LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
mulai mengidam yang aneh aneh.



minggu depan nya ifa, rehan, arya, dan aida pergi ke tempat nenek ifa hanya untuk makan bakso saja.


mereka semua naik pesawat karena tempat nenek ifa berada di luar provinsi.


yaitu di profinsi H.


sesampai nya di hotel ifa sudah merenggek ingin meminta bakso mang uu. tapi, rehan tidak bisa memenuhi nya. karena mengingat sudah jam 2 pagi.


"pokok nya aku ingin bakso mang uu sekarang.." rengek ifa dengan menangis sambil memukul pelan dada rehan.


"kita beli besok pagi ya, ini masih jam 2 pagi sayang.. lebih baik kamu tidur dulu" kata rehan sambil berusaha menenangkan ifa.


"bagaimana ini, dia semakin menangis" tanya rehan kepada arya, yang sudah kuwalahan menahan ifa.


"iya, aku juga lihat." kata arya dengan kesal karena dia sangat mengantuk.


lalu arya mendekati ifa dan mendudukan ifa di tepi kasur.


"ifa, dengarkan aku. ini masih jam 2 pagi, bakso nya juga belum ada. lebih baik sekarang kamu tidur dan berhentilah menangis" kata arya dengan sedikit penekanan sehingga membuat ifa diam seketika.


"nah, begini kan bagus. sekarang tidur lah" kata arya sambil menarik selimut untuk ifa.


lalu ifa segera memejamkan mata, baru arya bisa keluar dari kamar ifa.


#kamar arya


"gimana mas, ifa sudah tidur?" tanya aida yang masih menunggu arya di kasur sambil memainkan ponselnya.


"dia benar benar membuat aku dan rehan menjadi gila, ini baru anak pertama. belum yang kedua.. " kata arya sambil mengacak acak rambut nya sendiri.


lalu aida tertawa karena melihat suami nya itu terlihat tampak kesal.


"sayang, apa kamu sudah selesai? aku sudah rindu" kata arya yang sedang mengambil posisi duduk di samping aida.


aida, yang sudah paham maksud arya sebenarnya tidak bisa menolak arya. tapi, aida belum selesai datang bulan.


"maaf mas, aku belum selesai.." kata aida dengan sedih.


"baiklah, tak apa. aku harus menunggu berapa lama lagi?" tanya arya yang sudah mulai kesal.


"mungkin 1 hari lagi.." kata aida sambil mencubit pelan pipi arya


"ah..sialan, 1 hari akan terasa 1 tahun bagi ku" kata arya yang sekarang benar benar sudah tidak tahan


"sabarlah sayang.." kata aida sambil mengacak acak rambut arya.





pagi hari nya, ketika rehan terbangun. dia melihat ifa masih tertidur. lalu rehan segera mandi dan membangunkan ifa.


"sayang, bangun. ini sudah pagi" kata rehan sambil berusaha membangunkan ifa dengan pelan.


lalu ifa bangun dan segera mandi lalu bersiap siap.


Tttokkkk.... tttoookkkk.. (suara ketukan pintu kamar)


lalu rehan membuka kan pintu.


"di mana ifa?" tanya arya


"dia masih bersiap siap.." kata rehan yang sedang menutup pintu.


tidak lama kemudian ifa keluar dari kamar mandi, dan setelah beberapa lama mereka semua segera berangkat ke tempat nenek ifa.





selama 15 menit perjalanan ifa hanya diam membisu dan tidak berbicara pada siapapun.


sesampai nya di rumah nenek ifa, ifa dan yang lain nya langsung di sambut dengan baik di rumah nenek ifa.


"cucu ku sekarang sudah besar.. bahkan dia akan memberikan aku cicit" kata nenek ifa sambil mencubit pelan pipi ifa.


"dan kau, kapan kau akan memberikan aku cicit? masa kamu kalah dengan adik mu?" tanya nenek ifa kepada arya.


"aahh nenek, aku masih proses.. " kata arya sehingga membuat yang lain ikut tertawa.


"kalau begitu ayo masuk.. " kata nenek ifa mempersilahkan yang lain masuk.




"ani, siapkan 2 kamar untuk mereka" kata nenek ifa kepada pembantu rumah nya.


"baik nyonya" kata ani dan langsung bergegas pergi.


"kalau begitu ayo kita makan dulu. kalian pasti lapar." kata nenek ifa yang sambil menuju ke arah meja makan.


ketika ifa melihat semua makanan itu ifa langsung kehilangan selera makan nya. dia merasa malas untuk makan padahal itu semua makanan kesukaan ifa.


"ayo sayang di makan" kata nenek ifa


"nenek, aku tidak berselera makan.. " kata ifa yang masih murung.


"ifa, kamu harus banyak makan. agar bayi yang ada di kandungan mu sehat selalu" kata tante iren


"tante aku tidak mau makan" kata ifa sekal lagi.


"dan aida, kamu juga harus banyak makan.. dan tente mohon jangan jadi seprti ifa ketika kau hamil nanti" kata tante iren dan membuat yang lain tertawa.


"ayo makanlah sedikit" kata rehan yang hendak menyuapi ifa


"tidak, aku tidak mau.." kata ifa dengan lemas.


"if, kasihan anak kita.. setidkanya makan lah sedikit saja" kata rehan dengan memohon.


lalu ifa mau makan walaupun hanya beberapa suap saja.


"nah,begini kan bagus" kata rehan sambil mengus rambut ifa


"sudah, cukup. aku sudah tidak mampu menelan makanan lagi" kata ifa yang wajahnya sudah memerah.


siang nya mereka bergegas membeli bakso mang uu seperti yang ifa inginkan.


