
karena ujian sudah di laksanakan. kini hanya kurang 2 hari saja menuju pernikahan rehan dan ifa.
hari ini ifa di minta keluarga masundra untuk ikut mencoba baju pengantin yang sudah di pilih kan nyonya masundra..
siang itu menunjukan pukul 11 siang.
keluarga masundra sudah menunggu ifa di tempat disainer ternama di kota A.
namun sampai jam 12 siang ifa tidak kunjung datang..
#ifa.
ifa tidak lupa dengan ucapan keluarga masundra bahwa hari ini dia akan mencoba baju pernikahan nya.
tapi, di sisi lain ifa harus menyelesaikan beberapa urusan kantor milik ayah nya yang menyangkut tentang korupsi besar di kantor ayah nya..
dreddttt.. dreedddttt... (suara ponsel ifa)
("nak kamu di mana?") tanya nyonya masundra
("maaf tante ifa masih di kantor ayah, untuk mengurus beberapa hal penting.. seperti nya ifa tidak bisa mencoba gaun nya.. apapun pilihan tante ifa akan suka..") kata ifa sambil terfokus dengan beberapa data di hadapan nya
("baiklah nak jika itu permintaan mu") kata nyonya masundra sambil mengakhiri panggilan nya
#butik
"pa.. kita saja yang pilih kan gaun untuk ifa, ifa sendiri yang meminta nya.. ifa masih sibuk di kantor ayah nya" kata nyonya masundra dengan murung
"hah.. kenapa calon pengantin malah di kantor.." kata tuan masundra dengan kesal
"ahh tidak apa apa lah.. rehan juga di kantor kan.." kata nyonya masundra
"baik lah kita yang pilih.. pastikan kamu menjadikan ifa dan rehan sangat serasi.." kata tuan masundra
nyonya mausundra langsung memilih beberapa gaun dan jas yang tepat untuk ifa dan Rehan.
#di kediaman aditya
"ayah di mana ifa?" tanya kakak ifa
"dia di kantor ayah.. sedang mengurus beberapa hal.." kata ayah sambil menaruh gelas di meja
"astaga ayah.. kenapa ayah biarkan ifa di kantor.. hari ini kan waktunya ifa memilih baju pengantin." kata kakak ifa
"oh kamu benar juga, ayah lupa.." kata ayah ifa
ayah ifa hendak menelfon ifa namun.. ifa sudah sampai di rumah..
"ayah.." sapa ifa dengan girang..
"kamu sudah pulang? kenapa kamu tidak bilang kepada ayah kalau hari ini adalah jadwal kamu memilih gaun pengantin?" kata ayah sambil mengelus rambut ifa
"ah. tidak masalah ayah.. lihat lah ini.. ifa sudah selesaikan semua nya.. dan ini adalah orang yang Sudah menggelapkan uang ayah..
tapi sayang dia sudah kabur.." kata ifa
"sudah lah nanti yang lain biar ayah yang urus.. sekarang beristirahat Lah.. besok pagi adalah pernikahan mu.." kata ayah..
ifa langsung meng iya kan kata kata ayah nya itu dan bergegas menuju kamar nya..
setalah ifa berganti baju. ifa mengemasi beberapa barang dan pakaian yang akan di bawa ifa ke rumah baru nya nanti.. tidak lupa di bantu bi Iyem
"bi. harus kah semua barang barang kesayangan ku ini aku bawa..?" tanya ifa sambil melipat baju nya..
"untuk apa non?" tanya bibi
"lah kan kalau aku di rumah nya rehan nanti, siapa yang akan mengurus semua ini?" tanya ifa kembali.
"bibi akan membersihkan nya setiap hari non.. non ifa tidak usah khawatir.." kata bibi sambil memasukan beberapa baju ke dalam koper ifa.
"bi.. aku mau bawa boneka buaya ini.. tolong nanti jangan lupa di masukan kan ya.." kata ifa
"non. ini boneka buaya non ifa sangat besar dan berat.. noh ifa yakin akan membawa nya?" tanya bi Iyem
"bibi sendiri kan tau kalau aku tidak bisa tidur tanpa boneka itu.." kata ifa
"non ifa boleh kak bibi berbicara sesuatu.." tanya bi Iyem
ifa hanya menganggukan kepala nya saja.
"non.. setelah ini non ifa akan tidur satu ranjang dengan den rehan.. jika non ifa membawa boneka besar ini.. maka, den rehan tidak akan mendapatkan tempat untuk tidur nanti.. " kata bi Iyem sambil menggoda ifa
"ah bibi ini apaan sih.. lalu aku harus bagaimana..?" tanya ifa sambil tersipu malu.
"biarkan boneka ini tetap di sini.. agar boneka ini juga bisa menjadi pengobat rindu keluarga non juga ketika. non sudah tidak di rumah ini.." kata bibi membuat ifa ber uraian air mata
"non.. maaf kan bibi, karena bibi non menangis.." kata bibi sambil memegang tangan. ifa.
