LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
rehan yang garang



setelah 1 tahun mereka ber empat di amerika, akhir nya ifa dan aida menyelesaikan kuliah nya. begitu pula rehan dan arya, namun rehan masih inggin melanjutkan kuliah nya nanti ketika sudah pulang ke tanah air.


waktu, itu mereka pulang dari amerika pada bulan januari


dan kabar buruk nya rehan lupa dengan ulang tahun ifa.


waktu itu karena ifa sudah sangat lelah, ifa langsung tidur tanpa memikirkan apa pun.


malam nya ifa terbangun dan melihat ke arah jam.


"astaga, kenapa aku bisa terlelap begini.?" kata ifa dengan terkejut


lalu ifa segera membersihkan diri, dan segera mencari rehan.


lalu ifa membuka ponselnya dan melihat pesan dari rehan.


@rehan ("sayang, maaf aku ke kantor tanpa ngabarin kamu. kamu tidur nya pulas banget.. aku pulang agak malam. kamu gak usah nungguin aku ya.")


ah syukurlah jika dia hanya di kantor.


lalu ponsel ifa tiba tiba berbunyi.


"hallo ada apa ai..?" tanya ifa


("fa, besok pagi bisa gak temenin aku ke rumah sakit.?") tanya aida


"hah, kamu sakit..?" tanya ifa


("ngak,cuman mau konsultasi saja") kata aida.


"ok baiklah" kata ifa dan setelah nya mengakhiri panggilannya .


waktu sudah menunjukan pukul 12 malam. rehan baru sampai rumah dan melihat ifa tertidur di sofa ruang tamu.


"astaga, kamu pasti nungguin aku ya.." gumam rehan


lalu rehan segera menggendong ifa dan membawa ifa ke kamar.


setelah nya, rehan segera mandi dan tidur di samping ifa.


"eumm hari ini aku boleh minta izin gak.?" tanya ifa


"mau kemana??" tanya rehan yang masih menyantap sarapan pagi nya


"aku mau pergi sama aida ke rumah sakit" kata ifa


"hah, kamu sakit sayang??" tanya rehan dengan khawatir.


"nggak.. cuman mau nemenin aida konsultasi aja.." kata ifa


"iya sudah.. kalau sudah selesai langsung pulang ok.." kata rehan


"kalau begitu aku kekantor dulu ya" kata rehan dan langsung mengecup kening ifa.





pagi itu ifa dan aida ke rumah sakit pukul 9 pagi, dan aida langsung berkonsultasi dengan dokter..


"dok, apa kah di umurku yang masih menginjak 20 tahun ini sudah boleh kah jika aku hamil..?" tanya aida


"sebenarnya, usia rahim yang benar benar matang adalah ketika seseorang berumur 21 tahun an ke atas.. " kata dokter.


"ifa, lo mau ada yang di tanya in gak..?" tanya aida yang menyenggol ifa dan membuat ifa terkejut karena melamun.


"kamu mikirin apa?" tanya dokter


"ah nggak dok, aku hanya sedang memikirkan diri ku.." kata ifa dengan sedikit tersenyum


"maksud mu?" tanya aida


"kamu tau sendiri ai, aku sudah berumur 20 tahun dan itu tanda nya apa.?" kata ifa dan membuat aida teringat..


"dok, saya ingin pasang KB bisa..?" tanya ifa


"tentu saja bisa, mau kapan??" tanya dokter


"sekarang saja," kata ifa


"yakin? tidak mau bertanya dengan suami dulu??" tanya dokter


"gak usah dok.. sekarang saja, toh juga kalau aida mau sekalian pasang " kata ifa sambil melirik ke arah aida.


"suatu saat, jika anda ingin punya anak. ketika anda datang bulan datang kembali dan saya akan melepaskan nya" kata dokter


"baik dok.." kata ifa




"kamu yakin fa bisa nyetir?? kan tangan kamu masih sakit.. punya ku aja masih pegel rasanya " kata aida


"yakin, udah yok buruan pulang.. aku udah capek" kata ifa


lalu ifa melakukan mobil nya dengan cepat karena ifa sudah tidak tahan dengan rasa sakit nya


sesampai nya di rumah, ifa langsung menuju kamar, dan langsung istirahat..


sembari air mata nya menetes karena menahan sakit.


ketika rehan pulang, dia melihat ifa yang tertidur tidak pulas, dan di tambah ifa yang menangis.


