LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
membuat jebak an



hari ini ifa meminta bertemu dengan sabrina dan juga aida di kafe milik nya yang belum lama di buka.


cafeidya


"tumben kamu ngajak ketemu di luar?" tanya sabrina yang tengah menduduki salah satu bangku di depan ifa


"sengaja, aku mau minta bantuan kalian berdua" kata ifa yang tengah meletakan secangkir kopi favorit nya di meja.


"bantuan apa?" tanya aida yang juga meletakan secangkir kopi


"jadi, aku. mau ngejebak si rima. aku yakin, yang di maksud Saleem waktu itu adalah rima" kata ifa dengan yakin


"aku juga sempat berfikir seperti itu" kata aida yang menyangga tangan di dagu nya.


"lalu, kita harus bantu in kamu apa??" tanya sabrina


lalu ifa membahas dan merancang rencananya agar berjalan semulus mungkin.


"ok aku setuju dengan rencana itu"


"lalu mau di jalan in kapan nih?" tanya aida yang sudah memasang senyum kemenangan


"sekarang juga, " kata ifa dengan senang


"kalau gitu aku pulang dulu, kalau sudah nanti langsung ke rumah aja" kata ifa dan langsung bergegas pergi dengan mobil pribadi nya.


sesampai nya ifa di rumah, ifa langsung menyiapkan makanan dan minum an untuk di suguhkan nya nanti.


tidak lama sabrina dan aida datang bersama rima.


"ifa...?" teriak sabrina


"eh, sabrina datang sendirian?" tanya ifa dengan santai


"gak kok.. ada kita" sususlan aida


"kok ada wanita ini sih" kata ifa dengan kesal.


"ya ilah ifa, kan dia juga calon istrinya rehan. dia juga berhak atas rumah ini juga dong" kata sabrina sambil memegang i pundak rima


"iya mba.. aku kan juga bakal jadi ibu untuk anak nya pak rehan juga" kata rima tanpa ada rasa bersalah


"bukan manusia udah aku masak ni orang" gumam ifa di dalam hati nya.


"tentu saja, kau berhak atas rumah ini.. " kata ifa yang terpaksa harus memasang senyum manis nya


tiba tiba rehan turun dari atas dengan mengenakan celana pendek tanpa memakai baju dan seketika membuat aida berteriak.


"aaaaaa...." teriak aida sambil menutup mata nya.


"ada apa ai?" tanya ifa


lalu aida menunjuk ke arah atas lantai tiga dan ifa melihat rehan tidak memakai baju dan membiarkan tubuh kekar nya itu terlihat.


"kenapa wanita ****** itu ada di sini?" tanya rehan dengan berteriak.


"turun lah, dan pakai baju mu" kata sabrina dengan berteriak.


lalu rehan turun dengan mengenakan piyama nya.


"rehan, dia kan juga akan menjadi istri mu. lagi pula dia juga sedang mengandung anak mu, jadi, dia juga berhak mendapat kasih sayang mu" kata sabrina dengan lembut.


lalu rehan melirik ke arah ifa dan melihat ifa memasang wajah yang sangat kesal.


"tidak, aku tidak akan menikah dengan nya..


alu bisa saja menerima bayi nya, tapi aku tidak akan menerima ibu nya" kata rehan dengan berteriak.


"aida, kau masih saja menutup mata mu? kau tidak mau buta kan?" tanya ifa dengan menggoda aida


"suami mu membuat mata ku ternodai" kata aida dengan kesal.


"oh bagus lah jika kau masih merasa begitu" kata ifa dengan melirik tajam ke arah rima


"apa kau akan membiarkan aku terus berdiri di sini?" tanya sabrina yang sudah mulai kesal


"maafkan aku, silahkan duduk" kata ifa sambil mempersilahkan mereka semua duduk


lalu tangan ifa di tarik rehan secara paksa untuk naik ke atas.


sesampai nya rehan dan ifa di kamar baru mereka, rehan langsung memojokan ifa ke dinding dan berbicara sangat serius dengan ifa


"kenapa kau membawa wanita ****** itu ke rumah ini?" tanya rehan dengan kesal


"terserah aku lah.. bukan nya kau ingat? kau kehilangan hak mu untuk melarang ku.! paham i itu! kata ifa dengan penuh penekanan.


lalu dengan kasar rehan langsung mencium ifa dengan kasar, ifa sempat memberontak tapi, endingnya dia juga mulai luluh dengan rehan.


rehan mulai melepaskan ifa dan mulai bertanya kepada ifa sekali lagi. dan berharap ifa mau berkata jujur pada nya.


"sekali lagi aku bertanya pada mu.


