LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
cincin pertunangan



setelah ifa selesai menerima telfon dari rafi, ifa segera menuju ke ruang makan untuk bergabung di ruang makan.


setelah semua nya selesai makan ifa dan yang lain berkumpul di ruang tamu.


"kakak gendut... jangan makan terus nanti berat badan mu naik lagi.." kata adik ifa


"hiih.. mengusik saja kau.. sana pergi main.." kata ifa dengan kesal.


"aku akan main tapi bermain di kamar kakak.." kata adik nya


"baiklah bermain lah di kamar ku sepuas mu.. tapi ingat jangan menyentuh semua barang barang yang rentan untuk rusak.. paham?" kata ifa dengan peringatan nya


"baik aku paham.. terimakasih kakak gendut.." kata adik nya sambil memeluk ifa dari belakang.


"berhenti la memanggil ku dengan sebutan gendut.. usill" kata ifa


tapi, tidak di hirau kan adik nya karena dia sudah berlari ke kamar ifa


"siapa nama adik mu?" tanya rehan


"Rohan Anindya.." jawab ifa tanpa melirik ke arah rehan sedikit pun..


"nyonya masundra ini sudah malam.. bagaimana jika anda dan keluarga menginap di sini saja.. kalau pun anda pulang malam ini.. sangat berbahaya." kata mama ifa.


"baiklah jika itu tidak merepotkan.." kata nyonya masundra


"tentu saja tidak.." kata ayah ifa


"ifa tunjukan kamar untuk nak rehan" pinta mama ifa


"baik ma.. mari ikut dengan ku" kata ifa


rehan menurut saja.. dia mengikuti ifa dari belakang


klakk..(suara pintu) .


"ini kamar mu.. jika kau butuh sesuatu silahkan kau pangil bi Iyem" kata ifa dengan cuek..


"kenapa gw harus pangil bi Iyem kalau ada lo" kata rehan


"ih males amat gw.."kata ifa..


tiba tiba adik ifa keluar dari kamar ifa.. yang letak nya di sebelah kamar rehan.


"kakak.. kakak.. itu di kamar kakak ada sesuatu.." kata adik ifa dengan ketakutan


"sudah tenanglah Rohan jangan takut" kata rehan sambil memeluk Rohan


ifa dan rehan segera menuju kamar ifa.. dan dia terkejut saat melihat apa yang ada di kamar nya itu..


"apa ini.. siapa yang menaruh ini di sini??" tanya ifa


"aku tidak tau.. tiba tiba itu muncul dari almari kakak..." kata Rohan..


"pasti ini ulak Chiko " kata ifa dalam hati nya..


"apa yang menjadi masalah besar..? ini hanya puzel berantakan kan?? hanya perlu di bersihkan saja." kata rehan sambil menurun kan Rohan dari gendongan nya


"chiko keluar kamu.." kata ifa.


lalu Chiko menampakkan diri di depan ifa..


ifa marah marah tidak jelas dengan Chiko tapi sayang nya rehan tidak melihat Chiko..


"ada apa dengan kakak mu itu Rohan?" tanya rehan


"kakak sudah biasa seperti itu.. dia bisa melihat teman teman nya.. tapi tidak semua nya dia bisa lihat." kata Rohan


Setelah itu ifa membersih kan puzel yang berantakan dan menyimpan nya kembali ke dalam almari nya..


rehab sangat takjub dengan ruangan ifa..


penuh dengan alat alat musik.. selain itu ada beberapa pedang yang di letak kan secara rapi di etalase kamar ifa..


jujur kamar ifa sangat lah luas..


"apakah kau membunuh orang?" tanya rehan


yang masih menatap ke arah pedang ifa


"kenapa kau tanya seperti itu?" tanya ifa


"ya.. gwihat pedang pedang ini tampak ngeri saja.." kata rehan


"gw sudah terbiasa bermain pedang sejak kecil.. selain itu.. sejak kecil gw sudah membangun dunia gw sendiri.. dengan barang barang ini.. dari semua alat musik.. ruang rekaman.. pedang pedang ini.. dan yang lain nya.." kata ifa


membuat rehan takjub


"gw selalu gak izin in rohan masuk ke kamar gw. karena gw takut Rohan menyentuh pedang pedang gw.. gw takut Rohan memainkan semua alat musik gw..


gw udah menabung untuk membeli semua barang barang ini.." kata ifa


"jadi, lo beli barang barang ini gak minta ke nyokab bokap lo?" tanya rehan


"ya gak lah.. yang mau kan gw. jadi gw yang beli." kata ifa


rehan berjalan menuju ke suatu tempat di situ ada sebuah rak dari kaca yang di dalam nya ada bulu halus.. untuk menyimpan beberapa koleksi jam, bros, dan pernak pernik milik ifa..