"tidak apa apa bi.. ini adalah pernikahan ku.. jujur saja bi, aku tidak mencintai rehan seprti aku mencintai rafi dulu.. tapi, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk rehan nanti.." kata ifa sambil meneteskan air mata nya
"non.. nanti non ifa pasti juga bisa mencintai den rehan.." kata bi Iyem.
"oh ya non.. setelah ini non ifa segera lah tidur besok pagi banyak yang harus di laksanakan non ifa.. besok juga pernikahan non ifa kan.. pasti non ifa tampak cantik sekali.." kata bi Iyem membuat ifa sedikit tersenyum.
"memang besok harus ada ritual apa bi?" tanya ifa sambil mengusap air mata nya.
"besok jam 6 pagi. non ifa ada ritual pengremas an.. setelah itu di lanjut dengan memakai mahendi.. setelah itu nanti non ifa harus di rumah selama 1hari penuh sebelum acara pernikahan non ifa..
setelah itu jam 7 malam pernikahan non ifa akan di laksanakan di gedung yang sudah di pilih oleh keluarga masundra.." kata bi Iyem panjang kali lebar
ifa hanya melamun.. mengingat perkataan rafi pada saat itu..
"non.. non.ifa.." pangil bi ifa sambil menupuk pelan bahu ifa
"ah iya bi..?" kata ifa yang sedikit terkejut
"sudah larut non... non ifa istirahat saja.. biar ini semua bibi yang kerjakan.." kata bibi.
"tidak bi. ifa belum mengantuk.. ifa mau bermain bola basket saja di bawah.." kata ifa sambil beranjak pergi..
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
sesampai nya ifa di bawah ifa langsung bermain bola basket sendirian walaupun itu sudah larut malam..
tiba tiba kakak ifa datang
"hei gendut" pangil kakak nya dengan usil.
"berhentilah memanggil aku gendut sat" kata ifa dengan umpatan sambil memasukan bola ke ring basket.
"kebiasaan mengumpat mu tidak berubah ya .? besok lagi kamu menikah.. berhentilah mengumpati orang.." kata kakak ifa sambil mengendong putra nya
"kakak diam lah.. diri ku sedang tidak stabil.." kata ifa sambil me main kan bola nya dengan kasar
lalu kakak ifa mengantarkan putra nya kedlaam untuk tidur.
lalu kakak ifa kembali keluar lagi dan berbicara dengan ifa
sebelum berbicara dengan ifa,kakak ifa mengambil selang air lalu menyemprotkan nya ke arah ifa..
tentu saja, hal itu membuat ifa sangat kesal..
"apa yang kakak lakukan.. berhentilah menyiram aku dengan air dingin itu.." kata ifa sambil menghalangi air yang sudah membasahi tubuh ifa..
kakak ifa langsung mematikan selang air dan menarik ifa untuk duduk..
"ifa dengar kan kakak.. setelah kamu menikah nanti kamu akan mengalami perubahan.. kakak sungguh merindukan dirimu.." kata kakak ifa sambil menatap ke arah ring basket
"rindu sih rindu tapi jangan menyiram aku dengan air dingin itu.. lagian ini juga sudah malam" kata ifa dengan kesal.
"sekalian kremasi.. " kata kakak ifa sambil mengacak acak rambut ifa
"lagian kakak ini baru 2 tahun menikah sudah pikun.. ritual kremasi nya masih besok pagi.. apa kakak lupa??" tanya ifa dengan kesal.
"ifa.. dengarkan kakak..
kakak yakin rehan bisa menjadi suami yang baik untuk mu.. tapi, kakak mohon kamu juga harus bisa menjadi istri yang baik.. "kata kakak ifa
tiba tiba ifa memeluk kakak nya. dan menangis membuat kakak ifa terkejut
"kamu kenapa gendut.." tanya kakak ifa
"kak kenapa aku harus menikah di umur ku yang masih muda.." tanya ifa dengan suara tangisan nya
"percayalah ifa ini semua sudah di takdir kan oleh tuhan" kata kakak ifa
"sudah ayo masuk.. bersihkan diri mu dan segeralah tidur. atau tidak nanti aku akan di marahin mama karena mengajak mu bermain.." kata kakak ifa yang beranjak berdiri..
"kakak.. Gendong.."kata ifa sambil menjulur kan tangan nya
"astaga ifa.. baik lah ayo naik.." kata kakak ifa sambil membungkuk..
"besok setelah kau menikah minta lah kepada rehan untuk mengendong mu.." kata kakak ifa sambil tertawa..
ifa hanya menepuk pelan pundak kakak nya itu..
bersambung ....
jangan lupa dukung author dengan cara like komen dan vote sebanyak banyak nya..
terimakasih
semoga suka dengan cerita nya
selamat membaca