengan rok mini selutut itu bergegas keluar dari mobil dengan membawa beberapa paperbag yang berisi berbagai macam menu. Sungguh, ia berdoa di dalam hati semoga semua makanan yang ia beli ini rasanya benar-benar enak. Karena kalau tidak, usahanya seperti sia-sia saja. Justin memilih dalam soal makanan, tentu saja ia akan menyuruh Sophia membuangnya jika tidak sesuai dengan seleranya.


"Nona Sophia kenapa anda..."


"Nanti saja Agrio, aku sedang sibuk sekarang." Gadis itu melempar kunci mobilnya kepada Agrio. "Parkirkan mobilnya."


Dengan wajah cemas juga sedikit bingung, Agrio menangkap kunci yang di lempari majikannya.


"Tunggu Nona." Agrio menahan gerakan Sophia dengan merentangkan kedua tangannya agar ia tidak bisa kabur.


"Apa yang kau lakukan Agrio!"


"Maaf Nona, tapi bisakah kau beritahu aku dari mana saja kau? Kenapa kau pergi diam-diam."


"Sudah ku katakan nanti saja, aku sedang buru-buru." Sophia berusaha melewati Agrio, namun tubuh kekar pria itu terus menghalanginya.


"Oh Tuhan Agrio, kenapa kau malah khawatir Daddy akan tahu. Tenanglah, aku tidak akan mengadu."


"Tetap saja salah Nona, harusnya kau membertahu padaku jika kau ingin pergi sendirian."


Sophia sudah mulai Emosi dengan tingkah bodyguardnya itu. "Dengar! Jika sekali lagi ku menghalangi ku, aku akan memecat mu."


"Hanya Senor Malvin yang bisa melakukannya."


"Oh ya."


Mata Sophia terlihat begitu tajam dan jahat, membuat Agrio sedikit bergidik. Takut jika Sophia akan melakukan hal aneh padanya, ia mundur dengan pelan lalu menunduk dengan sopan sambil berkata.


"Setelah ini kau harus menjelaskan padaku kenapa kau keluar tanpa memberitahu ku Nona," ujar Agrio setengah berteriak karena Sophia yang sudah berlari masuk.


"Itu yang tadi ku maksud bodoh!" jawabnya sebelum menghilang di balik pintu kaca besar.


Bukannya marah dengan itu, Agrio malah terkekeh. Dari tadi harusnya ia tidak menghalangi Sophia. "Ada apa dengan mereka. Kenapa tuan Justin begitu dingin kepada Nona Sophia. Lihatlah, dia menyuruh-nyuruhnya seperti itu. Bahkan Tuan Elio atau Nyonya besar dan Tuan Malvin tidak pernah melakukan itu."


Agrio sedikit prihatin dengan keadaan majikannya yang perlakukan seperti itu oleh Justin. Itu karena ia jelas tahu bagaimana hubungannya keduanya dulu, terlepas dari kejadian itu, Nona Sophianya tidak pernah menyakiti Justin atau mempergunakan kekuasaan ayahnya untuk menindas orang lain.