LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
kembalikan dia



arya, langsung mengambil nafas panjang..


"Chiko adalah... salah satu teman ifa, yang tidak bisa di lihat oleh manusia biasa" kata arya sambil mengelus rambut Rohan


"maksud lo?" tanya rehan karena kebingungan


"ifa, bisa melihat apa yang kita tidak bisa lihat. tapi, ifa tidak bisa melihat itu semua dalam setiap detik.." kata arya


"maksud lo, ifa berteman dengan hantu?" tanya rehan


"iya.. gw, udah bisa lihat seperti itu sejak gw kecil. tapi, ifa melihat hal seperti itu ketika ifa depresi karena rafi" kata arya


"ha.. apa,, depresi??" tanya rehan


"dulu ketika ifa depresi untuk pertama kali nya dengan rafi, ifa meminta seseorang untuk membuka kan mata batin nya.. akhirnya sejak hari itu ifa bisa melihat hal hal itu.. " kata arya


"dan, waktu itu karena orang yang membuka kan mata batin ifa kasihan dengan ifa.. dia takut jika ifa tidak bisa kuat dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. akhirnya dia menutup kembali mata batin ifa" kata rehan seketika membuat semua orang yang ada di situ terkejut..


"jadi, sekarang hanya bisa melihat hal itu. ketika dia benar benar membutuhkan teman itu.. dan Chiko adalah salah satu teman ku dan aku lah yang meminta Chiko untuk selalu berada di dekat ifa.." kata arya


"Dari itu lah, aku minta agar jangan sampai kamu membiarkan ifa sampai merasa kesepian" kata arya


"tolong sampai in rasa terima kasih gw untuk Chiko.." kata rehan


arya hanya mengangguk dan sesekali memandang wajah Rohan yang imut itu .


tidak lama kemudian dokter keluar..


"dokter bagaimana keadaan anak saya?" tanya nyonya aditya


"operasinya berhasil.. tapi, kondisi pasien sangat kritis.. Pasien mengalami koma.. " kata dokter


"apa..? putri saya koma?" teriak nyonya aditya.


"sekarang kita hanya harus berdoa dan menyerahkan segala nya kepada tuhan.." kata dokter .






tidak lama kemudian, perawat memindahkan ifa ke ruang rawat.


semua orang terdiam, hanya alat alat medis saja yang berbunyi.


mama ifa menangis di dekat ifa sambil mencium telapak tangan ifa.






pagi hari nya, semua orang sudah terbangun hanya saja ifa yang masih terbaring lemah.


"kalian semua pulang saja biar rehan yang menjaga ifa" kata rehan.


"tidak nak.. kamu saja yang pulang, kamu juga butuh istirahat" kata mama ifa


"mama.. mama tidak boleh seperti ini, kasihan Rohan juga.." kata rehan


"iya sayang, kita pulang saja. nanti malam kita ke sini lagi" kata ayah ifa..


akhirnya mama ifa pun menurut.


"sayang, mama dan ayah pulang dulu ya.. nanti malam mama akan ke sini lagi" kata mama ifa sambil mencium kening ifa.


"mama dan papa juga pulang ya." kata rehan


mereka berdua hanya mengangguk dan mendekati ifa


"sayang, cepatlah sadar.. mama rindu kamu...


mama pulang dulu ya.." kata mama rehan sambil mencium kening ifa.


tanpa mereka sadari, ifa berlinang airmata.


mungkin ifa juga merasakan apa yang mereka semua rasakan..


"arya.. lo mau di sini atau mau pulang?" tanya rehan


"aku, pulang nanti saja.. sekarang aku mau cari sarapan saja. juga untuk mu" kata arya.


rehan hanya mengangguk..


ketika arya sudah keluar, rehan langsung mendekati ifa dan mencium kening ifa..


rehan mencium telapak tangan ifa. dengan lembut.


"sayang bangun lah.." kata rehan yang masih mencium tangan ifa.


"bukan kah, lo pernah bilang. ketika gw berani manggil lo sayang, lo bakal mukul gw kan.. sekarang pukul gw.. gw udha berani manggil lo sayang.. cepat bangun dan pukul gw..!!" kata rehan sambil beruraian air mata.


