LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
kebahagiaan



~***jadilah dirimu sendiri karena semata mata untuk tuhan mu**.. ~ love you'r self*


setelah semua usaha teman teman ifa untuk membuat ifa mengenal diri nya kembali.. akhirnya usaha mereka ter bayarkan..


~usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil~


pagi itu di sekolah ifa tampak berbeda.. awan yang sudah lama menghitam kini menjadi biru cerah.. suasana yang sudah lama mencekam. kini penuh dengan kebahagiaan..


terlihat dari senyuman ifa yang terpangpang jelas di bibir nya..


semua teman teman nya terkejud sekaligus bahagia melihat ifa kembali ceria..


BBBRRRAAKKK.... (suara gebrakan meja)


"gw udah peringgatin ke lu ya, jangan bikin ifa meneteskan air mata sekian kali nya.. kini ifa udah kembali seperti dulu.. ifa yang kita semua kenal.. sampek lu bikin ifa meneteskan air mata lagi.. lu sendiri yang bakal nanggung akibatnya..!" seru rendi


"ifa itu masih hak gw ren,, lu siapa nya ifa sampek lu berani bentak gw.?" tanya rafi sambil mengkerutkan alisnya.


"ifa memang bukan siapa siapa gw.. gw udah anggap ifa sebagai adik gw sendiri.. so, gw gak bakal biarin siapapun nyakitin ifa.. camkan itu!!!!!" kata rendi sambil beranjak meninggalkan rafi


ketika rendi melangkah meninggalkan rafi tiba tiba ada seseorang yang menyeimbangi jalan rendi


"thankyou rendi..." kata ifa sambil menyeimbangi langkah rendi


rendi hanya membalas ucapan ifa dengan mengelus puncak kepala ifa dan mengacak acak rambut ifa.


setelah kejadian itu semua. ifa menjadi ifa yang dulu di kenal teman teman nya..


ifa yang baik hati, ceria, lucu, humoris, dan pengertian..


dan semenjak itu pula ifa berusaha menghilangkan rasa kekecewaan nya kepada rafi..


~biarkan air hujan membasahi bumi ini.. tapi, aku tidak akan membiarkan airmata mu membasahi pipi ini~


siang berganti malam..


minggu berganti bulan..


akhirnya ifa dan teman teman nya sudah hampir mendekati ujian nasional..


setiap hari, ifa tampak lebih ceria..


seakan akan sudah benar benar lupa dengan luka nya..


"gw seneng lihat ifa bahagia seperti ini.." kata aida sambil memposisikan duduk nya menghadap rendi


rendi hanya menatap ke arah ifabyang Tenga bercanda dengan teman teman yang lain nya.


"lu suka ya sama ifa..?" tanya aida


"ya,, gw suka sama ifa.. tapi, gw sadar diri.. ifa udah ngak mudah membuka kan pintu hatinya lagi untuk sembarangan orang.." kata rendi sambil memainkan bolpoin nya..


"tapi,, menurut gw ya.. ifa juga bakal suka sama lu ren.." kata aida yang meyakinkan rendi


"gak semudah itu ai,, banyak laki laki keluar masuk dalam hidup ifa.. gw pengen ifa bener bener bahagia dengan orang yang ifa suka.." kata rendi sambil tersenyum devil ke aah aida..


"lu bener juga sih rend.." kata aida sambil mengangguk..


"lah nape lu tanya gw kayak gitu..? lu sendiri kapan mau cari pacar..?" tanya rendi menggoda aida.


"gw lagi gak mikir pacaran rend,, karena, gw ikut jalur nyanifa sekarang...." kata aida sambil menopang dagu.


"haaah..? jalur nya ifa..?" tanya rendi kebingungan


"iya, jalurnya ifa.. kami berdua hanya akan memikirkan cinta dengan persetujuan orang tua kami saja.. jadi, untuk masalah hati,, gw sama ifa udah pasrahin ke orang tua kami masing masing.." kata aida sambil tersenyum kecut


***jika hati ku adalah rumah nya untuk singgah maka dia kan pulang ke rumah.


jangan jadikan hati wanita sebagai tempat wisata, yang bisa kau kunjungi, lalu datang dan pergi sesuka hati***..


BBBRRAAAAKKKK.... (suara gebrakan meja)


sontak membuat aida dan rendi terkejut..


"ish lu bikin gw kaget aja fa.." kata aida sambil mengelus dada nya..


"heee sory.. kalian sih gw lihat serius amat.." kata ifa sambil tertawa dan memukul pelan pundak rendi..


