LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
rencana yang gagal



tanpa ifa dan rehan sadari rima ternyata diam diam menguping dengan alasan ingin memanggil ifa di atas, namun sabrina tidak mengetahui jika rima pergi ke atas.


"ternyata kau sudah tau semua nya.. baiklah, aku akan merubah skenario nya" gumam rima dan langsung turun ke bawah dan melihat aida dan sabrina belum kembali dari dapur.


tidak lama, ifa dan rehan pun kembali bersama.


lalu ifa mengajak semua nya untuk makan.


disana ifa menyuguhkan segelas susu yang sudah di campur dengan obat.


"kau sedang hamil, jadi kau minum susu yang banyak agar kandungan mu terjaga" kata ifa sembari memberikan segelas susu kepada rima.


"eum, bukan kah sabrina juga hamil? jadi, lebih baik sabrina saja yang minum susu nya" kata rima sambil menyodorkan segelas susu tadi kepada sabrina


"ah tidak, aku selalu mual ketika minum susu" kata sabrina sambil berkedik


"kalau begitu, baiklah, " kata rima dan langsung meneguk segelas susu itu sedikit.


tidak lama rima meminta izin ke kamar mandi dan memuntahkan susu yang sudah ia minum tadi.


rima merasakan pusing karena efek obat di susu itu. tapi, untung nya rima sudah membawa permen lemon untuk menghilangkan reaksi nya.


tidak lama rima kembali dan membuat semua orang terkejut karena tidak ada perubahan apa pun.


"rima, apa kau tidak pusing?" tanya aida


"tentu saja tidak" kata rima dengan santai.


ifa mendenggus kesal karena rencana yang sudah dia susun gagal.


tidak lama mereka berpamitan dan segera pulang,




malam hari nya, ketika ifa sedang sibuk memakai lotion, dari belakang ifa rehan memeluk ifa dengan erat dan tidak membiarkan ifa lari dari nya.


" kau harus membayar semua nya, " kata rehan yang membisikan kata kata itu di telinga ifa


ifa yang sudah paham dengan maksudnya, langsung menepis rehan agar rehan mau segera tidur. tapi, sama saja.


tiba tiba ponsel ifa berdering.


"hallo" sapa ifa yang masih tersenyum di dalam pelukan rehan


("nona muda, maaf ini deno") kata deno salah satu bodyguard ifa yang berada di Dubai.


"iya ada apa? " tanya ifa dengan santai dan merasa sedikit merinding karena rehan meniup pelan telinga ifa dengan halus.


("nona, Saleem di bunuh anak buah rima.. jenazahnya sedang di otopsi di rumah sakit") kata deno


dan langsung membuat ifa terkejut


"apa?!, ok aku akan menghubungi mu nanti" kata ifa dan langsung mengakhiri panggilan nya.


ifa merasa sedikit terpukul dengan kepergian Saleem, ifa tidak menyangka rima akan senekat itu.


"bagaimana ini bisa terjadi? ini tidak mungkin" kata ifa yang tidak percaya dan langsung membuat rehan bertanya tanya


lalu ifa segera berganti baju dan langsung pergi dengan mengendarai mobil nya.


sesmapai nya ifa di rumah rima, dia langsung mengetuk pintu rumah rima dengan kasar.


"Rima keluar kamu!!!!" teriak ifa sambil mengetuk pintu dengan kasar.


tidak lama, rima keluar untuk membuka pintu dan ifa langsung menodongkan pistol di depan dahi nya.


seketika pula mata rima terbelalak.


karena terkejut dengan ifa.


tanpa ifa sadari, rehan membuntuti ifa dari belakang, dan menyaksikan semua nya.