"kamu kenapa syaang..??" tanya rehan sambil mengelus rambut ifa


"aku gak apa apa" kata ifa yang masih berusaha membuka mata nya.


"ini lengan kamu kenapa?" tanya rehan


"aku tadi, baru saja donor darah.." kata ifa dan langsung di yakini rehan.


"ya sudah, kalau begitu aku mandi dulu ya" kata rehan.


setelah rehan mandi dia duduk di samping ifa


"sayang, besok aku harus pergi ke london." kata rehan sambil memegang punggung tangan ifa


"mau ngapain..?" tanya ifa


"aku ada urusan bisnis di sana.." kata rehan sambil memainkan jari nya ifa.


"apa kamu mau ikut??" tanya rehan


"nggak aku di rumah saja.." kata ifa


"berapa lama di london nya?" tanya ifa


"hanya 2 hari saja" kata rehan..


"tapi, kenapa perasaan aku gak enak ya..?


"bisakah jadwa mu di undur??" taya ifa


"maaf sayang, tidak bisa" kata rehan.




lalu 2 hari kemudian, rehan harus berangkat ke london untuk bisnis nya.


dan ketika rehan sampai di london. mobil yang ia kendarai mengalami kecelakaan.


ifa yang tengah menonton tv dia di telfon oleh rehan


"iya ada apa..?" tanya ifa


"apa benar ini dengan istri tuan rehan..?" tanya. seorang suster.


"benar, suami saya di mana ya..?" tanya ifa


"maaf, suami anda mengalami kecelakaan siang ini.. dia sekarang ada di rumah sakit" kata suster itu dan seketika membuat ifa lemas dan tidak tau harus berbuat apa..


london itu jauh egep..


ifa merasa tidak berdaya, dan langsung pingsan begitu saja.


arya yang sudah mendengar kabar itu langsung bergegas menuju ke rumah ifa bersama aida.


aida dan arya mencari cari ifa di kamar dan di taman tapi tidak ada.


ya, iya lah gak ada wong ifa nya pingsan di bawah sofa kok..


lalu ketika aida sedang menuju ke arah ruang Tv dia melihat ifa pingsan di bawah sofa.


" mass,, mas.. mas arya.." teriak aida hingga beberapa kali.


"astaga ifa.." terkejut arya yang melihat ifa dengan wajah pucat.


"mas ayo bawa ke rumah sakit" kata aida yang sudah panik.


lalu aida memberikan kabar kepada keluarga ifa agar segera menemui ifa di rumah sakit


"dokter bagaimana keadaan adik saya..?" tanya arya dengan khawatir.


"pasien mengalami syok.. untuk sementara saya memberikan bius agar dia bisa beristirahat" kata dokter.


"kami, boleh masuk dok..?" tanya aida


"silahkan.." kata dokter


rehan tidak kuasa melihat ifa harus berada di rumah sakit lagi..


tidak lama kemudian orang tua ifa datang, dan menangis melihat kondisi ifa.


"kok bisa seperti ini..?" tanya mama ifa


"dia syok tante, mungkin setelah mendengar rehan kecelakaan" kata aida


"tante, kapan rehan di bawa pulang?" tanya arya .


"rehan.. rehann.. jangan tinggalin aku.." kata ifa dengan lirih yang masih menutup mata..


"ya tuhan, sayang.. mama mohon sadar.." kata mama ifa yang sudah menangis pecah


lalu arya mendapat telfon bahwa rehan sudah tiba di rumah sakit ini.


lalu Arya langsung menemui rehan, dan melihat kondisi rehan..


"kondisi dia bagaimana dok.?" tanya arya yang masih menatap rehan


"luka nya tidak terlalu serius.. tapi.." kata dokter yang belum terselesaikan.


