
setelah bel pulang berbunyi ifa langsung bergegas pulang.
"eh guys,, gw pamit duluan ya.." kata ifa sambil membuka pintu mobil nya
sesampai nya ifa di rumah ifa tidak melihat ayah, mama dan adik nya di rumah..
lalu ifa membuka ponsel nya dan menelfon mama nya
("hallo.. mama.. mama ada di mana katanya nanti malam akan ada tamu?.." ) tanya ifa
("iya kak.. ini mama sama ayah lagi jemput tamu nya di bandara.. kamu jangan lupa tugas kamu ya..") kata mama
("ok ma.. mama hati hati ya.. salam aja buat ayah..") kata ifa sambil mengakhiri panggilan nya..
ifa bergegas menuju kamar nya dan berganti baju. lalu ifa turun ke bawah..
"huh.. mulai dari mana ya..?" kata ifa pada diri nya sendiri
ifa menyapu seluruh ruangan yang akan di gunakan nanti tamu nya..
ifa membersihkan tempat tempat terkecil sekalipun..
agar tidak terlihat debu nya..
setelah membersihkan ruangan ifa pergi ke dapur lalu memasaka banyak sekali makanan..
ketika ifa sudah selesai memasak.. ifa langsung melirik jam dinding .
"what.. jam 7 malam.. " kata ifa terkejut
ifa langsung menuju kamar nya untuk mandi dan membersihkan diri..
ketika ifa masih di dalam kamar mandi.. ifa mendengar suara mobil ayah nya..
"ah.. bodok lah.." kata ifa sambil membersihkan diri..
took..tokkk..tok..
"kak.. kak ifa..?" kata mama sambil mengetuk pintu kamar mandi ifa
"iya ma.?" kata ifa
"kamu sudah selesai mandi???" tanya mama
"belum ma.. sebentar lagi ifa akan turun setelah selesai bersiap siap.." kata ifa
"baiklah mama tunggu di bawah ya.." kata mama sambil beranjak meninggalkan kamar ifa
setelah ifa mandi ifa memilih beberapa baju yang ingin ia kenakan..
ifa memilih baju dengan model jas laki laki.. dan di samping pinggang nya di beri sabuk pita.. ifa mengenakan rok pendek yang memadukan baju yang ia pakai..
"huh kenapa harus ada tamu penting sih.. kalau bukan tamu penting aku pasti sudah memakai pakaian santai" kata ifa dengan kesal..
setelah ifa selesai bersiap siap.
ia langsung turun..
"nah itu dia.." kata ayah ifa sambil menunjuk ifa yang menuruni anak tangga dengan anggun..
"salam om.. tante.." kata ifa sambil menyatukan kedua tangan nya
ifa heran dengan orang yang ifa lihat di luar tengah mencari sesuatu di mobil berwarna merah
"ah perkenalkan ini Arifa anidnya " kata ayah ifa sambil memperkenalkan ifa kepada teman ayah nya itu
"ah sebentar ya sayang.. anak om lagi mencari kan ponsel ok yang tertinggal di mobil" kata tuan masundra
ketika seorang laki laki itu masuk ke dalam rumah ifa.. betapa terkejud nya ifa melihat siapa yang ia lihat itu..
seketika ifa berdiri dari tempat duduk nya
"lo...." kata ifa dan rehan bersamaan karena terkejut
"lahh kalian sudah saling kenal...?" tanya nonya masundra
"silahkan duduk nak rehan" kata mama ifa
rehan pun langsung duduk di samping ayah nya
mata ifa sungguh sangat panas melihat siapa yang menjadi tamu nya itu
"sia sia gw dandan rapi gini kalau cuman untuk menemui manusia breng*** ini.." kata ifa pada hati nya sendiri
"ternyata ini bocah walupun ngeselin tapi dia cantik juga.." kata rehan pada hati nya sambil memandang ifa..
"kenapa hanya saling pandang.. ataukah kalian mau di biarkan berdua saja untuk saling berkenalan?" tanya mama ifa
ifa hanya diam jutek saja..
"ah tidak perlu tante saya sudah kenal ifa.. sampai sampai saya malas meladeni dia.." kata rehan sambil tertawa..
kata kata rehan tadi membuat kedua orang tua nya dan orang tua ifa tertawa..
namun ifa hanya duduk diam dan memasang wajah jutek nya..
"nah kalau begini kan enak.. jadi setelah kalian naik kelas nanti pernikahan kalian segera di laksanakan.." kata tuan Masundra
"ah.. apa pernikahan??.... pernikahan siapa?" tanya ifa denga. terkejut..
"tentu saja pernikahan mu sayang.." kata mama ifa
"aku dan si ketua breng*** ini?"tanya ifa.. sambil menyatukan alisnya..