"apa mau mu? kenapa kau membunuh Saleem?!!" kata ifa dengan berteriak dan masih menodongkan pistol itu. yang bisa saja setiap saat bisa menembus otak bodoh rima


"tentu saja, agar tidak ada penghalang antara aku dan pak rehan. jika kau mau aku akan melenyapkan mu juga" kata rima tanpa merasa bersalah


tanpa ifa sadari, ifa melepaskan tembakan di dekat kepala rima dan membuat rima terkejut dan ketakutan


"kau masih beruntung, aku mengampuni mu dan tidak membunuhmu karena bayi mu! " kata ifa sambil mengarahkan pistol nya ke dahi rima kembali


"kalau begitu berikan suami mu pada ku!!" kata rima dengan lantang


flashback


"untuk menebus kesalahan rehan, semua ahset, harta, dan semua nya akan papa atas nama kan kamu ifa.. " kata papa rehan


"papa tidak harus melakukan hal ini" kata ifa sambil memegang punggung tangan papa mertua nya


"tidak, ini harus papa lakukan.. dan papa harap kamu tidak menolaknya" kata papa rehan dan langsung di angguki oleh mama rehan


"baiklah, jika itu permintaan kalian. tapi, aku ingin kalian tetap mengelola semua nya seperti sedia kala.. " kata ifa dengan tersenyum


"baiklah,, " kata papa rehan


flashback off


seketika rima terdiam dan membisu. seakan akan kata kata ifa itu sudah benar benar membungkam mulut rima


"dan dengarkan aku.. berusahalah sekuat mu untuk mendapatkan suami ku" kata ifa dan hendak melepaskan tembakan nya untuk kedua kali nya namun langsung di hentikan oleh rehan


"tidak!!! ifa!!!" teriak rehan


seketika ifa terkejut dan malah meleset


ifa malah menembak dinding dan rima sempat mengelak.


"apa yang kau lakukan di sini?!" tanya ifa dengan kesal


"ifa kau jangan ****, jangan jadikan kemunafikan wanita tak berguna inj menjadikan mu sebagai seorang pembunuh!" kata rehan dan langsung menghampiri ifa


"sekali lagi, kau masih selamat! tapi, lain kali kau akan habis di tangan ku" kata ifa dan langsung meninggalkan rima dan rehan di sana.


ifa mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi dan tidak memperdulikan pengguna jalan lain nya.


karena ifa frustasi, akhirnya ifa pergi ke bar dan melepaskan semua nya dengan minuman.


ifa kembali pulang setelah dia mabuk berat.


dia tidak pulang ke rumah nya melainkan pulang ke rumah arya


ifa sampai di rumah arya dan langsung mengetuk pintu


"buka pintu nya" teriak ifa sambil bersender di pintu


dia mengetuk pintu hingga berkali kali.


dan tak lama mbok ina, arya dan aida langsung keluar dan melihat siapa yang datang.


ketika pintu nya di buka ifa langsung terjatuh ke pelukan mbok ina dan membuat yang lain terkejut.


"loh kok kamu di sini nak? apa yang terjadi sama kamu?" tanya mbok ina sambil menahan ifa agar tidak jatuh


"ifa, kamu minum ya?" tanya aida dengan kesal


"mas, bawa ifa ke kamar aja.. aku akan ambil air lemon" kata aida


dan arya langsung mengendong ifa dan membawa ifa ke kamar tamu


"kenapa kamu minum banyak sih.. udah tau kamu paling gak tahan sama minuman kayak gitu, masih saja di minum" kata arya dengan kesal dan langsung membaringkan ifa yang masih belum sadar.


"ini mas, air lemon nya" kata aida sambil memberikan perasan air lemon dan membantu ifa untuk meminumnya


setelah ifa sedikit sadar, dia melihat sekeliling dan merasa kepalanya sangat pusing


"kamu kenapa kok minum nak?" tanya mbook ina


"rencana ku gagal, dan dia membunuh Saleem" kata ifa yang masih sedikit ngelantur


"siapa Saleem?" tanya arya


"apa Saleem di bunuh?" tanya aida dengan terkejut dan langsung di angguk i oleh ifa.


"bagaimana bisa, dia benar benar sudah keterlaluan" kata aida dengan kesal


"tunggu duku, jelaskan pada ku siapa Saleem itu?" kata arya dengan serius


lalu aida menceritakan semua nya dan arya pun kini malah membenci rehan.


bersambung...


jangan lupa tinggalkan like, komen, vite, dan rate bintang 5 ya.. semoga dengan amal kalian ini author bisa semakin semangat lagi.