LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
janji ifa



"emm.. lo pernah pacaran Gak??" tanya ifa dengan tiba tiba.. membuat rehan terkejut


"kenapa lo tiba tiba tanya itu?" tanya rehan sambil memalingkan wajah nya dari ifa


"yaa.. gw pengen tau aja.." kata ifa dengan cuek


"sekarang gw balik tanya.. lo pernah pacaran gak.?" tanya rehan sambil menghadap ke ifa.. dengan melipat kedua tangan nya


"ya.. kalau boleh jujur sih.. gw pernah.." kata ifa dengan lirih


"dan gw juga udah tau mantan lo itu kok.." kata rehan dengan santai. membuat ifa langsung terkejut


"ya, mantan lo itu rafi.. lo pernah bilang ke gw. waktu itu.. dan asal lo tau.. rafi itu sahabat gw ketika gw masih SD.." kata rehan membuat ifa tidak bisa berbicara apa apa


"dan lo tadi tanya, gw pernah pacaran apa ngak?.. jawaban nya adalah iya.. gw pernah pacaran.." seketika ifa melihat rehan dengan mata terbelalak..


"hah.. lo pacaran, sejak kapan?" tanya ifa dengan tertawa


"sejak gw kelas 5 SD sampai kelas 9 SMP.." kata rehan sambil menarik nafas panjang..


"pasti lo udah sayang bat ya?" tanya ifa dengan iseng


"ya begitulah.. tapi, dia mutus in gw.." kata rehan


"kenapa?" tanya ifa dengan heran


"dia selingkuh di belakang gw.." kata rehan dengan nada ingin melupakan mantan nya itu.


"lah kok sama.. dulu gw putus sama rafi gara gara dia selingkuh di belakang gw.." kata ifa


dengan kesal


"nah.. lo sendiri juga di selingkuhin.. tapi, apa lo tau siapa yang jadi pacar mantan gw..? itu pacar lo. dulu si rafi.." kata rehan. seketika membuat ifa langsung terkejut..


"hah.. yang benerlo?." tanya ifa..


rehan hanya menarik nafas panjang lalu membuang nya dengan kasar..


tiba tiba ponsel ifa berbunyi..


ifa sedikit terkejut setelah melihat siapa yang menelfon dirinya..


("hallo") sapa ifa


("kenapa lo jahat bangat sama gw.. kenapa lo nikah gak ngasih kabar gw ha") kata arya dengan marah marah


("maafin gw, gw sengaja gak kasih tau lo.. karena lo masih di luar negri waktu itu..") kata ifa dengan biasa saja


("gw bakal balik hari ini juga. dan lo harus kenalin suami lo ke gw.. gak ada tapi tapi an..") kata arya dengan kesal


("iya.. tapi, besok gw ada pekerjaan.. lain kali aja kalau gw ada waktu") kata ifa yang sedang mencari alasan


("serah lo.. gw ngambek ama lo") kata arya sambil mengakhiri panggilan nya..


"ye ilah.. **** kok di pelihara.. ngambek kok bilang bilang.. itu nama nya bukan ngambek sat." kata ifa pada diri nya sendiri sambil mengomel ngomel pada ponsel nya.


"mulut lo kalau ngomong gak di saring dulu apa?" tanya rehan dengan kesal..


"dah yok.. gw males belanja jadinya.." kata ifa dengan kesal..


rehan hanya membuntuti arah ifa dari belakang..







sesampai nya ifa di rumah.. ifa langsung ke ruangan audio nya.. semenjak rehan menyerahkan ruang audio itu kepada ifa, rehan tidak pernah berani masuk ke ruang audio itu..


tapi, ketika rehan hendak masuk ke ruang audio itu. ruang audio nya sudah di rubah oleh ifa..


rehan terkejut karena ifa merubah ruang audio itu tanpa sepengetahuan rehan..


ketika ifa hendak mengambil beberapa berkas di almari dekat pintu.. ifa melihat rehan yang tengah berdiri mematung di dekat pintu..


"ngapain lo di situ.. sini masuk" kata ifa sambil melihat beberapa berkas yang ada di tangan nya.


lalu rehan masuk.. dan mata nya menyapu bersih setiap sudut ruangan ifa itu..


"maaf, gw merubah ruang audio ini tanpa se izin lo.. " kata ifa membuat rehan bertanya tanya


"sebenarnya.. ketika lo bilang ke gw. kalau lo bikin semua ini sama persis dengan yang ada di rumah gw.. tapi, ruang audio ini ngak lo buat seperti yang ada di rumah.. ya, gw memaklumi nya, karena lo sendiri belum pernah masuk di ruang audio gw.." kata ifa dengan membolak balik kan berkas berkas nya..


"jadi, gw merubah ruang audio ini.. sebelah ruang audio adalah tempat dimana gw mengerjakan segala hal kantor milik ayah. dan di sebelah situ adalah almari berkas.. dan di belakang almari berkas itu untuk audio nya... " kata ifa sambil menunjukkan tempat yang di sebutkan ifa.