"tapi apa dok." tanya arya dengan amarah


"dia mengalami, amnesia kecil. dia mungkin masih mengingat wajah dan nama kalian. tapi, kemungkinan dia juga tidak bisa mengingat masa Lalu dan kejadian lain nya" kata dokter seketika membuat arya terkejut.


"tapi. dia masih bisa sembuh kan dok..?". tanya arya


."tentu saja tuan jika dalam waktu 4 bulan dia rutin menjalani Terapy. maka akan mempercepat pemulihan nya " kata fokterv


"kalau begitu saya permisi dulu" kata dokter dan langsung pergi.


tidak lama kemudian orang tua rehan datang, dan terkejut melihat kondisi rehan


"apa yang dokter bilang..?" tanya papa rehan


lalu arya menjelaskan semua nya.. mama rehan hanya bisa menangis melihat kondisi putra semata wayang nya itu.


"lalu di mana putri ku.?" tanya mama rehan


"eumm i.. ii.. ifa ada di ruang ICU" kata arya dengan terbata bata


"dan bagaimana kondisi menantuku.?" tanya papa rehan


"dia syok berat om.. samapi sekarang dia belum siuman.." kata arya.


"om, titip rehan dulu..om dan tante mau menemui ifa" kata papa rehan dan langsung pergi menemui ifa.


ketika mereka berdua masuk di ruangan ifa, mereka melihat mama ifa yang sudah menangis terisak isak.


"bagaimana keadaan rehan masundra??" tanya ayah ifa


"dia- lalu papa rehan menceritakan semua nya dan seketika membuat yang lain terkejut nya bukan main.


"astaga, tuhan.." kata ayah ifa yang terkejut.


tidak lama, ifa bangun tapi dengan posisi dia menangis histeris dan memanggil manggil nama rehan.


"nak, sadar.." kata mama ifa dan mama rehan


"mama, rehan di mana.?" tanya ifa


"dia sudah ada di sini.. kamu jangan khawatir" kata mama rehan


"biarkan aku bertemu dengan nya" kata ifa yang memaksa.


lalu ayah ifa mengambilkan ifa kursi roda dan segera membawa ifa ke ruangan rehan.


"arya, apa yang terjadi sama rehan??" tanya ifa


lalu arya menjelaskan nya kepada ifa dan membuat ifa menangis kembali.


"bangun... rehan bangun.. " teriak ifa yang masih saja menangis..


"bangun, kamu gak ke kantor apa..?? bangun.. rehan bangunn....." teriak ifa


lalu rehan terbangun, dan dia melihat orang orang di sekeliling nya dan berusaha mengingat nama mereka semua.


"ifa. kenapa kamu ada di sini.?? dan kalian semua kenapa menangis.?" tanya rehan dengan suara lemas nya.


"kau ini bodoh sekali.. dengan istri sendiri tidak ingat" kata ifa dengan kesal


ifa lupa bahwa rehan mengalami amnesia sementara.


"istri..? kapan gw nikah.??" kata rehan dengan ketus tapi, masih sangat lemah.


seketika ifa langsung menangis karena ia tidak bisa menjaga rehan.


"sayang, ifa ini istri kamu.. kalian sudah menikah 3 tahun yang lalu" kata mama rehan


"rehan tidak ingat mat" kata rehan


lalu papa rehan dengan hati hati menjelaskan semua nya.


"pa. rehan merasa pusing" kata rehan


ifa langsung meminta arya untuk membawa nya keluar,.


lalu ifa di peluk arya agar sedikit tenang,


"aku gak tau harus gimana .." kata ifa yang masih saja menangis.


"ifa sayang, tenang.. kata dokter dia kan bisa sembuh.." kata arya


"aku tau.. tapi, kenapa dia tidak menganggap aku sebagai istri nya?? kata ifa yang masih saja menangis.