"eh non ifa, " sapa mang uu


"mang, aku mau bakso nya " kata ifa dengan lucu


lalu yang lain ikut memesan dan makan bersama


"tentu saja, ini sangat enak." kata ifa yang masih sibuk menyantap bakso nya.


setelah mereka semua selesai. mereka bergegas pulang ke rumah nenek ifa dan beristirahat.


rehan yang masih tertidur meraba raba tempat di mana ifa tidur. namun, rehan tidak menemukan ifa.


lalu rehan segera bangun dan mencari ifa.


"nenek, apa kau melihat ifa?" tanya rehan yang sudah panik.


"tidak, nenek belum melihat nya" kata nenek ifa


lalu mereka berdua mendengar tante iren marah marah di samping rumah.


"ifa, turun lah." teriak tante iren yang menyuruh ifa turun.


"nanti tante, aku masih nyaman di sini" kata ifa yang keasyikan menyantap buah rambutan dari pohon.


lalu rehan dan nenek ifa keluar dan melihat apa yang terjadi, mereka berdua terkejut melihat ifa yang pecicilan di atas pohon.


"ifa apa yang kamu lakukan di atas sana?" tanya rehan yang sudah khawatir


"apa kau tidak melihat ku? aku makan rambutan" kata ifa yang masih saja keasyikan makan rambutan


"astaga,, aku bisa meminta orang untuk memetikan nya untuk mu sayang" teriak rehan dan berusaha membuat ifa turun tapi, usaha nya sia sia.


"kau tadi masih tidur. jadi, aku petik saja sendiri" kata ifa


lalu dari lantai 3 terdengar suara keributan sehingga membangunkan arya dan aida. lalu arya membuka jendela dan melihat apa yang terjadi


"ada apa di bawah sana?" tanya arya sambil berteriak.


"turun lah, lihat adik mu memanjat pohon" kata tante iren dengan kesal.


seketika mata arya terbelalak dan segera turun bersama aida.


"ifa turun sekarang juga.!" perintah arya dengan penuh tekanan.


"tidak mau." kata ifa yang masih saja sibuk.


aida tertawa karena melihat ifa yang lucu ketika memanjat pohon.


lalu, arya pergi dan mengambil tangga dari gudang belakang,


"ayo turun" kata arya yang sudah berada di depan ifa.


"baiklah, aku turun" kata ifa dengan kesal.


setelah ifa turun dia kena marah nenek nya karena dia sudah kelewat batas.


"apa kau tidak berfikir? kenapa kau memanjat pohon dan membahayakan dirimu dan kandungan mu?" tanya nenek ifa yang sudah benar benar marah


"yaa,,,...- kata ifa yang belum terselesaikan. karena dia merasa perutnya sangat keram


"aaauuh.. perut ku sakit" teriak ifa kesakitan sambil memegangi perut nya


"itulah akibatnya jika kamu tidak berfikir 10× lipat!" kata tante iren dengan kesal.


lalu rehan membawa ifa masuk kedalam, dan menduduk kan ifa di sofa.


tidak lama ani datang dan Membawakan segelas air untuk ifa.


"ini minum obat mu" kata rehan sambil menyodorkan obat kepada ifa


"tidak mau" kata ifa yang masih merasa perutnya keram


"jangan buat aku marah kali ini ifa, cepat minum obat mu. " kata rehan yang sudah mulai kesal.


lalu ifa meminum obat nya dengan terpaksa. dan setelahnya dia merasa sudah lebih baik.


"ifa jangan ulangi hal ini lagi" kata arya karena dia khawatir dengan ifa


"baiklah.." kata ifa dengan penuh penyesalan.


"lagian kau ini ada ada saja fa, kenapa kau tidak meminta orang lain saja untuk mengambilkan rambutan itu untuk mu?" tanya aida sambil memainkan rambut arya yang duduk di bawah sofa.


"aku tidak berfikir sejauh itu" kata ifa dengan santai


lalu neneh ifa menggeleng geleng kan kepala nya karena tingkah ifa.


ifa mengelus pelan perut nya dengan sedikit tersenyum.


"astaga, inj baru anak pertama ku.. bagaimana. dengan anak kedua ku nanti?" keluh rehan yang melihat ifa


lalu yang lain tertawa karena mendengar kata kata rehan tadi.


*****


setelah 1 minggu menginap akhirnya mereka kembali ke rumah.


sesampai nya ifa di rumah, ifa langsung menyiapkan makanan untuk rehan


"apa kau tidak lelah?" tanya rehan


"tidak, aku malah merasa enakan jika melakukan aktifitas ku" kata ifa dengan tersenyum manis


"baiklah lakukan sesuka mu asalkan jangan sampai itu kelewat batas." kata rehan yang sedikit dengan penekanan.


"besok bisa kah kau mengantar ku ke dokter?" tanya ifa yang masih sibuk menyiapkan makanan di meja makan.


"kenapa memang nya? apa kau sakit?" tanya rehan yang sudah khawatir begitu saja


"tidak, aku hanya ingin memeriksakan kesehatan kandungan ku saja" kata ifa dengan santai.


"oh baiklah". kata rehan.




pagi nya, rehan membawa ifa. kedokter kandungan.


ya iya lah ke dokter kandungan masa iya ke dokter hewan.


****


"bagaimana dok keadaan istri dan kandungan nya?" tanya rehan


"ibu dan calon bayi nya sehat sehat saja. ini baru 3 bulan jadi, tolong di jaga baik baik." kata dokter.


"kalau begitu ini vitamin dan obat tambah darah nya, di minum secara teratur ya" kata dokter sambil memberikan vitamin kepada ifa.


"kalau begitu kami permisi dulu" kata rehan sambil membantu ifa untuk keluar ruangan..


bersambung....