
hari ini papa rehan yaitu tuan masundra membawa rehan ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi nya. mengingat dia sudah sedikit mengingat hal hal masalalu nya.
setelah beberapa lama dokter memeriksa rehan, lalu papa rehan di minta untuk masuk.
"ini sungguh keajaiban.. inggatan nya pulih dengan sangat cepat. bahkan melebihi ekspetasi para dokter" kata dokter
"jadi,rehan sudah bisa mengingat semua nya..?" tanya tuan masundra
"belum sepenuhnya.. tapi, setidaknya sudah 85% ingatan nya sudah kembali pulih" kata dokter
"baiklah. ini nanti tolong di tebus di depan" kata dokter sambil memberikan kertas tebusan obat.
"papa. ifa di mana?" tanya rehan
"dia di rumah sayang.. kita pulang sekarang ya" kata papa rehan
"papa, seingat ku. terakhir kali aku mengalami kecelakaan di London waktu itu" kata rehan
"sudah tidak usah di bahas lagi.. " kata papa rehan yabg fokus menyetir
"tapi, aku merasa ada hal aneh.. seperti ada orang yang sengaja mencelakai ku" kata rehan dengan yakin
"kamu yakin?" tanya papa rehan
"iya pa.. rehan yakin, dan malam itu sebelum rehan berangkat. ifa sempat mencegah ku untuk berangkat ke london. bahkan sempat meminta ku untuk mengundur jadwal penerbangan ku" kata rehan
"sudah.. jangan terlalu di pikirkan.. kamu masih dalam tahap pemulihan." kata papa rehan
•
•
sesampai nya di rumah rehan langsung menemui ifa dan bermanja manja dengan ifa
"sayang, aku rindu padamu" kata rehan sambil memeluk ifa
ketika orang tua mereka sudah keluar.
ifa berbicara kepada rehan sesuatu.
"aku ingin bertanya padamu" kata ifa dengan serius.
"kenapa waktu itu kau menyentuh ku dengan sangat kasar?" tanya ifa dan seketika membuat mata rehan terbelalak.
"benarkah.?" tanya rehan yang merasa tidak percaya
"kau bahkan menuduh aku berselingkuh dengan mu" kata ifa dengan murung.
"ahmm aku inggat.. sayang, aku mohon maaf kan aku.. waktu itu aku kan tidak tau" kata rehan yang memohon maaf dari ifa
"aku sudah memaafkan mu sejak lama.. hanya saja, sikap mu waktu itu masih teringat di benak ku. kau begitu kasar padaku"
"bahkan hingga beberpaa hari kau membentak diri ku.. sampai sampai kau melemapr semua aksesori, perhiasan dan. semua koleksi jam tangan ku" jata ifa seketika membuat rehan tidak percaya.
"tunggu dulu.. dimana pedang dan piano nya?" tanya rehan yang baru sadar barang barang yang sengaja dia tata untuk ifa sudah tidak ada.
"apa kau tidak ingat?" tanya ifa
"kau menyuruh ku memindahkan semua nya" kata ifa
"baiklah. aku meminta maaf atas segala kesalahan ku.." kata rehan dengan melas.
"heunmm baiklah.." kata ifa dengan senyuman manis nya
lalu wajah ifa seketika berubah. karena dia merasa sangat mual.
lalu ifa bergegas. menuju kamar mandi, tapi masih tetap sama..
setiap dia ingin muntah. tidak ada yang keluar.
tapi dia merasa perutnya seperti di aduk aduk
lalu rehan datang dan mendekati ifa.
"tidak bisa muntah lagi?" tanya rehan yabg bersender di pintu kamar mandi.
"aku merasa sangat mual.. tidak tau kenapa" kata ifa yang masih sangat lemas
lalu rehan menarik ifa dengan pelan dan mambawa ifa pada pelukan rehan.
"aku akan membuat mu tidak mual lagi" kata rehan dan langsung mencium ifa yang tidak ada penolakan sama sekali
seketika mata ifa terbelalak terkejut karena rehan yang mencium nya dengan secara tiba tiba.
ini lah yang ifa rindukanselama ini. kasih sayang dari suami nya.
"bagaimana? masih mual??" tanya rehan sambari menatap ifa
ifa menggeleng kan kepala nya, yang masih mengontrol nafas nya
•
•
#kediaman arya
"sayang apa kau tidak mau menyusul ifa?" tanya arya
"sebenarnya aku mau saja.. tapi, aku belum siap" kata aida yang dengan jujur.
"baiklah aku akan menunggu mu hingga kau siap.." kata arya dan langsung memeluk aida.
