LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
Amerika



"aham.. benarkah??" tanya rehan yang berusaha membuat dirinya tidak salah tingkah.


"benar, dia sangat lucu. aku selalu mencubit i pipinya hingga dia menangis" kata rohan dan membuat semua nya tertawa.


"rehan..??" teriak ifa dari kamar.


"rehan temui ifa dulu ya." kata rehan dan hendak pergi.


"kakak ipar, Rohan ikut" kata Rohan.


lalu Rohan membuntuti rehan dari belakang,


"ada apa..?" tanya rehan dan terkejut melihat ifa


"kenapa bisa berdarah gini sih..?" tanya rehan dengan terkejut melihat jidat ifa berdarah.


"ah,, tadi aku jatuh dari kasur.." kata ifa yang sangat merasa kesakitan.


"lalu kenapa bisa berdarah..? " tanya rehan sambil membantu ifa duduk di kasur kembali.


"tadi, aku terkena meja ini" kata ifa sambil menunjuk ke arah meja sebelah kasur nya itu.


"kakak ada ada saja.." kata Rohan dengan tertawa


"hah.. kok rohan ada di sini?" tanya ifa dengan heran


"mama, ayah juga ada di sini.." kata rehan


"tunggu di sini aku ambilkan kotak obat." kata rehan


"kakak. akku pinjam ponsel kakak.." kata Rohan dengan mencium pipi ifa.


"itu ambil di tas kakak" kata ifa sambil menahan rasa sakit jidat nya itu.


lah lo juga, cewek tidur nya pecicilan bangat sih..


"ada apa nak??" tanya mama ifa


"oh.. gak ada apa apa ma, ifa cuman jatuh dari kasur." kata rehan


lalu kedua orang tua nya langsung menuju kamar rehan, dan menemui ifa.


"kok bisa sih sayang..?" tanya mama rehan sambil melihat wajah ifa


"gak tau mau.. tiba tiba ifa jatuh gitu aja.."


lalu rehan datang dan membawa kotak obat


"sini aku lihat.." kata rehan sambil memegang dagu ifa.


"Rohan. kau ini selalu saja memainkan ponsel kakak mu, bukan kau membawa ponsel mu sendiri??" kata ayah ifa dengan kesal.


"saja.. aku ingin sudah rindu memainkan ponsel kakak"kata Rohan sambil memainkan ponsel ifa.


lu orang tua mereka duduk di sofa dekat etalase pedang, sambil menemani Rohan bermain.


"kamu mikirin apa kok bisa sampek jatuh??" tanya rehan yang masih membereskan kotak obat nya.


"gak tau, aku mimpi terjatuh dari tebing dan aku terkejut" kata ifa yang masih merintis kesakitan.


"mau aku pangilkan dokter? seperti nya itu sangat sakit?" kata rehan yang terkesan sangat khawatir


"tidak usah.. nanti juga sembuh sendiri.." kata ifa dengn sedikit tersenyum.


"kakak.. ini ada telfon" kata Rohan yang berlari Menghampiri ifa.


"berhati hati lah, di sini banyak sekali barang.." kata ifa


lalu ifa mengangkat telfon nya.


("hallo ifa..") sapa aida


"heumm apa ai..?" tanya ifa.


("gw takut, gw datang bulan " )kata aida dengan khawatir


"astaga aida, kalau lo datang bulan berarti lo gak hamil.." kata ifa dan membuat aida sedikit lega


("owh gitu. ya?? ok makasih") kata aida dan langsung mengakhiri panggilannya.


"kenapa.??" tanya rehan


"si aida, dia bilang dia datang bulan. nah, dia pikir itu dia hamil.." kata ifa dan membuat dia tertawa.


"tau kah.. tadi, ayah dan papa bilang apa?" kata rehan


"apa?" tanya ifa


"mereka minta cucu" kata rehan dengan pelan.


"sudah jangan di bahas lagi, " kata ifa dengan kesal.


"mau tidur lagi gak..??" tanya rehan


"gak ah, pusing kepala aku." kata ifa


"ya sudah.. " kata rehan dan langsung pergi meninggalkan ifa.





3 hari kemudian tiba lah saat nya ifa, rehan arya dan aida pergi ke amerika.


"sayang, nanti kalau sudah samapi langsung kabari mama ya" kata mama ifa sambil mengelus pipi menantunya


"rehan jaga istri kamu baik baik ya.." kata mama rehan.


"baiklah kalau begitu, rehan dan ifa pergi dulu.. sampai jumpa " kata rehan dan langsung bergegas pergi.





sesampai nya di amerika mereka langsung menuju ke apartemen dan, segera beristirahat.


letak apartemen arya dan aida berada di depan apartemen ifa dan rehan jadi, sewaktu waktu ifa bisa bermain dengan aida.


"ifa, boleh kah aku minta sesuatu??" tanya rehan.


"minta apa??" tanya ifa


"boleh kah aku memanggil mu sayang..? jujur saja aku tidak betah jika saling pangil nama" kata rehan


"baiklah terserah kamu saja. aku menurut" kata ifa dengan pasrah..


"terimakasih sayang" kata rehan sambil mencium pipi ifa.


"aku ingin istirahat, aku sangat capek" kata ifa yang hendak berdiri


lalu rehan mengendong ifa dan membawa ifa kedalam kamar untuk beristirahat.





banyak dari teman teman baru mereka belum tau, bahwa ifa dan aida sudh Menikah.. yang mereka tau mereka berdua masih singel.


dan mereka berdua juga menjadi primadona universitas itu.


"sayang, bisa kah besok kau memakai baju yang sedikit tertutup.. lihat lah mereka semua menatapnmu " kata arya kepada aida.


