Mafia Brothers

Mafia Brothers
Bab 45



Pagi ini di kantor keadaan menjadi kacau. Sophia sedari tadi menunggu kedatangan Justin. Namun, pria bertato elang itu sama sekali belum menampakkan batang hidungnya. Sejak kemarin, setelah Justin dan Sophia saling melepas segalanya, pria itu menghilang bagaikan di telan bumi. Tidak ada kabar sama sekali, padahal saat berpisah, keduanya dalam keadaan baik-baik tidak ada kemarahan sama sekali saat itu.


Hingga pagi ini, sudah lewat pukul 08.00. Tetap, Justin belum juga muncul. Sophia mendesah, terus memperhatikan pintu ruangan pria itu. Banyak berkas proyek yang harus ia tanda tangani, juga jadwal rapat penting dengan beberapa investor yang harus ia hadiri


"Sophia, kapan Tuan Justin datang. Berkas ini harus segera ku kirim kepada Tuan Zigo untuk di tinjau."


"Biar ku lihat."


Sophia mengambil map berisi beberapa lembar kertas yang di dalamnya adalah kerangka dari proyek yang segera akan di laksanakan. "Serahkan ini padaku, aku akan menyelesaikan dan menyerahkannya kepada Tuan Zigo. Kau kembalilah bekerja."


"Si."


Belum sempat lagi gadis itu menduduki kursinya, kini sudah datang lagi beberapa orang yang mencari Justin. Sophia mendesah pelan.


"Ada apa?"


"Apa tuan Justin belum juga datang?"


Sophia menggeleng pelan.


"Bagaimana ini, semua pekerjaan menjadi tertunda karenanya."


"Apa terjadi sesuatu padanya? Tidak biasanya tuan Justin akan datang terlambat atau tidak masuk kantor.


"Yah kau benar. Mungkin saja sesuatu terjadi padanya."


Sophia meremas pelan tengkuk lehernya, mendengar pertanyaan yang begitu banyak membuat lehernya semakin tegang. Entah apa yang terjadi dengan pria itu, kenapa dia mala menghilang di saat seperti ini.


Sophia berfikir sejenak, mungkinkah ada kata atau kalimat yang membuat Justin tersinggung atau marah hingga ia menghilang seperti ini. Bahkan ponselnya pun tidak aktif.


"Kalian kembalilah bekerja. Semua pekerjaan hari ini, biar aku yang tangani."


Para pekerja yang datang untuk menemui Justin harus kembali dengan banyak tanda tanya, bahkan ada yang sampai protes akan keluar dari proyek jika Justin sekali lagi mengabaikan pekerjaannya seperti ini. Mereka bukan hanya menangani proyek ini saja, tapi masih ada banyak pekerjaan lainnya yang harus mereka kerjakan. Tetapi, Jika kepala pimpinan dari proyek yang mereka kerjakan menghilang tanpa ada kabar seperti ini, lalu bagaimana proyek mereka bisa berjalan lancar sesuai yang sudah di rencanakan.


Sial sekali, Sophia kini harus menangani beberapa investor yang terus mengeluh karena rapat yang sudah di tentukan jauh-jauh hari tiba-riba saja harus di batalkan. Setelah selesai melayani investor, Sophia baru akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Justin.


Gadis itu meraih ponselnya di atas meja, menekan salah satu nomor di sana dan memulai panggilan.


"Hallo?" ujar Sophia saat terdengar suara panggilannya sudah di terima.


"Perusahaan mengalami sesuatu yang tidak terduga hari ini."


"Apa sesuatu terjadi? Suara mu terdengar serius."


"Justin menghilang."


"What"


"Bagian proyek mengalami banyak masalah pagi ini karena ketidakhadiran Justin. Rapat dengan beberapa investor bahkan harus di undur, untuk itu aku menghubungi paman. Aku ingin meminta bantuan mu paman."


"Bantuanku?"


"Si."


"Katakan."


"Bisakah paman menghubungi beberapa pemegang saham termasuk Daddy untuk menahan investor-investor? Mereka mengancam akan membatalkan kerja sama jika Justin tidak segera menjelaskan apa yang terjadi. Aku membatalkan pertemuan dan tidak tahu harus memberi alasan apa."


"Apa kau dan Justin bertengkar kemarin?"


Dahi Sophia berkerut. "Dari mana paman tahu?"


"Aku seorang mafia Sophia, apa kau lupa."


Sophia berdecak. "Kalian bukan Mafia tetapi penguntit. Kaka dan adik sama saja, kenapa kalian tidak tinggal saja di sini dengan ku. Dasar mafia penguntit."


Paman Zigo tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman dari keponakannya itu. Sungguh di luar dugaan, Sophia bisa mengangancam dengan kalimat penguntit, dan bodohnya kenapa juga dia harus bertanya seperti itu. "Ah sial! Ketahuan lagi."


.


.


.


Malvin dan Zigo adalah Mafia pertama yang di katakan penguntit oleh seorang gadis remaja. 😂