"minggu depan mas akan ke paris apa kau mau ikut?" tanya arya sambil mengecup kening aida
"baiklah aku akan ikut. jika mata mu jelalatan melihat wanita wanita ganjen lagi. aku tidak akan kasih jatah 1 tahun" ancam aida.
"tidak akan sayang.." kata arya
•
•
hari ini kedua orang tua mereka sudah pulang ke rumah masing masing
jadi, rehan dan ifa lah yang di rumah berdua
"sayang boleh kah aku minta sesuatu?" tanya ifa yang masih bersender di dada bidang suami nya.
"kau ingin minta apa?!" tanya rehan sambil mengelus perut ifa yang sedikit mulai membesar.
"aku ingin makan bakso mang uu" kata ifa dengn santai
"siapa itu?" tanya rehan
"coba kau tanya aida, aku malas untuk menjelaskan nya" kata ifa
lalu rehan mengambil nafas panjang dan langsung membuang nya
@rehan ("aida apa kau tau bakso mang uu?")
@aida ("tentu saja itu bakso favorit ifa ")
@aida ("tapi, letak nya sangat jauh")
@rehan ("diamana memangnya?")
@aida ("di dekat rumah nenek ifa dulu")
@rehan ("ok thnks")
"kita beli nya minggu depan saja ya.." pinta rehan
"baiklah.." kata ifa pasrah.
"aku juga ingin meminta sesuatu padamu" kata rehan yang berbisik di Telinga ifa
ifa tidak menjawab dan malah mengelus perut nya.
"aku sudah rindu dirimu.. apa kau tidak merindukan ku?" tanya Rehan dengan berbisik.
"tidak, kan jelas jelas kau sudah ada di sini" kata ifa dengan cuek.
"aaah. kau ini tidak paham lah." kata rehan
ifa yang sudah paham dengan maksud rehan, dia langsung menatap wajah rehan
"tapi, aku masih takut" kata ifa dengan nada lirih nya
"aku berjanji tidak akan menyakiti mu lagi." kata rehan dengan penuh permohonan
karena ifa tidak tega, akhirnya ifa menuruti keinginan rehan malam itu. hingga rehan melakukan nya beberapa kali.
keesokan pagi nya, ifa masih tertidur Dengan tersenyum senyum.
lalu rehan menatap wajah ifa sambil mengelus pipi ifa.
dan seketika. membuat ifa membuka mata.
"kau sudah bangun sayang..". tanya rehan
"badan ku terasa hampir kata" renggek ifa
"tapi, tadi malam kau menikmatinya bukan?" sindir rehan.
"tentu saja. kau bahkan tidak membiarkan aku yang bermain" kata ifa dengan kesal.
"apa mau di ulang?" tanya rehan
"tidak.. jangan terlalu seting, kasihani lah aku.. aku selalu kalah" kata ifa dengan kesal dan murung.
"ya sudah ayo mandi.. " kata rehan .
•
•
•
sore nya rehan membawa ifa ke rumah bi ina, karena ifa rindu dengan bi ina.
dan sekaligus ifa menginginkan buah cermai yang ada di rumah bi ina itu.
"apakah itu asam??" tanya rehan karena dia melihat ifa makan dengan santai tanpa ada rasa asam sama sekali.
lalu ifa, menyuapi rehan 1 buah cermai dan tentu saja, rehan langsung meringgis karena merasakan asam yang luar biasa.
"hheeuuuhhh ini benar benar asam" kata rehan dengan kesal.
"maklum lah, Bumil apa saja yg dia ingin kan akan terasa enak" kata arya sambil merangkul aida.
"hahaaahha.. ibu hamil memang biasa kalau makan asam. dulu simbok ketika mengandung arya, simbok selalu ingin makan telur ikan sungai. tapi, simbok baru bisa memakan nya 1 bulan sebelum arya lahir" kata mbok ina
"kenapa memang nya? " tanya ifa yang masih saja sibuk menyantap buah cermai
"karena mendapatkan ikan yang sedang bertelur itu sangat susah sekali" kata mbok ina .
"auh.. " teriak ifa
"kenapa sayang??" tanya rehan yang sudah ketakutan ..
"aku merasa ada yang bergerak di dalam perut ku" kata ifa dan sontak membuat yang lain tertawa. .
"mungkin dia merindukan papa nya" kata aida Dengn tertawa.
"ai, jangan pancing dia. aku tidak sanggup jika harus semalaman begadang" kata ifa yang sudah mengeluh.. ..
lalu yang lain ikut tertawa karena melihat ifa yabg lucu, dan sesekLi ifa menyuapi, rehan, arya dan aida buah cermai.
ifa sangat suka melihat wajah lucu mereka ketika makan buah cermai yang asam itu
Bersambung ..