LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
pernikahan aida



3 hari sudah mereka semua jalani.


kini tiba waktu nya untuk pernikahan aida.


aida memilih menikah dengan cara yang ifa lakukan dulu.


dan tentunya, teman teman aida dan ifa yang lain juga tidak di beri tau.


malam itu, ifa menjadi pengantar aida. karena aida sendiri anak tunggal dari keluarga nya.


jadi, pantas. saja aida selalu mendapatkan kasih sayang lebih dari semua keluarga nya.


malam itu aida melaksanakan ijab kabul nya di tempat yang sama di mana ifa dulu menikah.


"lo kenapa ..?" tanya aida kepada arya.


"aku nerves fa." kata arya yang sudah benar benar tidak bisa di artikan


"tenang, tarik nafas.. buang.." kata ifa sambil memperagakan nya


"bagaimana..?" tanya ifa


"masih sama..." kata arya yang makin gelisah.


"gini, yang minta lo nikah siapa..? lo kan..? setelah lo nikah, semua tanggung jawab aida ada di lo.. jadi,ini belum seberapa.. gw yakin lo bisa." kata ifa. sambil metakin kan arya.


"ok.. aku akan berusaha" kata arya.


"kalau gitu, gw pergi dulu.. gw mau ketemu aida.


lo di temen in rehan aja dulu ya.. toh juga dia yang udah pengalaman, tanya aja ke dia" kata ifa sambil melirik devil ke arah rehan.


setelah ifa pergi, rehan memberikan tips agar dia tidak nerves ketika ijab kabul nanti. bahkan rehan bercerita kepada arya bagaimana dia ketika ingin menikah dengan ifa.


ifa berjalan ke ruangan rias aida, dia melihat aida dari cermin dan sangat terlihat cantik.


"eleuh.. eleuh.. cantik nya kawan ku ini" goda ifa.


" fa, gimana nih.. gw takut" kata aida


"tah.. napa takut, lo ingat gak.. dulu lo yang nasehatin gw pas gw mau nikah.." kata ifa.


"sayang, ayo sudah mau di mulai.." kata mami aida.


"tante, arya nya sudah di sana..?" tanya ifa


"sudah.. makanya tante pangil aida." kata mami aida


"mami.. aida minta maaf jika selama ini aida banyak salah sama mami..


kini aida sudah akan berkeluarga, aida minta restu dari mami" kata aida sambil memeluk mami nya .


"iya sayang, mami sudah maaf kan kamu.. semoga pernikahan mu nanti menjadi keluarga yang bahagia selalu.. " kata mami aida sambil mengelus aida.


"sudah ayo.. nak ifa kamu bisa antar aida kan..?" kata mami aida.


"bisa tan.." kata ifa dan langsung membawa aida ke tempat ijab kabul nya.


ketika ijab kabul di laksanakan.. ya tau lah.. arya begitu nerves hingga harus mengulangi ijab kabul nya hingga 2×.


"arya, tenang.. ingat yang sudah rehan katakan.." bisik ifa kepada arya.


lalu arya mengambil satu tarikan panjang dan mengulangi ijab kabul nya kembali.


akhirnya aida dan arya sah menjadi suami istri.


mereka berdua meminta restu kepada orang tua masing masing.


"ifa.." teriak aida dengan pelan sambil memeluk ifa.


"selamat ya, jadi kan gw gak sendirian" kata ifa.


"sudah sudah.. " kata ifa sambil mengelus pundak aida.


malam itu, ketika ifa sedang berdiri dan berbincang bincang dengan aida. dia melihat wanita yang bersama rehan. di mall waktu itu datang.


tanpa malu, wanita itu mengandeng tangan rehan, dan rehan pun tidak menyadari nya jika itu sekertaris nya


ifa hendak menangis tapi, dia langsung memalingkan wajah nya dari hadapan nya itu dan kembali berbicara dengan aida


"lo kenapa??" tanya aida.


"gak apa apa ai.." kata ifa sambil mngelap air mata nya.


