LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
mengizinkan rehan tinggal bersama



"tapi, aku masih boleh tinggal dengan mu kan?" tanya rehan.


"baiklah, karena kau masih berstatus sebagai suami ku. aku akan mengizinkan mu tinggal bersama ku" kata ifa dengan cuek.


"lalu bagaimana dengan wanita itu? bukan kah dia juga tengah mengandung anak rehan juga?" tanya ayah ifa


"biarlah, biar mereka berdua yang menyelesaikan nya.. aku tidak mau ikut campur


"bahkan jika pernikahan nya dilangsungkan aku tidak akan mau menginjakan kaki ku di tempat nya nanti.." kata ifa dengan jutek


"oh tuhan, buktikan lah bahwa suami ku tidak bersalah. aku mohon maafkanlah aku yang sudah membuat keputusan ini.


"aku hanya ingin membuktikan bahwa suami ku tidak se buruk itu.. tuhan berkatilah aku" gumam ifa di dalam hati kecilnya.


dua hari berlalu, ifa dan rehan di izinkan pulang.


ketika ifa sampai di depan gerbang dia masih melihat rima duduk di dekat gerbang yang berharap bahwa gerbang itu akan di bua untuk nya. namun, ifa berusaha untuk tidak melihatnya.


setelah pak zaki membuka kan gerbang dengan cepat langsung di tutup kembali agar rima tidak bisa masuk.


dari luar terdengar rima berteriak seperti orang setres hingga membuat tetangga keluar dari rumah dan melihat nya.


"beginilah jika aku harus tinggal bersama dengan tetangga pengibah" gumam ifa.


"tunggu, aku akan turun di sini.. kalian semua masuk dulu saja" kata ifa dan ifa langsung turun di depan pos satpam rumah nya.


lalu ifa meminta pak zaki untuk membuka gerbang dan ifa segera menemui rima yang berada di depan gerbang dengan muka garang.


ifa melipat kedua tangan nya sambil menatap tajam ke arah rima, banyak tetangga sudah yang menyaksikan rima yang stres itu.


"masih mau apa?" tanya ifa dengan judes


"aku ingin pertangung jawaban suami mu" kata rima dengan berteriak.


"ah.. apa? tanggung jawab??"


"seharus nya kau itu mengaca kau meniduri laki laki yang sudah beristri. menjijikan sekali" kata ifa dengan ketus sehingga membuat tetangga nya menjadi terkejut.


"dan sekali lagi, pergilah dari rumah ku.. " kata ifa yang hendak memasuki gerbang.


"apa kau tidak mengasihani anak yang sedang aku kandung?" teriak rima


"hah, sekarang aku yang tanya.


"apa kau tidak merasa bersalah dengan hal yang sudah kau buat? karena dirimu lah aku kehilangan anak ku!! dan karena dirimu lah rumah tangga ku goyah" kata ifa dengan penuh tekanan.


tanpa ifa sadari, sabrina dan aida juga melihat ifa yang tengah berdebat dengan rima.


sabrina baru saja tiba kemarin dan berencana untuk menemui ifa. tapi dia malah melihat hal yang tidak terduga.


"pergilah dari rumah ku, atau aku akan memanggil polisi" ancam ifa.


namun rima tetap saja tidak mau pergi.


tidak lama ifa kembali ke dalam dan langsung menuju ke dalam kemar nya,


ifa duduk di balkon sambil memeluk boneka buaya kesayangan nya sambil menatap ke luar jendela.


ifa berfikir akan kan ifa yang harus pergi saja dalam kehidupan rehan? tapi, di sisi lain ifa ingin membuktikan bahwa rehab tidak bersalah.


pagi hari nya ifa memanggil tukang untuk mendekorasi setiap sudut rumah untuk di ganti dengan yang baru, bahkan ifa memindahkan kamar nya berada di lantai 3 yang berdekatan dengan kolam renang dan tempat gym.


ifa menjadikan kamar lama nya sebagai gudang dan menjadikan gudang lama sebagai ruangan kosong.


ruang tamu yang semula nya di dekor rehan dengan nuansa warna hijau dan kuning, kini di rubah ifa menjadi warna biru dan gold.


tak hanya itu saja, tempat latihan basket, pedang bahkan memanah juga di rubah oleh ifa.


kini tempat untuk latihan basket di ubah menjadi tempat bersantai dan juga untuk bersantai.


setiap inci rumah ifa merubahnya termasuk ruang audio, gym, taman dan yang lain nya.


tentu saja hal ini membuat nya harus merogoh uang yang tidak sedikit.


tapi, uang untuk orang yang berada di ibaratkan seperti tisu toilet saja. sudah pakai buang lah.


kini ifa tidak mau bergantung lagi dengan uang rehan. bahkan ifa mengembalikan semua kartu yang sudah rehan berikan.


mereka tetap tinggal bersama Namun, mereka harus menerima hati yang berbeda.