"ifa, butuh waktu untuk rehan mengingat semua nya.." kata arya dan langsung memeluk ifa




selama 17 hari rehan menjalani perawatan akhirnya rehan di per boleh kan pulang ke rumah..


sesampai nya di rumah, rehan sangat terkejut karena benar benar tidak mengenali rumah itu.


"ini rumah siapa ma?" tanya rehan


"ini rumah kamu sayang.." kata mama rehan


lalu mereka semua masuk dan membawa rehan ke dalam.


"lihat, itu foto pernikahan kamu.." kata papa rehan dengan halus.


tidak seperti biasa nya tuan masundra berbicara sehalus ini.


"ya sudah. ifa kamu langsung bawa suami kamu ke kamar ya, biar dia istirahat. mama sama papa langsung pulang" kata mama rehan


"mama hati hati" kata rehan


"ayo, biar aku bantu" kata ifa sambil membantu rehan menaiki anak tanga satu persatu.


ketika rehan masuk kedalam kamar, mata nya terbelalak melihat seisi kamar nya.


dia merasa pernah melihat semua nya, tapi rehan tidak menginggatnya


"istirahat lah.. malam ini aku akan tidur di sofa" kata ifa dan rehan hanya diam saja.. dan masih mencoba mengingat semua nya.


malam nya ifa tidur di sofa karena dia tidak mau menganggu rehan untuk sementara waktu. ketika pagi datang. ifa terbangun dan segera menyiapkan sarapan.setelah itu membangun kan rehan.


"rehan.. ayo bangun.." kata ifa sambil membangunkan rehan dengan halus


"kau mau mandi dulu atau mau langsung sarapan?" tanya ifa


"aku mau mandi dulu saja.." kata rehan dengan dingin.


ketika ifa masih di bawah dan menyiapkan sarapan rehan sudah berteriak teriak memanggil nama ifa dari kamar nya.


"Iffaa..." teriak rehan


lalu ifa segera menuju ke kamar nya


"ada apa?" tanya ifa.


"istri macam apa kamu ha..? bukan nya bantuin suami malah sibuk sendiri" kata rehan dengan kesal.


kenapa dia menjadi garang kepada ku? apa slah ku?


"maafkan aku, aku tadi sedang menyiapkan makanan." kata ifa


"baiklah, aku tidak mau meluaht barang barang ini ada di kamar.. apa apaan pedang di taruh di sini.. piano? dan apa ini semua?" kata rehan sambil memberantakan segala nya.


ya tuhan, ini adalah koleksi semua perhiasan, aksesoris dan jam ku.. dalam sekejap dia menyapu nya hanya dengan satu tarikan tangan sjaam


"baiklah nanti akan aku pindah kan" kata ifa dan segera membantu rehan turun


setelah itu ifa membereskan semua nya dan langsung memindahkan semua nya di gudnag dekat kamar nya.


"aku sudah membereskan semua nya" kata ifa dengan pelan..


"lalu apa lagi.." kata rehan dengan nada amarah


kenapa kau selalu membentak ku.. aku ini istrimu.. kau tidak pernah membentak ku sebelum nya.


"kau ingin aku melakukan apa?" tanya ifa


"pijit aku.." kata rehan dengan dingin


lalu ifa menuruti semua keinginan rehan dan langsung memijit rehan..


"mulai besok aku akan ke kantor. kamu di rumah saja" kata rehan dan tidak ada niatan melirik ke arah ifa.




pagi nya ketika rehan sudah berangkat ke kantor, ifa langsung ke rumah sakit dan melepas KB nya karena dia sedang datang bulan.


ifa merasa tidak nyaman jika harus memasang KB itu.


tentu nya, ifa melepas KB nya tanpa sepengetahuan siapa pun.termasuk aida.


sudah 1 bulan berlalu..


ifa merasa tingkah rehan malah semakin menjadi jadi, rehan menjadi orang yang mudah marah dan dia bahkan tidak segan segan membentak ifa.


jika menurut orang bentak an rehan itu tidak ada apa apa nya. tapi, ifa merasa bentakan itu sungguh membuat dia hancur..


hingga pada suatu saat...


bersambung.....