"sangat menarik..


tapi, ini tidak seberapa dengan yang aku miliki.." kata rehan di dalam hati nya


"ini sudah malam tidur lah.. " kata ifa


"baiklah gw ke kamar.. selamat malam" kata rehan sambil beranjak ke kamar tidur nya


pagi harinya..


#di meja makan


"kalian berangkat berdua saja ya.." kata nyonya masundra


"tidak usah tante.. ifa bisa berangkat sendiri.." kata ifa


"tidak usah sungkan ifa.." kata tuan masundra.


ketika semua nya sudah selesai


mereka semua mengantarkan ifa dan rehan di depan pintu..


"pak noib tolong antar Rohan ke sekolah ya.." kata mama ifa


"baik nyonya" kata pak noib


"ini mau berangkat.." kata ifa


#di sekolah


sesampai nya di parkiran ifa langsung keluar dari mobil


yang tanpa di sadari aida melihat ifa yang keluar dari mobil rehan


ifa pergi meninggalkan rehan di parkiran dan ifa menuju ke ruang kelas sambil memasang wajah jutek.


"dor.. mau kesambet setan kelas ini lo?" kata aida


"is apaan sih lo ai.." kata ifa


" eh lo.. berangkat bareng rehan ya??" tanya aida


"iya kenapa? tapi lo jangan kasih tau siapa siapa..!" kata ifa


tiba tiba..


"ifa no lo di cariin ama ketua culun di depan.." kata zain


"hah.. gw?" tanya ifa


ifa langsung menuju ke depan dan menghampiri rehan


"nanti lo bisa kan pulang sendiri..?" tanya rehan


"lah.. trus gw naik apa dong?" tanya ifa sambil memasang wajah kesal nya..


"ya gak tau.. gw nanti mau ke apartemen papa mama gw. jadi gw gak bisa anterin lo pulang.." kata rehan


"terserah lo.." kata ifa sambil pergi meninggalkan rehan


rehan. hanya mengeleng geleng kan kepala nya saja..


"aida.. temenin gw yuk ke kantin.. gw mau bicara sesuatu.." kata ifa..


sesampai nya di kantin ifa menceritakan semua yang ifa alami saat di jodoh kan dengan rehan


"wah parah orangtua lo fa.." kata aida yang sempat tidak percaya


"gw belum siap nikah ai.." kata aida.


"yaudah lah.. terima aja.. mungkin ini salah satu nya jalan yang di kasih tuhan buat lo.


lagian lo sama rehan juga gak jauh jauh amat sama sama bringas" kata aida sambil tertawa


"jaga mulut lo ya.." kata ifa


#di rumah


"selamat sore tante." kata rehan


"sore nak rehan.. mau jemput ifa ya?" kata mama ifa


"iya tante ifa nya ada?" tanya rehan


"iya ada di kamar.. naik saja " kata mama ifa


#di kamar ifa


"oi.." teriak rehan


"aaaaaaaa... sejak kapan lo ada di kamar gw ha?" tanya ifa


"barusan.." kata rehan dan masuk begitu saja dengan seenak udel nya itu..


"ngapain lo kesini ?" tanya ifa


"mau ajak lo beli cincin pertunangan..


lo belum ganti baju..?" tanya rehan


"males ah.. gw masih mau nyelesai in beat lagu gw.." kata ifa


"lo mau ganti baju sekarang atau gw yang gantiin baju lo.?" ancam rehan


"iya iya gw ganti baju.. lo tunggu di bawah." kata ifa


rehan langsung bergegas menuju ruang tamu.


"gimana nak ifa mau kamu ajak pergi..?" tanya mama


"iya tante..ifa lagi siap siap.." kata rehan


"baiklah" kata mama ifa


yang hanya di balas dengan senyuman manis oleh rehan


tidak lama kemudian.


"ayo.." ajak ifa


rehan hanya terkejut melihat ifa..


karena ifa mengenakan rok di atas lutut dan baju yang benar benar Membuat ifa terlihat seksi..


"kalau begitu kami pamit dulu tante.." kata rehan


sesampai nya di toko perhiasan ternama di kota A rehan dan ifa mencari cincin yang cocok untuk mereka.


tanpa di sadari ifa..


rehan membelikan ifa kalung yang sangat cantik.


yang akan di berikan rehan saat pernikahan nya nanti..


setelah beberapa jam puas memilih cincin.


ifa dan rehan bergegas pulang mengantarkan ifa pulang..


bersambung...


seperti biasa ya jangan lupa dukung author dengan cara like komen dan vote sebanyak banyak nya..


terimakasih


selamat membaca