Mafia Brothers

Mafia Brothers
Bab 35



Malam ini Justin terlihat begitu gelisah. Tidak seperti biasanya, ia akan tertidur lebih awal dan bangun pun demikian. Dari tadi, pria blasteran Itu sudah berulang kali melakukan gerakan yang sama. Sebentar ke kiri sebentar lagi ke kanan, begitu saja.


"Argg... Kenapa aku terus memikirkan gadis itu." Justin mengumpati dirinya sendiri karena tidak bisa mengontrol perasaannya saat ini.


Lama bertingkah seperti itu, Justin akhirnya memutuskan bangkit meraih ponselnya dan menekan beberapa kalimat di atas layar ponselnya. Judul dari pencariannya adalah, cara menaklukan wanita, lalu cara membuat wanita terpesona dan masih banyak daftar pencarian lagi. Sesekali, pria bermanik hitam itu komat-kamit tidak jelas. Entah apa yang sedang ia lakukan, hanya dia dan autor saja yang tahu 😂🤭.


"Apa aku terlalu sibuk bekerja hingga harus mencari pengalaman bercinta di pencarian Google? Huff..."


Justin membuang napas berat, pria bertato elang itu kembali fokus dengan ponselnya. Kini ia akan mencari tahu ciri-ciri pria hang paling banyak di sukai wanita. Beberapa opsi muncul pada layar. Pria berkebangsaan prancis itu sedikit mengerutkan dahinya.


"Memiliki pekerjaan tetap. Punya aset, mobil, rumah, tampan, mapan," ucap Justin membaca tulisan yang ada di layar ponselnya. "Oh God! Bukankah semua poin-poin ini ada pada diriku? Aku kaya, tampan dan juga mapan. Lalu kenapa Sophia tidak tergila-gila padaku. Apa dia memiliki tipe pria idaman lain?"


Pria dengan piama tidur berwarna hitam itu sejenak membayangkan Elio. "Apa tipe idamannya seperti dia?" Justin segera menghilangkan bayangannya tentang Elio dengan menggelengkan kepalanya cepat.


Sekarang, karena masih tidak puas dan rasa penasaran akan tipe pria idaman Sophia, Justin kembali memainkan ponselnya. Kali ini bulan untuk mencari sesuatu tapi dia menghubungi seseorang.


"Hallo?"


Terdengar nada suara serak menjawab panggilan Justin.


"Hallo...!


"Justin, apa kau tidak tidur?"


"Aku belum mengantuk."


"Lalu apa kau tahu sekarang pukul berapa?"


"Maaf tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu."


"Apa menurut mu aku memiliki gangguan obsesif kompulsif?"


Gangguan obsesif-kompulsif adalah Pikiran berlebihan (obsesi) yang menyebabkan perilaku repetitif (kompulsi). Ditandai dengan pikiran tak masuk akal dan ketakutan yang menyebabkan perilaku kompulsif.


"Apa yang kau katakan tadi?" Enrico yang sedang mengantuk berat langsung membuka kedua bola matanya lebar.


"Aku bertanya padamu, apa aku adalah pria aneh?"


"Oh ****!" Enrico mengumpati sahabatnya itu dengan keras. "Tunggu sebentar, sebenarnya ada apa denganmu, apa sesuatu terjadi? kenapa bisa kau berfikir dirimu seperti itu."


"Entahlah, lagipula kenapa kau balik bertanya. Harusnya kau cukup menjawab iya atau tidak Rico," ucapnya dengan nada tinggi karena sahabatnya malah tidak mengerti dengan apa yang sedang ia tanyakan.


"Pergilah tidur Justin, jangan bertingkah aneh. Ini sudah sangat larut dan aku harus bangun pagi karena besok da rapat penting di kantor."


"Jangan coba-coba menutup teleponnya atau aku akan memecat mu Enrico."


"Bos macam apa kau! Memecat sekretarisnya hanya karena tidak bisa menjawab pertanyaan konyol di tengah malam seperti ini," seru Enrico.


Justin memutar bola matnya malas. "Hentikan drama mu itu, dan jawablah."


Enrico menarik napas kasar. "Begini saja, kau tidurlah dulu. Besok pagi, kau pergi ke rumah sakit dan periksa otak mu itu. Rasanya kau memang tidak normal."


Justin menahan emosinya, ingin rasanya dia menghantam kepala pria di seberang panggilannya itu. "Aku akan memecatmu!"


Justin menutup panggilannya lalu membuang ponselnya di atas tempat tidur, lalu dengan wajah kesalnya ia menarik selimut menutup semua tubuhnya hingga tak terlihat. "Dasar tidak berguna!"