
10 tahun yang lalu ....
Verona, Italia.
•
•
"Sophia! Buka pintunya, kau belum keluar untuk sarapan sejak pagi. Ini sudah siang apa kau tidak lapar?"
"Presto mamma, non ho fame!"
"No! Keluar sekarang juga, jangan membantah."
"Aku akan keluar saat makan siang nanti Mom, biarkan aku sebentar, ini sudah mau mulai."
"What?" Kening Andrea berkerut. "Apanya yang akan mulai. Bocah keras kepala ini, apa yang sedang dia lakukan dia dalam sana? Sophia!"
"Sayang! Sayang!" Malvin datang memegang bahu istrinya menariknya sedikit menjauh dari pintu. "Sayang, biarkan dia. Jika dia lapar dia pasti akan keluar, kenapa kau terus berteriak seperti itu. Tenggorokanmu akan sakit."
"Daddy! I love you!"
Sophia berteriak dari dalam kamarnya saat mendengar suara Ayahnya. Hari ini, boy band kecintaannya akan tampil. karena Malvin tidak mengijinkan Sophia untuk pergi ke Korea, maka gadis itu mengurung diri agar bisa menikmati wajah-wajah tampan dari setiap member. Dia bahkan tidak bisa meninggalkan kamarnya walau hanya sekedar makan. Kegilaan akan K-POP membuat dia selalu di omeli oleh Andrea.
"Siapkan makanannya, aku akan membawa itu masuk dan memaksanya makan." Malvin mendorong paksa tubuh istrinya untuk menjauh dari depan pintu kamar putrinya.
"Daddy akan mengambil makananmu dan membawanya ke kamarmu Sayang, kau harus makan. Kalu tidak kau akan sakit sebelum pria-pria tampan itu tampil di Italia," teriak Andrea sebelum turun menyiapkan makan siang untuk Sophia.
"Si, Mommy. Aku mencintaimu."
"Sudahlah, dia dalam masa pertumbuhan, biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan," sela Malvin membuju Andrea agar berhenti memarahi Sophia.
Andrea membuang napas kasar, Malvin terlalu menyayangi Sophia hingga membiarkan apapun yang gadis itu lakukan. Terkadang tingkah ayah dan anak itu membuat Andrea kesal. Namun, mau bagaimana lagi, mereka adalah jantung dan hati milik Andrea. Tanpa mereka Andrea akan mati, maka darinya, wanita bermanik abu-abu itu hanya tersenyum dan memberi pengertian untuk semua kenakalan Sophia.
****
Sophia akhirnya menghabiskan Makanannya setelah Malvin memaksanya untuk makan sambil melihat idolnya beraksi di layar Tv. Setelah Selesai Dengan kegiatan Idol-idolnya, Sophia bergegas keluar dari kamar dan berlari keluar Mansion mencari Agrio. Hari ini dia Justin, dan Elio akan ke taman hiburan. Selain menyambut kedatangan Justin, ketiga remaja itu juga akan merayakan keberhasilan mereka karena sama-sama terdaftar di salah satu Universitas ternama di Italia. Untuk itu Sophia meminta Agrio untuk mengantarkannya ke kediaman Ruiz, dan menyuruhnya kembali karena ketiganya akan berangkat dengan mobil milik Elio.
"Selamat datang Nona muda, apa kabarmu?" sapa Demetrio saat Sophia memasuki Mansion.
Nona muda itu terdenyum. "Baik Paman, bagaimana denganmu. Apa kau dan bibi Marisa akan segera memiliki bayi lagi? Ibu mengatakannya pagi ini padaku."
"Ha-ha-ha." Demetrio tergelak mendengar ucapan keponakannya. "Ibu mu selalu mengatakan hal-hal aneh padamu, seharusnya kau tahu jika sebenarnya yang menginginkan anak lagi bukan kami, tapi ibu dan ayahmu."
"Mom And Dad? Tidak ... tidak. Mereka hanya boleh memiliki satu putri, aku tidak ingin berbagi kasih sayang Paman," ujar gadis itu dengan polos.
Sekali lagi Demetrio di buat tertawa oleh Sophia. "Jadi apa yang membawamu datang Nona muda?"
"Tentu saja karena anak tampanmu itu Paman, kami akan ke taman hiburan. Apa dia dan Elio ada di dalam?" Mata Sophia mencari-cari kedalam Mansion untuk menemukan dua sosok pria yang ia cari.
"Sepertinya kau terlambat Sayang, mereka sudah pergi beberapa menit yang lalu. Tapi bukankah kalian berjanji untuk bertemu langsung di sana? Sepertinya aku mendengar Elio mengatakan itu tadi."
"Oh God!" Sophia menepuk dahinya. "Kau benar Paman. Aku lupa jika kita seharusnya bertemu di sana, kenapa malah datang ke sini. Baiklah aku pergi Paman, titip salamku untuk bibi Marisa."
"Hei! Sophia, kau akan pergi dengan siapa?"
...ΩΩΩΩ...