LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
rela untuk di duakan



1 minggu kemudian


pagi itu ifa hendak pergi ke kantor untuk mengurus beberapa masalah,


ketika ifa di kantor dia merasa lesu dan tidak bersemangat karena efek minuman yang tadi malam dia minum.


arya ikut ifa ke kantor untuk memastikan bahwa ifa baik baik saja.


"ya tuhan, jika ini takdir ku untuk di dua kan. aku akan mencoba menerima nya. jujur ini benar benar menyakitkan bagi ku. tapi, anak itu juga tidak bersalah.


"aku tau dia bukan anak mas rehan. tapi, seluruh keluarga hanya mengetahui jika anak itu adalah anaknmas rehan. ya tuhan kuatkan lah hati hamba ini. " kata ifa sambil merintihkan air mata nya.


"kenapa kebencian yang dulu ada kau rubah menjadi cinta, dan kenapa sekarang cinta yang ada kau renggut kembali" teriak ifa dengan lirih sambil meremas rambut nya


"tuhan, jika kau mengizinkan aku. biarkan lah aku menyusul anak ku saja.. aku tidak tahan jika harus merasakan penderitaan ini.. " kata ifa yang masih menangis sendirian dj dalan rungan nya.


arya sudah mendengar semua perkataan ifa dan berusaha bersikap seolah olah tidak tau apa apa..


lalu arya pun masuk ke ruangan ifa


"ifa, kok kamu nangis? ada apa?" tanya arya yang sebenarnya juga tidak bisa membendung air mata nya


" oh gak apa apa. aku cuma... eumm.. tadi.. " kata ifa dengan terbata bata


lalu arya menghampiri ifa dan langsung memeluk ifa, dan memberikan kehanggatan agar dia sedikit merasa lebih tenang.


"kenapa dunia ini tidak adil bagi ku?


"tuhan sudah mengambil anak ku, lalu dia mau mengambil cinta ku.. kenapa " kata ifa dengan menangis sesenggukan di pelukan arya


arya hanya bisa menangis sambil mengelus rambut ifa dan tidak bisa membayangkan nasib adik nya itu.


ifa memang bukan adik kandung arya, tapii bagi arya ifa lebih dari segalanya


lalu ifa dan arya segera menuju ruang meting dan menyelesaikan permasalahan di kantor nya.


arya sempat khawatir ketika di ruang meting karena wajah ifa tampak pucat. bahkan sesekali ifa menahan rasa mual nya.


untuk menjaga profesional nya saat bekerja. ifa pun harus melakukan itu.


ifa dan arya berfikir ini mungkin hanya efek ifa yang kecapken dan banyak fikiran


setelah meting selesai


arya langsung mendekati ifa karena dia benar benar khawatir dengan keadaan ifa


"ifa kamu kenapa? kamu sakit? kok wajah kamu pucat banget? kamu gak apa apa kan?" tanya arya yang sudah khawatir


"aku gak apa apa.. aku mau istirahat sebentar" kata ifa dan segera bergegas pergi.


ifa berjalan sempoyongan sambil memegang i kepala nya yang terasa sangat berat.


"nona, nona muda tidak apa apa?" tanya salah satu karyawan yang tiba tiba melintas dan sempat menahan tubuh ifa yang hampir saja jatuh


"aku tidak apa apa" kata ifa dan langsung pergi begitu saja


lalu ifa mengambil kunci mobil dan langsung bergegas pergi


"oh ya tuhan kenapa kepala ku pusing sekali.. " kata ifa yang masih berusaha fokus menyetir


tiba tiba ifa benar benar merasa pusing dan dia tanpa sengaja membanting stir nya ke arah kiri hingga membuat nya menabrak trotoar, ifa tidak sadarkan diri di dalam mobil dan darah pun bercucuran di mana mana karena benturan dan pecahan kaca yang bertebaran saat kecelakaan .


tidak lama banyak orang yang berkerumunan dan berusaha membantu ifa,


ifa di turun kan dari mobil oleh salah seorang warga dan berusaha menyadarkan ifa


"coba cari ponsel atau dompet yang ada di mobil siapa tau ada petunjuk" kata lelaki paruh baya itu yang masih berusaha membangun kan ifa dengan menepuk nepuk pelan pipi ifa


"ini ada KTP dan ponsel nya" kata seorang wanita yang masih memegang i tas ifa


"cepat telfon seseorang yang sekiranya dekat dengan korban" kata laki laki paruh baya itu.


lalu wanita itu membuka ponsel ifa dan melihat tertera nama 'Rehan My husband'


lalu wanita itu segera menelfon rehan


#di rumah rehan


kedua orang tua ifa dan rehan tengah berada di rumah rehan dan sedang membicarakan soal pernikahan rehan dengan rima


namun rehan hanya diam membisu karena tidak ingin menikahi rima.


tetapi, tuan masundra juga harus menutupi aib ini agar tidak menimbulkan masalah nanti nya.


tiba tiba ponsel rehan berbunyi dan tertera nama 'Arifa My Wife'


langsung rehan mengangkat nya dengan santai dan senyuman lebar


"hallo sayang?" sapa rehan


("maaf tuan") kata seorang wanita


"kamu siapa? di mana istri saya?" tanya rehan dengan kesal


("maaf tuan, istri anda mengalami kecelakaan di jalan raya.. dia belum sadarkan diri.. ") kata wanita itu


"apa?!!" teriak rehan dan langsung beranjak berdiri dari duduk nya dan membuat kedua orang tua nya juga ikut terkejut.


