
ifa hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa apa..
"paman kamu bilang, nama ibu kandung kamu surina. dia bekerja di daerah kota ini" kata mama arya.
yang seketika membuat ifa terkejut. karena surina adalah mbok ina pembantu di rumah nya.
tiba tiba mama arya pergi untuk mengambil sesuatu, dan tidak lama kemudian langsung kembali dan membawa baju bayi di tangan nya.
"ini satu satu nya baju yang terakhir kali kamu kenakan ketika masih bayi" kata mama arya sambil memberikan baju bayi itu kepada arya.
"arya gw mau ngomong sesuatu. tapi jangan di sini" bisik ifa dengan pelan.
arya langsung keluar dari rumah dan pergi dengan ifa tanpa berpamitan dengan mama nya itu.
mama arya hanya bisa menangis karena dia berfikir sudah kehilangan arya.
"tadi, tante miranda bilang ibu kandung lo nama nya surina kan??" tanya ifa
arya hanya mengangguk karena suara nya sudah serak karena terlalu lama menangis.
"kayak nya itu pembantu di rumah gw deh, karena mbok ina sendiri pernah cerita ke gw kalau dia pernah punya anak. tapi, hilang pas dia lagi bersihin kayu di jalan" kata ifa.
seketika arya langsung melakukan kendaraan nya menuju rumah ifa.
•
•
sesampai nya di rumah ifa, mereka berdua langsung masuk ke rumah,
"loh non kok jam segini nona sudah pulang?" tanya mbok ina.
"mbok, simbok kenal sama baju ini..?" tanya ifa
mbok ina langsung memegang baju bayi itu dan menangis.
"ini seperti baju bayi yang dulu, di kenakan anak simbok terakhir kali non" kata mbok ina yang tiba tiba sudah beruarian air mata.
arya langsung memeluk mbok ina. dan seketika membuat mbok ina terkejut.
"ibu.." tangis arya sambil memeluk mbok ina.
"mbok, ini arya, anak simbok" kata ifa yang ikut menangis
"ini benar anak ku? ini kamu nak..?" kata mbok ina yang tidak percaya.
ye ilah mbok itu anak simbok. masa anak wewe gombel.
hehehee,, maaf bercanda.
"kamu, sudah besar nak." kata mbok ina sambil memegang i pipi arya.
"ifa, terimakasih kamu sudah menjaga ibu aku" kata arya.
ifa hanya mengangguk dan tersenyum keciln
"terus setelah ini kamu mau tinggal di mana..?" tanya ifa
"aku mungkin akan membeli rumah kecil kecilan di daerah sini saja, uang tabungan ku setidak nya cukup." kata arya yang masih memeluk mbok ina.
"tapi, nanti non ifa" tanya mbok ina, yang belum selesai langsung di potong oleh ifa.
"masalah rumah, ifa bisa kerjakan mbok" kata ifa dengan tersenyum.
"oh yha, lo mau balik ke rumah om mahes gak?" tanya ifa.
"gak, dan aku gak akan menampakan diri bahkan hanya sekalipun di depan mereka berdua." kata arya dengan api kebencian.
"lo gak boleh gitu, setidak nya mereka juga udah ngerawat lo. mereka juga udah biayain sekolah lo hingga ke luar negri. lo, gak mau berterimakasih dengan mereka apa?" tanya ifa yang berusaha menyadarkan arya.
"aku akan ketemu mereka besok, ketika aku sudah merasa sedikit tenang." kata arya.
"malam ini lo, di sini aja dulu. lagian rehan juga gak pulang ke rumah" kata ifa
"gak usah fa, takut ngerepotin. aku udah banyak ngerepotin kamu selama ini" kata arya.
"gak kok.. pokok nya malam ini kamu harus tinggal di sini.
sekalian nanti gw bantu cari rumah di daerah sini" kata ifa sambil memegang tangan arya.
"ok.. thanks ya" kata arya sambil memeluk ibu nya,
•
•
•
tiba tiba ponsel ifa bergetar,
"hallo ada apa aida.?" tanya ifa
("lo gak apa apa kan..?") tanya aida
"humm. gw gak apa apa.. ada apa telfon?" tanya ifa sekali lagi.
("malam ini, lo bisa temen in gw ke mall gak? gw mau beli baju. kata nya sih banyak diskon nya") kata aida dengan girang.
"ok.. nanti malam jam 8" kata ifa.
dan langsung mengakhiri panggilan nya.
"fa sini deh, ini kayak nya rumah bagus deh, dan dekat dengan rumah lo juga" kata arya sambil memperlihatkan gambar rumah kepada ifa.
"iya,.." jawab ifa singkat.
"kalau gitu aku mau beli sekarang juga, biar nanti malam bisa langsung pindahan" kata arya.
"yaudah.. kalau lo mau beli yang itu.. kalau ada apa apa tinggal bilang aja ke gw. gw mau ganti baju dulu" kata ifa yang hendak beranjak pergi.
•
•
•
malam nya, ifa membantu arya dan mbok ina pindah di rumah baru nya, yang tidk jauh dari rumah nya.
lalu ifa mengajak arya dan mbok ina ke mall sekalian belanja.