"maafin gw,.. gw gak bisa jagaain lo.." kata rehan sambil memeluk tubuh ifa.







setelah 1 minggu ifa koma, semua teman teman ifa dan rehan datang ke ruang sakit,


mereka semua terkejut melihat kondisi ifa, wajah ifa begitu banyak luka lebam, dan ifa pun harus di bantu bertahan hidup dengan alat alat medis..


"hei.. gendut.. bangun lo.. " kata aida sambil memegang tangan ifa.


"lo selalu marah ketika gw manggil lo gendut.. padahal lo gak gendut.." kata aida yang sudah beruaraian air mata.


"cepet bangun.. sini marahin gw.. lo gak mau ngajarin gw main pedang apa?" tanya aida yang sudah menangis se jadi jadi nya..


"lo udah lihat kedekatan ifa dan rehan kan.. jadi, jangan pernah sekali kali lo usik hubungan mereka berdua.." kata zayan kepada salah satu teman rehan


"umi.. bangun.. ica lapar.. nanti siapa yang suapin ica kalau ica lagi gak mau makan..?" tanya ica


"fa bangun.. siapa ntar yang marah in gw kalau gw minum lagi ha..? siapa yang bakal bawain gw lemon lagi ha?? siapa yang bakal jadi singa betina di kelas kita ha??" tanya yanto yang juga sudah beruraian airmata.


tiba tiba suster datang,


"maaf saya harus memeriksa keadaan pasien dulu.." kata suster.


"kalian semua duduk di sini dulu aja.. biarin suster meriksa ifa." kata rehan


lalu mereka semua duduk di sofa..






semua orang yang ada di ruangan rawat langsung terkejut melihat suster memencet tombol darurat di dekat ranjang ifa.


lalu dokter dengan terburu buru masuk dan memeriksa keadaan ifa.


mereka semua berdoa agar ifa baik baik saja..





"suster, segera Lepaskan semua alat medis ini dari tubuh pasien" kata dokter


rehan langsung mendekati dokter itu dan bertanya


"dia kenapa dok.? dia baik baik saja kan??" tanya rehan yang sudah bercucuran air mata


"maaf kan saya,.. tuhan lebih sayang dengan pasien.." kata dokter yang menundukkan kepala nya.


"ngak. ngak boleh.. ifa gak boleh pergi.." kata rehan yang tidak percaya bahwa ifa sudah pergi untuk selama lama nya.


teman teman ifa langsung menangis ketika mendengar kata dokter dan rehan.


aida langsung menghampiri ifa dan memeluk ifa


"ifa bangun lo.. lo gak boleh pergi.. gw masih butuh lo.." kata aida sambil memeluk erat tubuh ifa


ica yang menangis langsung memeluk tubuh yanto.


arya yang baru datang dengan sabrina. langsung terkejut, melihat semua orang yang ada di ruangan ifa tengah menangis


arya langsung bertanya kepada dokter.


ketika arya me dapat jawaban dokter, arya terpuruk lemas.. ia, tidak bisa membayangkan apa yang sedang ia dengar tadi..


sabrina langsung ikut duduk di sebalh arya dan memeluk arya .


dengan sigap. arya langsung mendekati ifa,


"eh.. lo bangun.. lo udah janji gak bakal ninggalin. gw.. bangun lo.. " kata arya sambil mengerjakan tangan ifa..


rehan tidak bisa berbicara apa apa.. dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


rehan langsung memeluk ifa, dan menangis se jadi jadi nya di pelukan ifa.


"tuhan.. kau tidak adil.. kembalikan ifa ku.. kembalikan dia.." teriak rehan sambil memeluk tubuh ifa


"abi.. kita harus relakan kepergian umi.. kalau lo begini. kasihan umi nanti juga ikutan sedih.." kata zayan..


#ifa.


"rafi..?" kata ifa


"eh ifa.. gw minta maaf ya udah kasar sama lo.." kata rafi sambil mengelus pipi ifa.


"gak masalh gw udah maafin.. kita di mana ini?" tanya ifa


"gw mau tunjukin sesuatu sama lo.." kata rafi sambil menarik tangan ifa


"wah.. ini indah sekali.." kata ifa. .