"tapi, kenapa lo gak bilang ke gw aja.. gw bakal rubah in sesuai yang lo mau" kata rehan dengan sedikit kesal


"gw, tau lo bakal turutin semua permintaan gw.. tapi, gw waktu itu masih belum nyaman dengan lo.." kata ifa


"ya udah lah, toh juga udah di rubah mau gimana lagi." kata rehan dengan santai dan memalingkan wajah nya dari ifa


"lo marah sama gw?" tanya ifa..


"gak" kata rehan dengan jutek


"ya udah mulai sekarang gw janji bakal minta izin ke lo. setiap gw mau beli hal sekecil apa pun.. termasuk permen sekali pun.


dan gw bakal minta persetujuan lo sebelum gw bertindak.." kata ifa membuat rehan sedikit tersenyum


"lo janji ya.." kata rehan.


"iya gw janji.." kata ifa sambil tersenyum..


lalu ifa memperlihat kan beberapa aransemen lagu yang sudah ifa buat.. dan rehan melihat 1 tempat yang menurut rehan sangat indah..


"ini apa?" tanya rehan sambil melihat tempat itu.


"waw.. ini indah sekali" kata rehan dengan terkagum kagum


"udah hampir gelap.. turun yuk." kata rehan


ifa hanya menurut dan merapikan bebraoa berkas nya.


malam hari nya ketika di meja makan mbok ina dan pak zaki tiba tiba meminta izin untuk pulang kampung. karena ada suatu hal yang harus di urus oleh mereka berdua..


dan pada malam hari itu pula mbok ina dan pak zaki langsung pergi untuk pulang kampung..


"ehemm.. mumpung berduaan nih.." kata rehan dengan iseng


"apa lo?" tanya ifa dengan kesal.


"gak. gak gw bercanda.. besok gw ada miring di kantor papa.. lo mau ikut gak?" tanya rehan


"ikut gak ya?" tanya ifa pada diri nya sendiri..


"ya gw ikut.. tapi, besok malam kan kita harus ke rumah nya zayan.." kata ifa


"ya kan, habis dari kantor langsung ke rumah nya zayan.." kata rehan .


"serah lo aja lah.."kata ifa dengan pasrah









setelah pulang dari sekolah. mereka berdua langsung menuju kantor tuan masundra


disana sudah ada tuan masundra dan tuan aditya yang sudah menunggu..


"lo tunggu gw di ruangan gw aja.. toh kalau lo ngantuk tinggal tidur " kata rehan dengan usil..


tapi, ifa tetap saja menurut.


saat ifa keluar dari lif, ifa tidak sengaja menabrak seseorang..


"maaf nona.. saya tidak sengaja menabrak anda." kata arya


"tidak masalah"kata ifa sambil membantu orang itu mengumpulkan kertas yang berserakan


ketika ifa melihat siapa orang yang menabrak dia, ifa sangat terkejut dan langsung berteriak..


"arya..?" kata ifa sambil berteriak


arya hanya tersenyum kepada ifa..


"ngapain lo di sini?" tanya ifa dengan heran


"gw, di sini mau rapat. dengan tuan masundra.. dan lo ngapain di sini.." tanya arya sambil membantu ifa berdiri


"ini kantor papa mertua gw.." kata ifa


"jadi, lo menantu keluarga masundra?" tanya rehan


"iya,.. " jawab ifa dengan menarik panjang nafasnya


"wah.. ngeri bat lo,.. kalau semua orang tau.. pasti udah jadi ratu di kota ini lo." kata arya dengan nada menjahil i ifa


"oh ya fa tolong antar gw ke ruang rapat dong." kata arya


ifa hanya menangguk dan mengantar kan arya ke ruang rapat..


"oh ya.. gw minta maaf waktu itu udah marah sama lo" kata arya


"ya gak apa apa. gw juga minta maaf, gara gara gw gak ngasih tau lo tentang pernikahan gw" kata ifa dengan menundukkan kepala nya


setelah ifa mengantar arya ke ruang rapat. ifa langsung menuju ke ruang rehan. dan beristirahat


jam menunjukan pukul 5 sore


ifa bangun tidur, langsung membersihkan diri..


tiba tiba nyonya masundra dan ibu nya masuk ke ruangan rehan..


"mama.." kata ifa yang sedikit terkejut


"ifa sayang.." sapa mama ifa yang langsung memeluk ifa, karena sangat rindu.


"sayang, malam ini bisa kah kalian ikut ke acara peresmian butik baru mama?" tanya nyonya masundra


"maaf ma, malam ini ifa dan rehan mau mengerjakan tugas di rumah zayan. " kata ifa dengan wajah imut nya


"ya sudah kalau kalian tidak bisa.. tidak masalah. yang penting jangan sampai kalian berdua kecapekan." kata nyonya masundra


"kalau begitu kami pergi dulu ya sayang" kata mama ifa. sambil beranjak pergi dari ruangan rehan..


setelah rehan kembali dari ruang rapat. rehan langsung berbaring di kasur. dan ifa langsung menceritakan hal yang terjadi semenjak meninggalkan ruang rapat, dan menceritakan bahwa mama mereka berdua datang ke ruangan rehan..


bersambung..


jangan lupa dukung author dengan cara like, komen, dan vote author sebanyak banyak nya..


terimakasih..


selamat membaca