
setelah mereka berdua pulang dari dokter. ifa langsung naik ke atas.untuk bersih bersih.
"sayang, kau tidak perlu melakukan hal ini. aku tidak mau jika nanti kau kecapekan." kata rehan yang melihat ifa tengah melipat baju.
"tidak masalah jika aku yang melakukannya. lagian jika aku hanya duduk diam saja. itu akan membuat aku lemas" kata ifa yang masih sibuk melipat baju.
"baiklah besok aku akan carikan pembantu untuk mu" kata rehan yang sembari memainkan ponsel nya.
"tidak usah.. aku yang akan cari sendiri" kata ifa dengan cuek.
•
•
•
kini usia kehamilan ifa sudah memasuki umur 6 bulan. ifa semakin kesulitan untuk berjalan karena perutnya sudah membesar.
"sayang, besok ke dokter USG ya..?" pinta rehan kepada ifa
"tidak mau, aku tidak mau USG. " kata ifa dengan amarah
"kenapa.? kan biar kita tau anak kita laki laki atau perempuan" kata rehan yang masih membujuk ifa sambil membeli halus rambut ifa.
"sekali aku bilang tidak ya tidak." kata ifa dengan tegas dan kesal.
"ok.. ok.. baiklah" kata rehan yang sudah mulai mengalah.
"aku besok ingin ikut ke kantor bersama mu" kata ifa yang tidak ingin melihat wajah suami nya itu.
"baiklah.. kali ini aku tidak akan melarang mu" kata rehan
•
•
*****
paginya, ifa ikut rehan ke kantor.
sesampai nya ifa dan rehan di kantor dia langsung ke ruangan rehan.
tiba tiba arya masuk ke ruangan rehan, karena ingin memberikan berkas berkas yang harus di bawa untuk rapat nanti.
arya sedikit terkejut melihat ifa berada di kantor. dia sempat berfikir ataukah ifa sedang sakit?
"kenapa kamu ikut ke kantor??" tanya arya sambil meletakan beberapa berkas di meja rehan
"tidak apa apa.. aku hanya bosan di rumah" kata ifa
"lalu kenapa kau tidak ke rumah saja? kan ada aida dan juga ibu" kata arya yang tengah mendekati ifa
"tidak perlu.. sekalian aku kesini ingin memantau perusahaan ayah" kata ifa
"lihat lah diri mu, baru 6 bulan kau sudah kesulitan berjalan.. kau masih saja ingin mencari hal yang tak harus kau kerjakan" kata arya dengan kesal.
"lebih baik dia memang ikut ke perusahaan saja, aku khawatir jika dia di rumah" kata rehan
"kenapa?" tanya arya sembari mengangkat kedua alis nya
"kemarin kalau aku tidak pulang cepat, dia pasti sudah akan bermain basket. untung aku sudah berada di depan garasi mobil" kata rehan sambil melirik kesal ke arah ifa.
"yang benar saja. kau ini sedang hamil besar ifa" kata arya sekali lagi dengan kesal.
"ya, aku bosan jadi aku memutuskan untuk bermain basket saja" kata ifa dengan nada yang santai.
" kau ini.. sudah lain kali jangan ulangi hal ini. jangan bahayakan diri mu dan calon keponakan ku" kata arya sembari mengelus pelan perut ifa.
tidak lama kemudian rima datang untuk memanggil rehan dan arya karena rapat nya sudah akan di mulai.
sepeninggalan arya dan rehan.
rima masih di ruangan rehan, dan tiba tiba dia berjalan ke arah kamar ruangan rehan.
"apa yang kamu lakukan di sana?" tanya ifa dengan sedikit berteriak.
"saya menggambilkan baju untuk tuan rehan." kata rima dengan nada tidak bersalah sama sekali.
karena ifa kesal ifa langsung pergi dari kantor rehan dengan menaiki taxi online
seketika mata rehan terbelalak karena mengetahui ifa yang pergi dengan tiba tiba.
setelah rapat selesai rehan dan arya segera pulang dan mencari ifa.
sesampainya di rumah, rehan langsung naik ke kamar dan melihat pintu kamar mereka di kunci dari dalam.
