
ke esokan pagi nya ketika ifa sedang berbicara dengan ica.aida menghampiri ifa dan memberikan sebuah undangan untuk ifa.
betapa terkejut nya ifa melihat undangan itu. dan seketika membuat ifa tersenyum bahagia.
"di kirim kapan ini??" tanya ifa
"barusan," kata aida.
"aaaaaa bahagia nya bisa reuninan di SMP kita dulu.." teriak ifa sambil memeluk aida.
"ifffaaaa..." teriak ayan, yanto, dan lita bersamaan.
mereka semua langsung berpelukan bersama karena saking bahagia nya akan reuni lagi dengan teman teman lama nya.
"oh yha fa ini rendi" kata yanto.
"iya gw juga udah tau sat" kata ifa dengan kesal.
mereka semua berpelukan lagi, karena merasa.sangat bahagia.
lalu tiba tiba rendi memeluk ifa secara tiba tiba. dan dalam waktu itu pula rehan tidak sengaja melihat nya.
"ifa, gw rindu sama lo" kata rendi yang masih memeluk ifa.
"gw, juga rindu sama lo.." kata ifa dengan lirih.
"tapi,, tolong lepasin gw dulu" kata ifa sambil mencoba melepaskan diri.
lalu rendi melepaskan ifa, dan ifa kembali duduk dan tentu saja memasang wajah dingin nya lagi.
"lita.. yang lain udah pada tau??" tanya ifa
"udah lah, kan udah di bagiin ke semua nya" kata lita
"termasuk adek kelas kita dulu.." kata lita.
"yang benar..?" teriak ifa tidak percaya.
"iya bener,, iihhhh gw udah rindu bangat sama Aisa" kata ifa.
ifa dan yang lain nya tampak bahagia.. namun di sisi lain rehan sangat geram dan kesal melihat ifa di peluk oleh rendi.
ketika lita dan yang lain pergi, aida mendekati ifa sambil memasang wajah binggung.
"lo kenapa ai..?" tanya ifa
"gw binggung fa.. besok kalau reuni mau ngajak arya gak ya..?" kata aida dengan bingung.
"illah *****, baru juga 3 hari dah aneh aneh aja lo.." kata ifa dengan kesal.
"ya kalau gw sih, mau gw ajak tuh rehan.. sekalian mau gw kenalin ke temen temen.." kata ifa.
"ya udah kalau lo bawa rehan, ya gw bawa arya" kata aida.
"lo udah minum obat itu..?" tanya ifa
"udah.. tapi, kok gak berasa apa apa ya..??" tanya aida
"**** lu.." kata ifa sambil menjitak jidat aida dengan pelan.
•
•
•
setelah pulang di rumah, rehan langsung ke kantor dan ifa harus pulang bersama arya.
sesampai nya ifa di rumah, ifa langsung membersihkan diri dan langsung menyiapkan makanan untuk makan malam nanti.
ketika rehan pulang, dan setelah membersihkan diri. mereka berdua langsung makan bersama di meja makan..
mereka berdua saling mendiam kan satu sama lain. hanya suara sendok dan garpu saja yang saling beradu.
ketika mereka berdua sudah selesai ifa langsung membereskan semua nya. dan hendak mencuci piring..
ketika ifa sedang membersihkan piring piring yang kotor, tiba tiba rehan memeluk ifa dari belakang. dan tentu membuat ifa sedikit terkejut.
"apa..?" tanya ifa sambil membasuk piring piring yang sedang di bilas.
"kenapa tadi rendi peluk kamu..?" tanya rehan
"ya mungkin dia rindu.. toh juga udah biasa kalau sama teman teman.." kata ifa ..
" ya, tapi jangan gitu juga. aku ini suami kamu.. jadi, aku berhak cemburu" kata rehan dan seketika membuat pipi ifa memerah.
setelah ifa selesai, belum sempat untuk mengeringkan tangan nya.. dan ketika berbalik ifa langsung di cium oleh rehan dengan lembut.
"kamu kenapa sih..?" tanya ifa dengan heran
"aku mau kamu.." kata rehan.
"dasar mesum.. " kata ifa dengan kesal.
"normal lah, kan aku laki laki.. toh juga kamu sepenuhnya sudah halal buat aku" kata rehan.
"ya, kan kamu sendiri sudah janji.. " kata ifa sambil mengingatkan janji rehan.
"iya, aku ingat.." kata rehan dengan lesu.
"tapi, jujur aku iri dengan arya dan aida.." kata rehan
"aku bisa maklumi kalau kamu iri.. tapi, aku masih ingin menjaga kesucian ku dulu. walaupun kamu sudah menjadi suami ku.. tapi, jujur aku belum siap" kata ifa
"ya sudah lah.. apa daya diri ku.." kata rehan.
tapi, masih saja. rehan membuntuti ifa kemana pun dia pergi..
ketika ifa di kamar dia melihat Pil kb nya Tidk di buang rehan, tapi malah fi simpan di meja ifa.
lalu ifa menatap obat itu sejenak.