"baiklah.." kata aida yang menuruti nya.


"dan kau juga ifa, jangan buat mata mereka tertuju hanya padamu kasihan suami mu yang sudah tidak tahan karena dirimu" kata arya.


"kau ini bisa saja.." kata ifa dengan kesal.





setelah selesai kuliah mereka langsung pulang, tapi rehan dan arya harus ke kantor dulu karena ada hal yang harus di selesaikan..


setelah semua nya beres rehan segera pulang ke rumah. dia terkejut melihat penampilan ifa. ya siapa yang tidak terkejut penampilan ifa sangat sexy, dan begitu menggoda.


dia hanya sebatas memakai baju yang benar benar sangat sexy dan celana yang sangat pendek.


"sayang kenapa kau pakai pakaian itu??" tanya rehan yang sudah tidak tau harus berbuat apa.


"memang ny kenapa?? hari ini sangat gerah" kata ifa


"apa kau sakit?? kita pakai ac, dan apa kau tidak kedinginan??" tanya rehan


"yang benar saja, Ac apartemen kita belum di servis.. aku seharian kepanasan " kata ifa dengan kesal.


"baiklah besok aku akan meminta tukang servis untuk menganti nya dengan Ac yang baru" kata rehan.


lalu ifa berjalan ke dapur, dan menyiapkan makanan.. sedangkan rehan yang di kamar, malah sibuk chattingan dengan arya


@rehan ("ini buruk.. kali ini ifa benar benar membuat aku tidak tahan lagi..")


@arya ("memangnya ada apa lagi??")


@rehan ("dia benar benar membuat aku tergoda.. bayangkan saja, dia hanya memakai pakaian sexy tapi, entah apa yang aku rasakan.. tubuh ku panas dingin")


@arya ("ya sudah lancarkan saja mau mu..")


@rehan ("apa kau gila?? aku bisa di amuk ifa nanti ")


@arya ("pakai cara ku..")


@rehan ("ok akan aku coba..")


setelah itu rehan keluar dan melihat ifa masih sibuk memasak.


lalu rehan memeluk ifa dari belakang,


"sayang, hari ini gerah sekali.. apa. kau tidak kepanasan..?" tanya rehan.


"apa kau tidak melihat aku yang dari tadi menahan panas..?" tanya ifa dengan kesal


"aku juga sangat kepanasan.." kata rehan


"ya sudah kalau begitu ganti saja baju mu " kata ifa dan membuat rehan terkejut.


ah. seprti nya ini tidak akan berhasil.. baiklah.. aku menyerah saja..




malam nya ifa tidur juga mengenakan pakaian yang benar benar sangat sexy bahkan lebih sexy dari yang dia pakai siang tadi.


karena gerah rehan melepas baju nya dan tidak ingin memakai baju.


waw.. sungguh menarik dia sangat berwibawa dan terlihat sangat kekar.


tentu saja, andaikan dia selama di sekolah berpenampilan seperti ini pasti banyak wanita yang tergila gila padanya.


"apa yang kamu lakukan??" teriak ifa sambil menutupi mata nya.


"apa lagi..? aku melepas baju ku karena gerah" kata rehan


sial.. mata ku ternodai karena dia.. kenapa dia sangat berbeda.


dan kenapa jantung ku berdegup dengan kencang..


"cepat pakai baju mu.." teriak ifa yang masih menutupi mata nya dengan telapak tangan nya.


"kenapa memang nya..? kan aku ini suami mu.. dan coba lihat diri mu.. kau saja memakai pakaian terbuka itu, tapi, aku diam saja." kata rehan dengan sedikit kesal


karena ifa sudah mulai kesal


ifa berbaring dan ingin tidur. karena dia tidak bisa berlama lama harus melihat tubuh kekar suami nya itu..




pagi hari nya rehan terbangun dan melihat wajah ifa yang sangat cantik dan sesekali merapikan rambutnya.


"kamu ini memang cantik, tidak salah jika aku mudah tergoda hanya dengan menatap mu." kata rehan dengan pelan.


lalu ifa membuka mata nya dan sedikit terkejut melihat rehan.


lalu, ifa tambah terkejut lagi saat rehan mencium nya dan membuat mata ifa terbelalak..


ifa tidak ingin membalas ciuman suami nya itu, karena dia masih sangat terkejut.


"kenapa kau tidak membalasnya.?" tanya rehan dengan kesal.


"aa... aa.. aku..-" kata ifa dengan terbata bata dan langsung di cium kembali oleh rehan.


ada apa ini.. jantung seakan akan ingin melarikan diri dari ku.. aku tidak tau, apa yang dia lakukan..


apa dia mau melakukan hal itu.. tidak tidak,, ifa kamu tidak boleh berfikiran yang aneh aneh..


dia ini suami kamu, jadi wajar saja kalau dia.mencium kamu..


lalu rehan melepaskan ciuman nya. dan mengelus pipi ifa


"maaf kan aku.." kata rehan


"untuk apa..??" tanya ifa


"maaf aku benar benar tidak tahan melihat mu.. kalau kamu masih belum siap aku apa apa kan.. aku mohon pakai pakaian yang sedikit tertutup.. " kata rehan dan seketika ifa menyembunyikan wajah nya di pelukan rehan.


ah... jantung ku terasa sangat aneh, kenapa hanya dengan ifa memeluk ku.. aku sangat seperti menginginkan dia


di tambah, dia sekarang sudah mulai dekat denganku.. atau ini hanya fikiran ku saja..?


astaga rehan, ingat kamu masih punya janji dengan ifa..


bersambung....