LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
kemarahan Arya



malam nya rehan pulang larut malam dan tidak sempat mengabari ifa terlebih dahulu..


sesampai nya rehan di rumah, rehan langsung meminta mbok ina menyiapkan makanan.. rehan tidak masuk ke dalam kamar nya dulu, karena rehan sudah terlanjur lapar..


"ifa sudah tidur mbok??" tanya rehan yang masih senyantap makanan nya.


"sudah tuan.. tadi setelah minum obat nona langsung tidur karena efek obat nya" kata mbok ina yang masih bersih bersih di dapur.


"ini uang bulanan nya mbok, dan ini untuk gaji simbok" kata rehan sambil mengulurkan uang ke arah mbok ina.


mbok ina langsung menerima uang dari rehan.


"tapi, tuan ini.. maksud simbok kan kemarin simbok cuti.. tapi, kok gaji simbok tidak di potong.?" tanya mbok ina sambil memegangi uang yang di berikan rehan.


"tak apa mbok., saya sudah selesai.. saya mau langsung ke kamar aja ya." kata rehan yang hendak bergegas pergi ke kamar nya.


"baik tuan. terimakasih banyak.." kata mbok ina sambil menundukkan kepalanya.


rehan masuk ke dalam kamar nya dan terkejut melihat ifa tertidur di sofa.


"pasti dia ketiduran.." kata rehan dengan tersenyum lebar.


lalu rehan langsung menggendong ifa dan membawa ifa ke kasur.


rehan langsung bergegas mandi, dan mengerjakan tugas tugas nya dari sekolahan dan tugas dari kantor..





pagi nya ifa terbangun namun tidak melihat rehan ada di sebelah nya..


ifa langsung turun ke bawah dan mencari cari rehan, tapi dia tidak menemukan rehan.


"mbok rehan sudah pulang??" tanya ifa


"sudah non.. tapi, tuan muda sudah berangkat sejak 5 menit yang lalu.." kata mbok ina


"tumben amat tuh bocah berangkat sepagi ini.. apa iya sekolahan udah buka" kata ifa dengan kesal.


"maaf nona muda, tuan muda pergi ke suatu tempat dulu.. kata tuan muda nanti malam dia akan pulang terlambat lagi" kata mbok ina


"gak usah pulang sekalian kan malah enak" kata ifa yang bergegas kembali menuju kamar.


ifa langsung membersihkan diri, dan hendak mengambil pakaian di almari.. namun melihat seragam rehan tidak ada semua di almari, lalu ifa menuju ke tempat rak buku. dan melihat hampir seluruh buku pelajaran rehan juga tidak ada.


setelah ifa selesai bersiap siap, ifa langsung turun ke bawah..


"mbok kok seragam rehan semuanya gak ada sih?" tanya ifa


"kata tuan muda dia bisa saja tidak pulang karena tuan muda bilang beberapa hari kedepan tuan sangat sibuk.." kata mbok ina yang sedang menyiapkan makanan di meja makan.


"oh ya non.. ini dari tuan muda untuk nona" kata mbok ina sambil mengulurkan kartu debit untuk ifa


"dah ah mbok saya gak nafsu makan.. tolong minta pak zaki untuk segera menyiapkan mobil" kata ifa dengan kesal


"mau bawa mobil sendiri atau di antar pak zaki non?" tanya mbok ina.


"antar pak zaki saja.. pikiran saya sedang tidak baik. takut nanti terjadi apa apa" kata ifa sambil memijat pangkal hidung nya.


mbok ina langsung menemui pak zaki dan meminta pak zaki menyiapkan mobil.




tidak lama kemudian pak zaki datang menemui ifa dan ifa segera di hantar ke sekolah oleh pak zaki.


ketika ifa masuk ke dalam kelas, lagi lagi tidak menemukan rehan.


"tuh harypoter kemana?" tanya ifa kepada aida.


"dia rapat di ruang osis.. " kata aida.


