LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
Amarah ifa



rehan bertanya sesuatu kepada aida tanpa sepengetahuan ifa..


"ai, gw mau tanya sesuatu.." kata rehan


"mau tanya apa? mesti soal ifa ya..?" kata aida dengan usil


"selama gw gak berangkat sekolah apa aja yang terjadi.." tanya rehan..


"hei.. gabung ya.." kata sabrina


"selama lo gak berangkat ifa jadi lengganan telat. selama 1 minggu" kata aida


"hah.. telat..?" kata rehan dengan terkejut


"iya.. tapi, ifa selalu menyembunyikan segala hal dari kami semua.."kata sabrina


"trus apa lagi?" tanya rehan dengan penasaran


"sebenernya waktu itu, ifa sempat marah besar di sekolah.." kata aida


"hah marah kenapa?" tanya rehan karena kebingungan


"waktu itu, ifa tiba tiba dapet kiriman bunga mawar merah dari seseorang.. ifa kira itu dari lo.. tapi, pas dia lihat nama pengirim nya.. ifa langsung marah besar.." kata sabrina


"memang siapa yang mengirim kan bunga itu?" tanya rehan sambil menopang dagu


"rafi" kata aida


seketika mata rehan terbelalak terkejut atas kata kata aida..


"ifa langsung ke kelas nya rafi.. dia langsung marah dengan rafi.. tidak ada yang berani menenangkan ifa.. karena waktu itu. ifa benar benar seperti singa betina yang kehilangan anak nya.." kata sabrina sambil memainkan bolpoin..


"waktu itu ifa bisa tenang karena rendi, bisa menasehati ifa.. jika tidak .mungkin ifa sudah akan membunuh rafi di tempat..." kata aida..


"jadi, kalau lo macem macem sama ifa... siap siap mati aja lo.." kata sabrina yang tertawa dengan aida


"ehh.. kata nya besok kelas kita mau ada latihan pedang dengan kelas nya rafi ya?" tanya zayan yang muncul dari arah mana


"lo itu kayak setan ya.. datang gak di undang, pulang tak di antar" kata aida


"buly aja teruss... " kata zayan dengan kesal..


"eh.. iya gw baru inget tentang latihan pedang itu.. gw takut ntar 2 macan itu saling membunuh.." kata sabrina dengan khawatir


"ifa tidak akan bertindak sebelum dia yang bertindak.." kata aida..


"ifa memang terkenal dengan bermain pedang, dan bela diri.. tapi, ifa tidak menyalah gunakan semua keahlian nya itu.." kata aida yang membuat rehan berbinar binar


"ya sudah kita lihat saja besok.. dan lo rehan.. lo gak di izinkan ikut main pedang besok. karena lo baru keluar dari rumah sakit.." kata zayan


ke esokan hari nya


saat pelajaran pelatihan pedang.. sesuai dengan yang di khawatirkann..


kelas ifa harus berlatih dengan kelas rafi..


ifa tidak melirik rafi sedikit punn.. yang membuat suasana tambah merinding adalah.. ketika ifa sedang melatih aida..


aida, menggunakan pedang, dan ifa hanya menggunakan tongkat saja..


mereka semua merinding melihat ifa, karena ifa melatih teman teman nya, tanpa memasang ekspresi apa pun..


ifa tampak tegas dan tidak bermain main sedikit punn..


tiba tiba dari arah yang berlawan an..


"angkat pedang lo.. jangan jadi pecundang.." kata rafi dengan nada keras membuat semua anak melihat ke arah nya termasuk ifa..


ifa melihat ke arah rafi dengan melipat kedua tangan nya..


rafi melatih teman teman nya dengan sangat kasar.. tidak seperti.. ifa..


karena sudah terlalu keterlaluan. rafi hampir saja melukai salah satu teman nya.. tapi, tiba tiba ifa menghentikan permainan rafi dengan memegang bagian tajam pedang rafi untuk melindungi teman rafi yang sudah tidak berdaya..


tentu saja. pedang itu sangat tajam.. ifa memegang pedang rafi dengan memasang wajah emosi dan amarah besar..


lalu semua orang yang ada di tempat latihan pedang terkejut melihat darah ifa yang bercucuran dengan deras..


rafi hendak melepaskan pedang nya namun di tahan dengan ifa..


lalu pedang itu di tarik ifa dan di lemaot ke arah yang jauh..


rehan yang hendak menghampiri ifa langsung di cegah oleh seila..


"i..i..ifa ma.. maafin gw.. gw gak sengaja.." kata rafi dengan terbatas bata


"Gak seharusnya lo nyerang junior lo sendiri. di tambah dia udah lelah.. LO MAU NYELAKAIN DIA HA??" kata ifa Dengn penuh amarah..


"jika itu cara main lo.. ambil pedang lo.. Lawa gw.. " kata ifa dengan nada menantang.


rafi hanya tertunduk tidak bisa berkata apa apa


tiba tiba pak umam datang dan melihat tangan ifa sudah berdarah..