*****


"ah.. tuan masundra apa ini menantu anda..?" tanya salah seorang teman tuan masundra


ketika rehan dan tuan masundra menoleh ke arah wanita yang sedang mengandeng rehan mereka berdua langsung terkejut, dan sontak rehan langsung melepaskan gandengan nya itu.


"oh.. maaf dia bukan menantu saya, dia sekertaris anak saya ." kata tuan masundra


"lo kenapa gandeng tangan gw, malu ngerti gak..?" bisik rehan kepada rima


"maafkan saya tuan.. saya tadi ketakutan " kata rima yang mencari alasan.


"rehan, cari istri kamu.. bawa dia kemari papa akan kenalkan dengan rekan papa" kata tuan masundra dan di angguki oleh rehan.


rehan datang kembali dan membawa ifa.


"ini menantu saya,.." kata Tuan masundra sambil memperkenalkan ifa.


"hallo.. saya winda.. teman kerja tuan masundar" kata winda.


"saya ifa.. istri tuan rehan" kata ifa dan seketika membuat rima terkejut.


"jadi, anda yang kemarin di kantor itu..?" tanya rima dengan kaget


"iya, dia istri saya.." kata rehan dengan ketus


"papa, ifa tidak enak badan. ifa mau pulang saja,, " kata ifa dengan tiba tiba.


"kamu kenapa nak..? " tanya papa rehan


" gak apa apa pa.. mungkin ifa kecapekan.." kata ifa.


"rehan bawa istri kamu pulang, dan segera ajak dia istirahat.." kata papa rehan


"kalau begitu kami permisi dulu" kata rehan sambil berpamitan.


"aku pamitan dulu sama arya dan aida.." kata ifa.


"ya sudah ayo.." kata rehan.


mereka berdua langsung pulang setelah berpamitan dan langsung ke rumah.


sesampai nya di rumah ifa langsung membersihkan diri.. namun, ifa terlihat cuek dengan rehan..


"ada apa lagi ini..?" tanya rehan


"gak apa apa" kata ifa dengan cuek.


"ada apa?? cerita lah..??" kata rehan dengan lembut sambil memegang dagu ifa.


"kamu cemburu??" tanya rehan


"idih.. GR.." kata ifa dengan kesal.


"jujur saja lah.." kata rehan


"kalau iya kenapa kalau ngk kenapa??" tanya ifa dengan kesal.


"kalau iya, ya syukurlah.. kalau ngak juga gak Apa apa" kata rehan.


"dengar, dia tadi hanya ketakutan.. dan aku pun tidak tau kalau itu dia.. aku kira itu kamu.. jadi, maafkan aku" kata rehan dengan lembut.


ifa menatap mata rehan


"benar kah??" tanya ifa.


"iya,, tidak ada wanita lain selain kamu.. kecuali mama" kata rehan


ifa langsung di peluk oleh rehan dengan lembur dan akhirnya mereka tidur.. karena sudah terlalu capek.


"Sudah ayo tidur.. besok kita sekolah.." kata rehan


pagi nya ifa berangkat sekolah bersama rehan.. sedangkan aida di antarkan arya, dan setelah itu arya berangkat ke kantor..


"ifa.." teriak aida


"cerah amat wajah lo.." sidir aida.


"ya, iya lah cerah kan udah punya temen tidur.."sindir rehan yang ada di sebelah ifa.


tiba tiba ifa melihtmat sebuah bekas merah fi leher aida, tak hanya satu tapi sangat banyak..


"aida ini bekas apa..??" tanya ifa


"hah.. bekas??" tanya aida kembali dengan kebingungan..


"tunggu dulu jika gw lihat.. ini bekas.." kata ifa yang belum terselesaikan..


"hah... lo udah lakuin tadi malam??" tanya ifa


"yah, kok lo tau sih..?" kata aida.


"lo pikir gw **** apa.??" kata ifa dengan kesal.


"widih.. ngeri bangat lo, udah malam pertama sama arya" kata rehan


"gw aja blumm" sindir rehan..


"ya, mau gimana lagi.. dia nya udah minta.. kan gw juga gak.mungkin nolak.." kata aida dengan polos.


"sip.. istri yang baik.." kata rehan


"trus aku ngk gitu?" kata ifa dengan kesal.