"hus gak boleh gitu" kata ayah nya sambil menepuk pelan bibir putri nya itu
"ohh tidak masalah tuan aditya"
"papa serius mau nikah in rehan dengan wanita ini?? "tanya rehan dengan berbisik.
"tentu saja papa serius.. karena kamu putra papa satu satu nya.. papa ingin kamu bahagia dengan gadis pilihan papa.."kata tuan masundra
"ya sudah terserah papa sajaa" kata rehan dengan pasrah..
"bagaimana apakan nak ifa setuju dengan lamaran ini?" tanya nonya masundra
"tentu saja ifa akan setuju" jawaban ayah ifa membuat ifa hancur..
"permisi" kata ifa sambil beranjak pergi..
ifa pergi naik ke balkon lantai tiga dan menatap langit langit malam
"kenapa dunia ini tidak adil untuk ku?.. kenapa...??" tanya ifa pada angin
"ifa sayang.. ayah minta maaf karena sudah menjodohkan mu tanpa izin dari mu..
kamu sudah berjanji pada ayah. kamu akan membuat ayah bahagia..
kamu putri ayah satu satu nya..
kakak mu sudah menikah...dan adik mu masih terlalu kecil jika untuk menikah.. jadi ayah mohon.. kamu terima lamaran dari tuan masundra ya..? ayah mohon" kata ayah ifa sambil menyatukan tangan nya di hadapan ifa..
"ayah.. ayah tidak boleh seperti ini.. ayah tidak boleh melakukan hal ini.. baiklah.. apapun yang ayah minta ifa akan berikan kepada ayah dan mama asalkan ayah dan mama bahagia.. sekalipun ayah meminta nyawa ifa.. ifa kan berikan nyawa ifa untuk ayah..
tolong hapus air mata ayah.. " kata ifa sambil menghapus air mata ayah nya yang sudah membasahi pipi ayah nya..
ayah ifa langsung memeluk ifa..
lalu mereka berdua turun dan bergabung bersama di ruang Tamu..
"ah tuan masundra.. ifa sudah menerim lamaran yang anda berikan..
lalu bagaiman dengan nak rehan?." tanya ayah ifa
"fine.. aku juga setuju saja asalkan papa sama mama senang" kata rehan dengan pasrah..
"kenapa lo terima begitu saja sih.." tanya ifa dengan kesal.
"trus kenapa lo juga terima??" tanya rehan
ifa hanya diam dan pergi ke dapur
"mari kita makan malam dulu bersama" kata mama ifa
#di meja makan
"ah silahkan di cicipi ini semua ifa yang memasak.." kata ayah ifa
"wahh ini sangat lezat. " kata tuan masundra
"apa lagi yang bisa ifa lakukan nyonya aditya?" tanya nonya massundra
"ifa sangat pintar memasak, dia juga pintar bernyanyi, menulis lagu, dance, bela diri, bermain pedang, dan dia juga sangat jago bermain basket.." kata mama ifa
"wah.. ifa begitu mahir dalam melakukan semua hal ya nyonya.." kata nyonya masundra
ifa hanya diam dan menyantam makanan yang ada di depan nya..
tiba tiba
"nona ifa maaf, ini ada telfon untuk nona.." kata bi yem
"terimakasih bi.." kata ifa
ketika ifa melihat siapa yang menelfon nya mata ifa langsung terbelalak
"maaf saya permisi sebentar" kata ifa sambil beranjak pergi..
ifa mengangkat telfon dari Rafi
("halo ifa") kata rafi
("mau apa lo telfon gw") tanya ifa dengan jengkel
(" gw mau kasih tau ke lo.. gw mau ngelamar lo besok malam..") kata rafi dengan bahagia
seketika mata ifa terbelalak denga kata kata rafi
("gak usah bodoh lo..
gw udah tunangan .. jadi lo berhenti ngurusin hidup gw lagi.. ") kata ifa dengan nada amarah yang besar
ifa tidak menyadari bahwa rehan mendengarkan pembicaraan ifa di telfon..
("dan satu hal lagi.. pergi jauh jauh dari hidup gw.. sekali lagi lo nunjukin wajah lo di hadapan gw.. gw gak segan segan bakal bunuh lo.") kata ifa dengan nada mengancam
setelah itu ifa mengakhiri telfon nya..
rehan langsung bergegas pergi dari tempat nya dan menuju ke ruang makan..
bersambung...
maafkan author ya jika ada kata kata yang tidak pantas.. dan maaf kan jika masih terdapat kata kata yang salah
jangan lupa dukung author dengan like komen dan vote sebanyak banyak nya
terimakasih
selamat membaca