"eh lu mau lanjut sekolah dimana fa..? tanya rendi


"gw belum tau rend.. gw mah nurut ama nyokap, ana bokap gw aja.." kata ifa sambil mengambil kursi untuk duduk..


"lah napa gak lu ikutin kata hati lu aja fa..?" kata aida..


"gw sudah pasrahin segala nya sama orang tua gw.. jadi, apapun pilihan orangtua gw, gw berusaha terima.." kata ifa sambil menopang dagu..


"tapi, biasanya orangtua lu juga udah bahas sekolah lu kan..??" tanya rendi..


tapi nenek gw gak setuju.. " kata ifa sambil berkedik binggung


"oh ya gw denger lu di angkat jadi ketua razia kelas IX ya..?" tanya aida kepada ifa.


"hee iya.. gw juga bingung napee gitu kelas IX masih di ada in razia rutinan.." kata ifa sambil tertawa..


bel masuk pun berbunyi


#di rumah ifa


ifa pulang sekolah dengan lesu karena lelah. karena ada pertemuan di ruang razia untuk membahas razia yang akan di gelar di sekolah an nya..


ifa sesampainya di kamar langsung melempar tubuhnya ke kasur..


"uhh capek nya..."


ifa langsung mengambil handuk dan bergegas membersihkan diri..


setelah membersihkan diri ifa langsung memasak untuk makan malam..


#di meja makan


"ayah ifa boleh tanya gak..?" tanya ifa kepada ayah


"hemmm." jawab ayah tanpa melirik ifa sedikitpun


"yah ifa kan sebentar lagi lulus, lalu ayah mau minta ifa lanjut sekolah di mana yah..?" tanya ifa sambil memainkan sendok dan garpu nya..


"nanti di bahas setelah selesai makan ya sayang.." sahut mama yang menuangkan segelas air untuk ayah.


setelah semua nya selesai makan malam ifa langsung ikut berkumpul di ruang keluarga..


ayah ifa masih sibuk dengan ponsel nya. sedangkan, ifa tidak berani bertanya kepada ayah nya..


"mama.. mama coba tanya in ke ayah.. tentang sekolah ifa.." rengek ifa sambil menggoyangkan lengan mama nya itu..


"ayah.. ini gimana dengan sekolahnya ifa.? " tanya mama, ifa masih memeluk lengan mama nya itu dengan manja.


"ayah sudah pikirkan ma.. rencana nya ifa mau ayah sekolahkan di SMA favorit Kota E


dan masuk di asrama saja.." kata ayah sambil mematikan ponsel nya itu


seketika membuat ifa terkejut, karena ifa sejak kecil tidak bisa jauh dari orang tua nya itu..


"tapi ayah, apa ayah sudah berfikir 100× lipat..? untuk menyekolah kan ifa di luar kota..?" tanya mama sambil mengusap puncak kepala ifa.


"iya ma,.. ayah sudah fikirkan.. atau begini saja.. biar ifa pilih sendiri saja.. mau sekolah di SMA favorit kota E.. atau sekolah di luar negri saja.?" tawar ayah..


"sudah lah ma.. ifa menurut saja kata ayah.. asalkan itu membuat ayah senang ifa akan turuti permintaan ayah.." kata ifa sambil mengambil bantal kecil


"nah ifa saja mau kok ma.." kata ayah


"ifa pamit ke kamar duluan ya.." kata ifa sambil beranjak pergi


di kamar ifa.. ida duduk di tepi jendela sambil menatap indah nya langit malam..


yang tanpa di sadari ifa.. ifa meneteskan air mata yang membuat pipi chuby nya itu basah karena tetsan air mata nya itu..


CEKLK. (bunyi pintu kamar ifa )


"ifa.." pangil mama dari pintu


"iya ma.. ada apa?" tanya ifa sambil menghapus tetesan airmata nya itu


"ifa.. apa kamu bahagia dengan keputusan ayah mu itu..?" tanya mama ifa sambil mengelus pundak putrinya itu


"ifa bisa bahagia atas ridho ayah dan mama.. jadi, apa pun keputusan ayah dan mama.. ifa akan terima dengan lapang dada.. " kata ifa sambil memegang punggung tangan mama nya itu


"ya sudah kalau begitu.. cepatlah tidur.. besok kamu harus sekolah.." kata mama ifa sambil mengantar ifa di kasur..


bersambung....


untuk semua readers,,, terimakasih sudah mensuport Author sejauh ini ya..


jangan lupa bantu dukung author dengan cara.. like,,👍🏻 komen.. dan vote sebanyak banyak nya...


semoga kalian semua suka dengan cerita yang Author buat..


Terimakasih banyakk....


 


~***HAPPY READING***~