"yaa, gak gitu" kata rehan


ifa langsung melepas switernya dan meminta aida memakainya.


"nih pakai.. jangan sampai yang lain liat," kata ifa


"kenapa?? tanya aida.


"lo tuh kalau **** jangan kebangetan dong ai,, sekali lo ketauann.. mau di keluarin lo?? kita sekolah tinggal sebentar doangg.. " kata ifa.


"iya juga ya, kalau gitu thanks ya.." kata aida


"udah ayok.. masuk aja ke kelas" kata rehan.


mereka langsung masuk kedlam kelas.


"ikut gw bentar" kata ifa sambil menarik lengan aida.


"mau kemana??" tanya aida.


"gak usah banyak bacot" kata ifa dengan kesal.


*****


sesampai nya mereka di taman, ifa berbicara sesuatu kepada aida.


"aida, gw mau ngomong serius sama lo.. " kata ifa dengan serius


"umur lo sama gw itu sama.. kita berdua masih muda"


"rahim lo belum cukup matang untuk menerima bayi yang suatu saat akan lo kandung.." kata ifa.


"hah maksud nya??" tanya aida.


"nanti pulang, kita ke rumah sakit dulu.. biar dokter aja yang jelasin..


telfon arya bilang gak usah jemput" kata ifa


"trus nanti naik apa??" tanya aida .


"taxi" kata ifa


lalu aida segera menelfon arya


("mas, maaf ya nanti gak usah di jemput, aku pulang bareng ifa. sekalian mau beli barang") kata aida.


("ok sayang, hati hati ya") kata arya.


dan langsung mengakhiri pangilan nya.


"idih.. dah di pangil sayang.. gw jijik" kata ifa


"bilang aja lo gak mau di pangil sayang ama si rehan kan..?" sindir aida.


setelah pulang sekolah mereka berdua langsung je rumah sakit,


aida dan ifa di berikan pengarahan semua yang mereka butuhkan.


lalu aida di berikan pil KB agar tidk hamil di dalam usia nya yang muda.


"lo gak minta juga fa??" tanya aida


"gaklah, kan gw belum lakuin itu" kata ifa


setelah mereka berdua keluar aida berpura pura kembali ke dalam karena ada yang tertinggal.


padahl dia ingin meminta pil KB untuk ifa.


dan aida memasukan ke dalam tas ifa dengan diam diam..


sesampai nya di rumah ifa langsung membersihkan diri.


"ifa,, tugas lo dari bu mita udah belum??" tanya rehan dengan berteriak.


"udah.." kata ifa yang masih di dalam kamar mandi.


"dimana??" tanya rehan lagi.


"di tas.. ambil aja" kata ifa


lalu, rehan membuka tas ifa dan mengambil buku ifa.


tapi, ada sebuah barang yang jatuh dan membuat rehan sedikit terkejut.


"apaan nih..?" kata rehan


mata rehan langsung terbelalak ketika melihat bahwa itu adalah pil KB..


ketika ifa keluar dari kamar mandi, rehan langsung bertanya kepada ifa.


"kamu, dapat obat ini dari siapa??" tanya rehan


"hah.. kok ada di sini??" tanya ifa


"lah kan.. di tanya malah balik nanya.." kata rehan dengan kesal.


"itu pasti ulah aida.." kata ifa dengan geram.


akhirnya ifa menceritakan semuanya kepada rehan, dan langsung memarahi aida lewat telfon.


"dah buang aja.." kata ifa dengan kesal.


"gak di buang juga gak apa spa.. toh juga kalau kamu mau minum ini berarti aku boleh dong..?" goda rehan


"aku tampol kau.. buruan buang" kata ifa dengan kesal.


"ilah.. yang nikah duluan siapa.. yang dapet jatah malam pertama siapa?? nasib nasiibb!" kata rehan


"aku dengar ya.." kata ifa


lalu ifa menelfon arya dan menjelaskan semua nya. untung nya arya orang nya mudah mengerti.. jadi, ifa tidak susah susah untuk menjelaskan nya panjang kali lebar


bersambung..