("kami masih menunggu ambulance datang") kata wanita itu


"baiklah bawa istriku ke rumah sakit yang terdekat dan aku segera kesana.." kata rehan dan langsung menutup panggilan nya.


"ada apa sayang" tanya mama ifa yang khawatir melihat wajah rehan


"ma, ifa kecelakaan kita harus ke rumah sakit sekarang" kata rehan dan langsung meraih kunci mobil nya.


#ifa


arya melihat kerumuman di pinggir jalan dan sempat melihat ada mobil yang sangat dia kenal.


lalu arya menepi dan melihat siapa yang kecelakaan.


alangkah terkejutnya arya melihat itu adalah ifa,


"ifa, ifa bangun ifa.. " teriak arya sambil menepuk pipi ifa


"anda siapa nya mas?" tanya laki laki yang ada di situ


" saya kakak nya.. " kata arya yang masih berusaha membangunkan ifa


tidak lama ambulance datang dan mengangkat ifa ke dalam mobil ambulance


"hallo, kau datang ke jalan merpati raya, dan bawa mobil adik ku ke bengkel" kata arya dan langsung menutup panggilan nya.


di dalam mobil arya terus saja menangis dan berharap tidak terjadi sesuatu kepada ifa.


sesampai nya di rumah sakit, arya juga melihat rehan yang juga baru datang


"di mana ifa?" tanya rehan dengan khawatir


tidak lama rehan langsung melihat. ifa tidak sadarkan diri dan langsung menghampiri nya.


"ifa, kamu harus kuat.. aku selalu ada buat kamu" kata rehan yang ikut berlari bersama perawat lain nya.


"maaf tuan tidak boleh masuk" kata suster yang menghentikan rehan yang hendak ikut masuk ke dalam ruang IGD


"apa maksud mu? istriku sedang terluka dan aku harus menunggu kata mu? jika terjadi apa apa kepada istri ku. maka kau yang akan menggantikan posisi nya" teriak rehan dan langsung di tenangkan oleh arya.


selama 1 jam, lebih mereka menunggu kabar. tapi dokter tak kunjung keluar.


setelah 1 jam setengah dokter keluar


"dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanya rehan


"istri bapak, sudah melalui masa kritis nya.. dan syukurlah kandungan nya juga selamat" kata dokter itu seketika membuat semua orang tercenggang dan terkejut


"aa.. aa.. apa dok? kandungan? maksud mu istri ku hamil?" tanya rehan dengan terbata bata.


"lah tuan ini kan suami nya, masa istri sendiri hamil tidak tau.. dan saya juga meminta agar pasien tidak terlalu banyak fikiran." kata dokter


" dok apa. kami boleh menemui nya?" tanya arya


"silahkan" kata dokter


mereka sedikit terkejut melihat kondisi ifa, kepala nya di balut pernah dan tangan kanan nya mengalami patah tulang ringan


"sayang, maaf kan aku" kata rehan yang masih menangisi ifa


"tadi kok bisa seperti inj bagaimana ceritanya?" tanya tuan masundra


"sejak meting tadi ifa megekuh pusing, dan mual, dan dia tiba tiba pergi meninggalkan ku.


dan aku bertemu dia di tepi jalan, tapi posisi nya dia sudah kecelakaan" kata arya


tidak lama ifa membuka mata dan berusaha melihat dengan jelas wajah suami nya.


"han, aku t.. tidak masalh jika harus kau d.. dua kan.. " kata ifa dengan terbata bata


dan membuat semua orang terkejut


"apa maksud mu?" tanya rehan


"menikahlah dengan rima, aku mungkin hanya akan bisa menjadi parasit di dalan hubungan mu saja" kata ifa dengan suara lirih nya.


"aku tidak akan meninggalkan mu dan calon anak kita" kata rehan


"a.. apa maksud mu?" tanya ifa


"kau hamil sayang" kata mama ifa dan seketika ifa berlinang air mata.


"ya tuhan, kenapa kau memberikan ku kesempatan untuk bersama dengan nya lagi.?


kenapa kau sangat menginginkan aku terluka..?" gumam ifa sembari air mata nya menetes membasahi pelipisnya


"nak, kenapa kau harus datang di saat seperti ini?" gumam ifa sembari tangan kiri nya memegang i perutnya


"ya tuhan haruskan aku bersyukur atas karunua mu ini?. aku mohon maafkan aku.." gumam ifa yang masih saja menangis.


"kamu kenapa nangis?" tanya arya sembari mengusap air mata ifa


ifa mengelengkan kepala nya dan tersenyum pahit menerima semua kenyataan ini.


bersambung..