"pak ifa nya ada di dalam?" tanya sabrina kepada pak zaki.


mata aida melirik ke arah rima yang masih saja menunggu rehan di depan rumah ifa


"nona muda ada di dalam. biar bapak buka kan gerbang nya dulu" kata pak zaki dan langsung membuka kan pintu gerbang


lalu sabrina dan aida segera masuk


sabrina senang melihat ifa baik baik saja. tapi di satu sisi sabrina juga merasa sedih atas musibah yang menimpa ifa


"ifa, kau merubah setiap sudut rumah ini?" tanya aida


"benar benar gila. aku baru meninggalkan kota ini selama 4 tahun tapi sudah banyak hal yang berubah" kata sabrina yang merasa tak percaya.


"aku tidak mau melihat kenangan pahit dengan dia, jadi aku merubah nya" kata ifa sambil mempersilahkan aida dan sabrina duduk.


"bahkan koleksi mu kau ganti juga? ini benar benar tidak masuk akal" kata aida


"ada apa kalian ke sini?" tanya ifa


"ya, aku hanya ingin melihat kondisi mu saja. aku khawatir dengan mu" kata sabrina.


"bagaimana dengan mu bin? betah di London?" tanya ifa


"kenapa malah ganti topik sih?" tanya sabrina dengan kesal.


"eh gimana kalau kita liburan saja bertiga?" tanya aida


"ide bagus.. kita habiskan waktu kita hanya ber 3 tanpa para suami kita" kata sabrina


"gimana menurut mu fa?" tanya aida sambil memegang lengan ifa dan sedikit membuat ifa terkejut.


"baiklah, aku ikut saja" kata ifa sembari tersenyum


"gimana kalau kita ke Dubai saja?" tanya aida


"setuju tuh" kata sabrina


"baiklah, tapi setelah dari Dubai aku ingin berkunjung di Uzbekistan" kata ifa


"tidak masalah.. kita habiskan waktu kita untuk bersenang senang.. bagaimana?" tanya aida


"eh ifa, besok malam aku ingin menginap di sini boleh kah? ibu mau pulang kampung, dan mas arya juga ada tugas di london" kata aida


"nginap di sini selamanya juga boleh kok" kata ifa sembari tersenyum.


"ehh, aku jadi kelupaan.. ini aku bawakan oleh oleh dari london" kata sabrina sambil memberikan paperbag kepada ifa dan aida.


mereka tersenyum melihat hadiah yang di berikan sabrina. itu adalah jam tangan pengeluaran terbaru.


"ini bangus sekali" kata aida yang mengagumi jam tangan itu.


"terimakasih bin" kata ifa


"kamu gak suka ya fa?" tanya sabrina


"ah tidak, aku hanya sedang berfikir


"aku tidak mau jika rima terus terus an di depan rumah.. tidak enak di lihat tetangga" kata ifa sambil memegang jam tangan nya


"ah biarin lah fa, tetangga mah maha benar..


"benar tuh, cuap nya itu loh sepetlrti ketela. enak tapi bikin seret" kata aida dan langsung membuat tertawa iifa dan sabrina.


"biarlah fa, netizen maha benar" kata sabrina


"ya, aku kasihan sama anak nya... aku tidak mau jika dia mengalami hal yang sama seperti yang aku rasakan" kata ifa dengan sedih.


"astaga, kau ini sudah berkali kali di sakiti. tapi masih saja memikirkan wanita ****** itu" kata aida dengan heran.


"aku akan membelikan rumah untuk nya, aku tidak mau rumah ini ternodai hanya dengan kehadiran wanita ****** itu" kata ifa


"terserah kau saja" kata sabrina dengan pasrah.


aida hanya bisa menarik nafas panjang dan tersenyum kecil.