"sama si bina?" tanya ifa


"ya iya lah, mereka kan 1 geng.. napa emang..? kangen ya?" goda aida.


"apaan sih lo.. gak lah jijik gw kangen ama dia" kata ifa dengan kesal.


"kangen juga gak apa apa fa, toh dia juga udah milik lo" kata aida.


tiba tiba ponsel ifa berbunyi


"hallo ada apa pagi pagi telfon??" tanya ifa dengan kesal.


("keluar sekarang bawa tas kamu, aku udah izin in kamu sama wali kelas mu") kata arya


"hah.. ngapain??" tanya ifa


("gak usah banyak tanya buruan") kata arya dengan kesal.


"gak ah, males.. ntar ujung ujung nya lo ngerjain gw" kata ifa dengan kesal.


arya langsung mengakhiri panggilan nya dan langsung menuju kelas ifa.


sesampai nya arya di kelas ifa, arya langsung menarik tangan ifa dan mengambil tas ifa.


arya membawa ifa pergi dengan paksa.


"ih.. lepasin tangan gw, sakit *******" kata ifa dengan kesal.


"salah siapa gak mau keluar.. cepetan masuk mobil" kata arya dengan kesal juga.


ifa langsung masuk mobil dengan kesal dan wajah yang cemberut.


"kenapa sih lo bawa gw pergi?" tanya ifa sekali lagi dengan sangat kesal.


"kamu harus bantuin aku..." kata arya


"bantuin apa?? kan telfon juga bisa" kata ifa dengan kesal sambil memegang i lengan tangan nya yang mulai memerah.


"nanti aku jelaskan kalau sudah sampai di kantor aku" kata arya..


#disekolah


setelah rehan kembali dari rapat, rehan tidak melihat keberadaan ifa.. rehan berfikir kalau ifa terlambat. tanpa bertanya kepada aida. atau yang lain.


"tadi ifa di bawa pergi sama siapa?" tanya lita kepada aida.


dan tanpa di sadari rehan mendengar nya


"saudara sih saudara tapi, gampangnya kasar bangat narik ifa nya" kata lita dengan heran.


"kayak lo gak tau keluarga ifa aja" kata aida dengan sedikit tersenyum.


rehan langsung mengambil ponsel nya dan hendak menelfon ifa namun rehan gengsi jika ingin menelfon ifa. karena tadi pagi rehan berangkat tanpa berpamitan dengan ifa.


#ifa


ifa di bawa arya ke kantor arya dan segera membawa ifa ke ruangan arya.


"kamu lihat ini" kata arya sambil menjulurkan kertas ke arah ifa.


ifa tidak bertanya apa pun kepada arya dan langsung melihat kertas yang di berikan arya.


seketika mata ifa terbelalak melihat kertas itu.


"lo dapet kertas ini dari siapa??" tanya ifa


"aku nemuin kertas itu di almari gudang belakang" kata arya.


"tunggu seperti nya gw kenal dengan wanita ini" kata ifa


"aku juga gak tau itu bener apa nggak.." kata arya.


"mending sekarang kita ke gudang di mana kamu nemuin kertas ini.. siapa tau ada petunjuk lain" kata ifa


arya langsung mengantar ifa ke gudang belakang..


ifa menemukan beberapa tumpukan buku lama sejarah keluarga arya.


"eh coba lo lihat deh.." kata ifa sambil menunjukan gambar yang dia pegang.


"di foto ini tertulis tanggal 5 Agustus 1998 " kata ifa


"dan di foto ini cuman ada foto mama papa lo, tapi kan lo sendiri lahir tanggal 7 desember, 1998 tapi kenapa perut tante miranda gak kelihatan hamil sama sekali" tanya ifa dengan heran


"lo tau golongan dara orang tua lo gak?" tanya ifa


"kalau golongan darah papa mama aku tau, tapi kalau golongan darah ku sendiri aku gak tau.. kan kamu tau sendiri sejak kecil aku gak mau cek golongan darah" kata arya


"ok kita sekarang ke rumah sakit dan cek golongan darah lo. dan kali ini ga usah ngelak.. " kata ifa


arya hanya menurut kepada ifa, padahal sejujurnya arya sangat takut.





setelah arya selesai mengecek golongan darah nya, ifa langsung mencocokan golongan darah arya dengan ayah arya.