"ifa, gw minta maaf atas semua kesalahan gw.. gw bener bener menyesal.." kata rafi sambil memeluk ifa


"gw udah maafin lo kok.." kata ifa sambil menepuk pelan pundak rafi


"lo suka tempat ini?" tanya rafi


"suka bangat.." kata ifa dengan girang


"lo boleh tinggal di sini bareng gw." kata rafi.


"beneran??.. kalau gitu gw mau ajak, rehan, arya, Rohan, mama, dan ayah kalau begitu.." kata ifa dengan girang


"lo gak boleh bawa mereka semua kesini" kata rafi


"kenapa??" tanya ifa


"ini bukan tempat mereka ifa.." kata rafi..


ifa.. ifa.. ifa..


"tuh.. lo di pangil suami lo.. " kata rafi


"tapi, gw masih mau di sini fi.." kata ifa


"lo kan sudah berkeluarga.. lo harus penuhin tanggung jawab lo sebagai istri untuk rehan dan tanggung jawab untuk kelak anak anak lo.." kata rafi sambil membelai halus rambut ifa.


"lo lihat pintu itu.." tanya rafi sambil menunjukan jari nya ke arah pintu putih


ifa mengangguk


"sekarang lo pergi, dan pulang ok.." kata rafi


"lo gak ikut sama gw??" tanya ifa


"tempat gw disini fa.. gw udah nyaman di sini.. dan gw berharap lo bahagia selalu dengan rehan" kata rafi..


ifa hendak menangis namun segera di hibur oleh rafi..


"cepetan pergi.. waktu lo ngak banyak.." kata rafi..


ifa langsung memeluk rafi dan pergi meninggalkan rafi..


#ruangan


semua orang masih menangis di ruang rawat ifa.


dokter yang berdiri di dekat ranjang ifa hanya bisa diam.. karena dokter tidak bisa mengembalikan ifa kembali.


tiba tiba ifa langsung membuka mata nya begitu saja. membuat semua orang yang di ruangan itu langsung terkejut.


"IFA..?" Teriak sabrina


rehan, dan aida langsung melihat ke arah ifa..


"dokter.." teriak rehan..


dokter pun langsung memeriksa ifa. dan dokter itu pun terkejut seketika


"ini sungguh luar biasa.. pasien sudah melalui masa kritis nya.." kata dokter dengan bahagia..


rehan langsung mencium kening ifa.


ifa belum bisa berbicara apa. apa, namun ifa hanya bisa membuka mata. dan itu pun menatap satu arah saja.


"tapi, keadaan Pasien masih sangat lemah.. jadi, biarkan pasien beristirahat dulu.. dan lebih baik.. kalian semua keluar dulu agar pasien bisa beristirahat.." kata dokter


"suster segera pasang, alat alat yang baru.." kata dokter..


teman teman ifa dan rehan berpamitan untuk pulang.


setelah beberapa lama menunggu suster dan dokter memasang alat baru untuk ifa. akhirnya dokter pun mengizinkan rehan, sabrina, dan rehan masuk kedalam.


rehan segera menlfon kedua. orang tua nya dan mertua nya untuk memberi tau bahwa ifa sudah siuman..


setelah beberapa lama..


ifa kembali membuka mata, tapi, tetap saja dia tidak mau berbicara..


"ifa.. gw mau ucapin terimakasih buat lo.. lo udah selamat in gw.. malam itu.. dan semoga rafi juga tenang di alam sana ya.." akata sabrina..


tiba tiba ifa menangis begitu saja.. hingga membuat mereka semua terkejut..


"lo kenapa..?" tanya rehan sambil memeluk ifa


"gara gara gw, sabrina jadi gini.." kata ifa yang masih menangis..


"sudah lah ifa.. lupakan kejadian itu.." kata sabrina..


tiba tiba ifa langsung diam dan menatap wajah rehan, sabrina , dan arya..


"siapa kalian..??" tanya ifa.


mau tau kelanjutan nya.???


ikuti terus cerita LOVE MY SELF


dan jangan lupa like komen dan vote author sebanyak banyak nya ya..


agar author juga semangat dalam up setiap hari nya..


selamat membaca..