"fokus nyetir, malah bahas cewek" kata arya dengan kesal
sesampai nya di mall. ifa langsung. bertemu dengan aida.
"kenal in. ini arya, dia kakak angkat gw" kata ifa sambil memperkenalkan arya kepada aida.
"arya" sapa arya sambil mengulurkan tangan nya
"aida." kata aida sambil membalas uluran tangan arya.
"ehemm. mata nya biasa aja kali " sindir ifa kepada arya.
"tinggal in aja yuk bu.. biarin aja mereka berdua." kata ifa sambil membawa mbok ina ke dalam mall.
ifa di mall sibuk bersama mbok ina memilih baju berdua sedangkan arya dan aida memilih baju bersama.
"bu.. menurut ibu arya ama aida gimana??" tanya ifa kepada mbok ina.
"ibu, mah terserah arya nya saja" kata mbok ina sambil tertawa kecil.
tiba tiba mata ifa di kejutkan dengan sesuatu hal.
dia melihat, seseorang yang benar benar dia kenal.
ya, rehan. ifa melihat rehan sedang bersama wanita lain, dan rehan tengah memilihkan baju untuk wanita itu.
seketika hati ifa tiba tiba hancur. tidak terasa butir an bening air mata ifa menetes hingga membasahi pipi nya.
"kenapa, gw nangis. toh gw juga gak ada perasaan apa apa.. tapi, kenapa hati gw rasanya hancur melihat mereka berdua?" tanya ifa kepada diri nya sendiri dan berusaha menenangkan diri nya sendiri.
tiba tiba mbok ina sadar bahwa ifa sedang menangis.
"nak, kamu kenapa??" tanya mbok ina.
"gak apa apa bu.. ayo kita pulang sekarang, ifa ndak mau belanja" kata ifa sambil mengusap air mata nya.
ifa langsung memanggil arya dan aida untuk segera pulang.
"lo aja yang nyetir." kata ifa yang sudah.menangis
"lo kenapa fa.?" tanya aida.
"gak apa apa.. maafin gw gak bisa nemenin lo belanja lebih lama" kata ifa.
"iya gak apa apa.. hati hati ya, arya " kata aida.
lalu arya dan yang lain segerao bergegas pulang.
arya mengantarkan ifa kerumah, dan ifa tanpa berpamitan langsung masuk rumah begitu saja.
#di mall.
"aneh bangat sih, ifa" gumam aida
tiba tiba aida melihat rehan yang tengah membantu wanita di sebelah nya memilih baju.
lalu aida menghampiri rehan.
"rehan.." sapa aida yang membuat rehan terkejut.
"eh. aida.. " kata rehan sambil menarik nafas.
"siapa dia?" tanya aida.
"dia sekertaris baru gw, dia baru datang dan belum punya baju yang bagus untuk di pakai besok rapat" kata rehan
"kmu pilih baju nya sendiri aja.. aku mau bicara dulu" kata rehan kepada sekretarisnya.
lalu sekertaris rehan langsung memilih baju baju sendiri, dan rehan berbicara dengan aida.
"lo kesini sengaja atau gimana?" tanya aida.
"gak sih, sebenernya gw di suruh sama papa" kata rehan..
"sekarang gw tanya, kalau misal nya ifa lihat lo kayak gini gimana?" tanya aida sekali lagi.
"ya gw tinggal jelasin aja lah" kata rehan dengan enteng.
"lo punya otak kecil bangat sih, lo kayak gak tau ifa aja.." kata aida.
"mas saya sudah selesai" kata sekertaris rehan.
"ih.. sok so kan manggil mas lagi" bisik aida kepada rehan.
"maklum anak pedesaan. jadi, udah biasa mah" kata rehan dengan enteng.
"ini kenalin dia aida, temen saya" kata rehan sambil memperkenalkan aida.
"aida" sapa aida sambil mengulurkan tangan nya.
"rima mbak" sapa rima sambil membalas uluran tangan aida.
"kalau gitu gw pergi dulu ya han.. " kata aida
"oh yha, gw minta tolong sampein salam buat ifa. gw belum bisa buka ponsel. karena ponsel gw di bawa sama papa" kata rehan dengan berbisik.
aida hanya mengangguk dan bergegas pergi.
#dirumahifa
ifa menangis di dalam kamar karena merasa hati nya hancur karena melihat rehan bersama wanita lain.
"kenapa gw harus nangis..? toh, gw juga gak cinta ama tuh harypoter" kata ifa kepada diri nya sendiri
yaillah ifa, lo gak sadar apa kalau sikap lo selama ini udah nunjukin kalailu lo udah jatuh hati sama harypoter lo..
tiba tiba ponsel ifa berbunyi, ternyata aida mengirim kan pesan.
(ifa, lo dapet salam dari rehan.. kata rehan dia gak bisa buka ponsel. karena ponselnya di bawa sama papa nya) isi pesan aida.
ifa tidak memperdulikan nya, bahkan tidak ingin membalas pesan itu.
ifa langsung ingin bergegas tidur namun dia terbayang bayang dengan rehan.
bersambung...