Ttookkk.... ttoookkk... (suara ketukan pintu)
"sayang apa kau di dalam? teriak rehan sambil mengetuk pintu hingga berkali kali.
"sayang, tolong buka pintu nya.." teriak rehan sekali lagi.
"ifa, buka pintu nya ifa" teriak arya dengan sedikit penekanan.
lalu ifa membuka kan pintu. rehan terkejut melihat ifa yang tengah menangis.
"kamu kenapa?" tanya arya
"tidak apa.." kata ifa sembari menghentikan tangisan nya
"ceritakan padaku" kata arya sembari berusaha menghentikan tangisan ifa
"tadi rima berada di kamar ruangan rehan. aku curiga dia selingkuh dengan nya" kata ifa sembari melirik ke arah rehan
"astaga sayang apa kau curiga pada ku? hanya karena dia masuk ke dalam kamar?"
tanya rehan dengan kesal.
"bela saja dia.. sekarang aku tau, keputusan ku untuk ikut ke kantor tidak salah. kau selingkuh dengan rima kan" tanya ifa yang tambah menangis dengan histeris
"aku tidak selingkuh dengan nya sayang, kalau tidak percaya kau tanya saja pada kakak mu itu" kata rehan yang sudah mulai kesal.
"ifa, dengarkan aku. kalau hanya masalah rima ke kamar rehan itu hanya untuk mengambilkan jas baru untuk rehan rapat nanti yang ke 2" kata arya dengan halus.
"benarkah itu?" tanya ifa untuk memastikan nya.
lalu arya mengangguk untuk menjawab pertanyaan ifa.
lalu karena ifa sudah mendapat jawaban nya, ifa langsung berhenti menangis dan masuk kembali ke dalam kamar lalu tertidur begitu saja. ya. mungkin dia lah karena menangis.
"lihat lah itu..! dia benar benar sangat aneh" kata rehan dengan kesal.
"maklumi saja.. dia juga sedang mengandung anak mu, itu sudah biasa terjadi ketika sedang mengandung" kata arya
"kalau begitu kita ke kantor sekarang" ajak arya.
•
•
1 minggu kemudian.. ifa tengah menginap di rumah orang tua nya karena ifa sangat merindukan mereka.
"hai adik kecil.. cepat lah keluar dan bermain dengan. ku" kata Rohan yang berbicara dengan kandungan ifa
lalu ifa sedikit tertawa dan mencubit pelan pipi rohan
"kau ini sudah besar.. umur mu juga sudah Mulai menginjak 8 tahun apa kau masih saja mau bermain main?" tanya ifa dengan tersenyum
"biarkan saja. aku sudah tidak sabar " kata Rohan yang bersandar di lengan ifa.
"kamu mau pulang kapan sayang? sudah 3 hari kamu di sini. apa kamu tidak rindu suami mu?" tanya mama ifa
"ya sebenarnya aku merindukan dia. tpi, aku akn pulang besok saja.. aku masih mau tinggal di sini 1 hari lagi" kata ifa yang masih memainkan rambut Rohan
"baiklah terserah dirimu saja.tapi, jangan lupa hubungi suami mu juga ya" kata mama ifa
"Rohan berhentilah bermain dan belajarlah " kata ifa karena dia kesal melihat Rohan yang terus bermain ponsel.
"kakak. sejak pagi hingga jam 12 tadi aku di sekolah memang nya ngapain?" tanya Rohan yang masih sibuk bermain ponsel.
"benar juga ya.. ahh tidak, di rumah kamu juga harus belajar. masa iya belajar cuma di sekolah.. ayo cepat " teriak ifa
"iya, iya.. hey dengar kan aku.. bila kau sudah keluar nanti jangan jadi orang cerewet Seperi ibu mu ok.." bisik Rohan
"sudah sana.." kata ifa dengan kesal
bersambung.....