"sifa, bawa ifa ke uks dan segera obati tangan nya itu.." kata pak umam..


sifa langsung menarik ifa untuk ke uks.. namun ifa menolak.. ifa berjalan sendiri ke uks dengan wajah Amarah nya itu..


lalu rafi di berikan hukuman oleh pak umam dengan mencopot gelar pelatih pada diri rafi.


ketika ifa di uks.. tiba tiba tangan ifa ada yang memegang..


"ifa apakah ini sakit?" tanya Chiko


"tidak.. ini tidak terlalu sakit.." kata ifa dengan mata yang berkaca kaca


"ifa.. kamu tidak boleh menyakiti diri kamu sendiri.. hanya karena manusia b******* itu.. " kata Chiko..


"lebih baik kamu pergi Chiko.. ini bukan waktu yang tepat untuk mu untuk berada di sini.." kata ifa tanpa menatap Chiko..


lalu sifa datang dengan membawa beberapa peralatan obat untuk mengobati nya..


rehan, aida, lita, sabrina, ica, dan zayan datang ke uks untuk melihat keadaan ifa..


mereka melihat ifa sedang menangis lirih..


sifa yang melihat ifa menangis langsung bertanya kepada ifa


"apakah aku terlalu keras mengobati mu.." tanya sifa sambil meniup luka ifa dengan pelan


ifa hanya mengeleng kan kepala nya..


"ifa lo udah gak sayang ama nyawa lo apa?" tanya aida dengan kesal..


ifa hanya diam membisu di kala aida bertanya kepada nya..


rehan langsung duduk di sebelah ifa dan memegang lengan kanan ifa yang masih di obat i oleh sifa..


"lo mikir in apa?" tanya rehan


"gw hanya mikir.. apa perlu gw yang harus pindah sekolah agar gw gak ketemu ama manusia b******** itu?" tanya ifa


"hus.. mulut lo itu suka banget sihh ngumoat in orang" mata rehan sambil menepuk pelan jidat ifa..


"nahh sudah selesai.. " kata sifa secara tiba tiba..


"ifa lain kali jangan bahayain diri lo sendiri.. jangan bikin kita khawatir " kata lita.. sambil melihat sifa yang masih membereskan kotak obat nya..


"dah.. yok pulang. bentar lagi juga bel.." kata zayan sambil menarik lengan aida dan ica


sontak membuat ica dan aida menjambak rambut zayan.


"oiii.. rambut gw baru tumbuh tadi malem..." kata zayan yang meringiz kesakitan


mereka berdua hanya tertawa melihat ekspresi zayan..





sasampai nya di rumah ifa langsung membersih kan diri.. ketika ifa hendak makan dengan menggunakan tangan kiri nya.. ia langsung di hentikan oleh rehan. lalu rehan menyuapi ifa dengan telaten..


"gw bingung ama lo.. kenapa lo gak takut terluka.." tanya rehan sambil menyuapi ifa..


"kenapa ge harus takut..? toh kalau gw mati, juga merem..." kata ifa dengan memasang wajah datar nya..


"idih.. gak bakal gw biarain ya.. gw juga gak mau jadi duda muda.." kata rehan dengan kesal..


"tapi kalau ge yang mati duluan gimana fa?" tanya rehan dengan usil


"gw juga gak bakal biarin itu terjadi.. toh gw juga gak mau jadi janda muda.." kata ifa dengan tersenyum devil ke arah rehan ..


setelah mereka beruda makan..


ifa langsung ke ruang audio nya.. untuk membuat musik baru..


dan rehan pergi ke ruang kerja nya untuk mengurus sesuatu..


malam nya ketika ifa duduk di kasur sambil bermain ponsel nya.. rehan mengatakan sesuatu kepada ifa.


"fa, gw gak tau.. darimana gw bisa cinta ama lo.." kata rehan dengan serius..


"selagi gw masih bernafas, gw bakal sekuat tenaga untuk terus dampingi lo.. dan gw janji. bakal selalu jadi suami yang baik buat lo.." kata rehan sambil meng arah kan pandangan nya. ke arah ifa


"tapi, gw belum.bisa mencintai lo.. gw belum.bisa mencintai lo sepenuh yang ge bisa..


tapi, gw bakal berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk lo juga.." kata ifa hingga membuat mereka saling bertatapan.mata..


rehan langsung men**** ifa dan di sambut baik oleh ifa...






setelah beberapa hari luka ifa sudah mulai sembuh dan ifa bisa beraktivitas seperti sedia kala..


ketika hari minggu ifa minta di teman i rehan untuk jalan jalan sebentar ke mall untuk membeli baju baru..


"ehan... " pangil ifa


"siapa itu?" tanya rehan


"ya lo lah.." kata ifa dengan kesal.


"nama gw itu rehan bukan ehan.." kata rehan sambil menjitak kepala ifa


"rehan kepanjangan.. jadi gw singkat jadi ehan.. anggap saja itu panggilan kesayangan gw ke lo.." kata ifa yang masih memilih.. baju


"emm.. lo pernah pacaran Gak??" tanya ifa dengan tiba tiba.. membuat rehan terkejut


bersambung...


mau tau.. apa jawaban rehan??..


terus baca Love My self ya..


jangan lupa dukung author dengan cara like, komen, dan vote author sebanyak banyak nya..


author juga meminta maaf jika masih ada kesalahan..


selamat membacaaa...