"berdosa kah aku jika aku tidak menuruti keinginan suami ku sendiri..?" gumam ifa pada diri nya.
"tapi, dia sudah berjanji tidak akan menyentuh ku sebelum aku berumur 20 tahun an" kata ifa .
"ahh sudah lah.. tuhan masih punya rencana lain.. " kata ifa dan akhirnya menaruh Obat itu di meja nya.
rehan sudah berbaring di kasur sambil menatap ifa yang masih sibuk memakai lotion malam nya.
"kenapa natap aku sampek segitu??" tanya ifa
"ya,, aku heran saja.. kenapa wanita harus mahal mahal untuk merawat tubuhnya itu..?" kata rehan dengan binggung.
ifa menarik nafas panjang, dan langsung mendekati rehan.
"wanita itu, ibarat kan sebuah rumah untuk seorang laki laki.."
"jika rumah itu tidak di rawat,, apakah penghuni nya akan betah untuk tinggal di rumah..??" kata ifa
"eumm berarti kamu begini biar aku betah ya..?" tanya rehan yang kekanak kanakan
"iya,, terserah kamu saja.." kata ifa.
"dan taukah kamu..?" tanya ifa sambil menatap wajah rehan
"hadiah yang laki laki dambakan dari istrinya kelak adalah, kesucian istrinya.." kata ifa dan seketika membuat rehan terkejut.
"maksud kamu..?" tanya rehan karena dia tidak paham..
"banyak di luar sana, seorang laki laki mendambakan mempunyai seorang istri yang benar benar menjaga kesucian nya.. tapi, di zaman sekarang.. hal itu sudah langka.."
"bahkan kadang laki laki tak bertanggung Jwab lah yang membuat wanita menjadi tidak suci, dan wanita itu juga apa tidak berfikir.. bahwa itu merugikan.."
"kenikmatan yang mereka rasakan itu hanya sementara,, tapi mereka tidak melihat kedepan nya.. masih untung jika tidak hamil. lah kalau hamill?? masih untung laki laki nya mau tanggung jawab, tapi kalau malah di tinggal minggat?? siapa yang susah??"
"zaman sekarang banyak laki laki yang tingkah nya kayak hewan. kawin sana sini kayak kucing. toh udah hamil tinggal pergi" kata ifa panjang kali lebar
dan akhirnya rehan paham kenapa ifa belum siap untuk di sentuh rehan. dan ifa masih ingin menjaga kesucian nya.
tapi, di sisi lain rehan juga bertanya tanya.. apakah dia salah jika ingin menyentuh istrinya sendiri??
"sudah ayo tidur.. aku sudah mengantuk" kata ifa
mereka berdua bergegas tidur, namun rehan tidak bisa tidur krena teringat dengan kata kata ifa.
waktu itu ifa terbangun dari tidur nya dan melihat rehan belum tidur
"kamu belum tidur??" tanya ifa.
"aku gak bisa tidur" kata rehan
"ya sudah, sini.. " kata ifa dan ifa segera duduk dan meminta rehan tiduran di paha nya.
ifa sambil menceritakan sebuah cerita, sambil mengelus rambut rehan hingga rehan tertidur..
karena rehan sudah tertidur, dan.ifa juga lelah.. ifa juga ikut tidur.
•
•
pagi hari nya mereka berdua terbangun karena suara alarm dan ifa segera bersiap siap dan menyiapkan sarapan.
"kau sudah bersiap siap..?" tanya ifa sambil membuka pintu.
"aku paling sebal jika memakai dasi ini.. kenapa dasi ku yang satu nya lagi belum kamu setrika sih..??" tanya rehan dengan kesal.
karena ifa masih menahan tawa nya karena melihat wajah rehan yang lucu karena kesusahan memakai dasi.
"baiklah.. sini biar aku yang pakaikan.." kata ifa dan segera mendekati rehan..
yaa.. karena rehan lebih tinggi jadi ifa sedikit menjinjit. dan karena rehan sedikit tertawa karena melihat ifa menjinjit akhirnya rehan mengendong ifa untuk memakaikan dasi nya.
"nahh sudah selesai.. sekarang turun kan aku dan ayo kita sarapan" kata ifa sambil merapikan sedikit kerah rehan.
lalu rehan menurunkan ifa, dan rehan berjalan duluan ke bawah.
"eum pak zaki sekarang di mana..? kok aku udah lama gak liat pak zaki masuk" tanya ifa.
"pak zaki di tugasin papa untuk menjadi supir antar jemput rima.."kata rehan.
ketika mereka berdua sudah selesai.. ifa mendengar ada yang memencet bel di depan gerbang..
lalu ifa membuka kan pintu gerbang, dan itu ternyata aida.
"aida.." sapa ifa
"ifa, gw berangkat nya barengan ya.. " kata aida.
"lah si Arya??" tanya ifa
"arya tadi, sudah ke kantor karena ada miting penting jadi, gw mau bareng lo aja.." kata aida.
"ya udah.. ayo masuk dulu.. rehan lagi siap siap.." kata ifa
bersambung...