"golongan darah lo B" kata ifa


"tapi, golongan darah orang tua lo gak masuk sama sekali dengan darah lo.. dan satu hal lagi.. biasanya seorang anak akan sangat identik dengan orang tua nya tapi, lo gak ada kesamanaan apapun dengan orang tua lo??" tanya ifa dengan heran.


"ini juga yang bikin aku binggung, waktu itu papa pernah cerita kalau mama dulu gak bisa hamil setelah keguguran bayi pertama nya.. " kata arya


"hari ini aku mau cari tau siapa aku sebenarnya" kata arya.


"jangan gitu, kita cari bukti lebih kuat dulu" kata ifa..


"om mahes juga orang nya gak mudah untuk jujur kan..?" tanya ifa


"jadi, kita harus buat dia ngaku" kata ifa


"aku tau kita tanya mama saja dulu.. kebetulan mama di rumah sendirian, papa ada di kantor yang satu nya lagi" kata arya


mereka berdua langsung ke rumah arya dan mencari mama arya




sesampai nya di rumah arya langsung bertanya dengan kasar kepada mama nya.


"mama, aku siapa.. mama jawab!" kata arya yang sdh menangis.


"tentu saja kamu anak.mama, " kata mama arya dengan ketakutan


"arya, lo gak boleh gitu. kasihan tante miranda" kata ifa sambil menenangkan arya.


lalu ifa meminta mama arya untuk menjelaskan segala hal yang sudah mereka temukan.


"ok mama mengaku kamu bukan anak kandung mama" kata mama arya yang seketika langsung membuat arya terpuruk lemas. arya merasa dunia nya sudah hancur berkeping keping..


mama arya langsung duduk di sofa dan menceritakan semua nya.


"dulu, mama mengambil kamu dari seorang wanita di pedesaan.. ketika dulu mama dan papa sedang berada di rumah paman kamu" kata mama arya.


arya langsung mengangkat kepala nya dan langsung menatap tajam ke arah mama nya itu.


"dulu, kamu di taruh di sebuah troli bayi, ibu kamu sedang sibuk membersihkan kayu untuk dia bawa pulang. karena mama sangat menyukai mu. mama langsung membawa mu pergi, dan detik itu pula papa mu membawa kamu ke kota ini." kata mama arya sambil menangis.


"kenapa kamu tega lakuin itu ha??" tanya arya dengan kesal kepada mama nya


"mama sayang sama kamu arya,, apakah kasih sayang, harta dan semua hal yang sudah kami berikan kepada kamu kurang??" tanya mama arya yang sudah kehabisan kesabaran.


"harta mu tidak bisa menggantikan kasih sayang dari ibu kandung ku.. kau memisahkan anak darii ibu nya yang tidak berdosa sama sekali.. itu lebih buruk daripada kamu membunuh 1000 orang sekalipun!!!" kata arya dengan nada yang sangat keras..


dan membuat mama nya semakin merasa bersalah.


"siapa nama ibu kandung ku?" tanya arya.


"mama tidak ingat, karena waktu itu mama mengambil mu tanpa sepengetahuan siapa pun, tapi paman mu tau...mama akan tanya kepada paman mu, tapi mama mohon kamu jangan benci mama.. kamu dunia mama arya" kata mama arya sambil memohon mohon..




setelah mama arya selesai menelfon paman arya yanh di desa, mama arya langsung menjelaskan semua nya.


"kata paman kamu, ibu kandung mu juga bekerja di kota ini.. " kata mama arya.


"siapa nama nya, dan dimana dia tinggal sekarang...?" tanya arya yang sudah menangis pecah.


ifa hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa apa..


bersambung..