"kenapa kau membawa dia kemari?" tanya rehan yang masih mengontrol nafas nya.


lalu rehan menaruh tangan ifa untuk melingkar di bagian leher rehan. dan tangan rehan melingkar di pinggang ifa.


ifa yang masih mencoba mengontrol nafas nya berusaha membawa dan menjelaskan semua nya kepada rehan


"aku hanya ingin membuktikan bahwa kau tidak bersalah." kata ifa dengan nafas tersenggal senggal dan seketika membuat mata rehan terbelalak.


"apa maksud mu?" tanya rehan. yang masih tidak paham


lalu rehan memeluk ifa dengan lembut dan membiarkan ifa tenggelam dalam dekapannya.


" aku minta maaf selama ini aku sudah jahat pada mu" kata ifa sambil menangis dan masih mengeratkan pelukan nya.


"bisa kau jelaskan apa rencana mu?" tanya rehan sambil melonggarkan pelukan nya.


flashback


"jadi rencana kita apa?" tanya aida


"cukup mudah, kalian bawa rima ke rumah ku saja" kata ifa sambil melipat kedua tangan nya


"hah hanya itu saja?" tanya aida dengan kesal


"tidak, kau santai saja.. aku akan membuat perhitungan untuk nya sehingga dia mau membuka mulut nya" kata ifa dengan sombong.


"cara nya?" tanya sabrina


"jadi, setelah kalian membawa rima ke rumah. aku akan menyiapkan makanan dan minuman untuk kalian.


dan untuk minuman rima nanti akan ku buatkan susu yang sudah aku campur dengan obat. obat itu akan membuat rima setengah sadar dan membuat dia membuka mulut" kata ifa dengan santai


"bagus juga, tapi jika rencana ini tidak berhasil bagaimana? " tanya aida yang memasang wajah serius


"dia pasti akan mencoba menyingkirkan mu ifa" kata sabrina sambil melirik ke arah ifa


"kalian tenang saja, jika rencana ini gagal. aku akan membiarkan dia berbuat semau nya.! " kata ifa


"semudah itu?" tanya aida dengan kesal.


"tidak.. mungkin dia akan terlelap dalam gelimangan harta yang akan dia peroleh dari caranya ini. tapi, aku akan membawa Saleem dan berpura pura menjadikan nya selingkuhan ku" kata ifa sambil mengambil secangkir kopi dan langsung meminum nya setelah menyelesaikan pembicaraan nya.


"lalu? bagaimana dengan rehan?" tanya sabrina


"tentunya dia akan marah pada ku.. dan rima juga akan merasa kesal dengan Saleem bukan?" kata ifa dengan santai


"ok.. kita berdua bakal bantuin. tapi ada syarat nya" kata sabrina


ifa menganggat alis nya karena heran dengan sabrina tidak biasa nya sabrina akan bersikap seperti ini.


"cukup kau balas jasa kami ini dengan memberikan kami keponakan lagi" kata sabrina dan seketika membuat aida tertawa


" ah... aku setuju dengan sabrina.. mudah bukan?" tanya aida


"kau bilang mudah, bikin nya yang susah" kata ifa dengan kesal


"susah apa nya sih?? kan tinggal di bikin berdua an aja sama rehan malam hari atau kapan lah yang menurut mu itu bagus. selesai kan?" kata sabrina dengan tertawa.


"jangan salahkan aku jika tangan ku ini melayang" kata ifa dengan kesal


"lagian kalian ini juga aneh, meminta aku untuk segera memberikan kalian keponakan.


terus, kapan kalian sendiri mau memberikan aku keponakan?" kata ifa dengan kesal. dan seketika membuat aida dan sabrina membeku di tempat.


"gak bisa jawab kan?" kata ifa sambil memberikan tatapan tajam kepada aida dan sabrina


"bukan nya gak mau kasih, kita mau nungguin kamu dulu yang punya. jadi, kita bisa.. eum.. bisa..- kata aida yang belum terselesaikan langsung di putus ifa


"bisa apa ha?" tanya ifa dengan kesal


tiba tiba sabrina merasa mual. dan langsung izin permisi ke toilet.


sabrina memuntahkan semua isi perutnya dan kembali dengan wajah pucat nya.


"kamu kenapa brin?" tanya aida yang khawatir kepada sabrina


lalu ketika sabrina mengeluarkan obat dari tas nya dia tidak sengaja menjatuhkan kertas dari tas nya.


lalu ifa segera mengambil nya dan langsung membaca nya.


seketika mata ifa terbelalak karena isi dari surat itu. sabrina hanya menunduk tidak berani menatap ifa ketika ifa menatap tajam ke arah sabrina.


seketika senyuman indah terpasang di wajah ifa dan langsung memeluk sabrina..


"kenapa kamu gak bilang kalau kamu hamil??" tanya ifa dengan kesal dan langsung memeluk sabrina.


aida yang mendengar perkataan ifa juga langsung memeluk sabrina.


"kamu hamil? udah berapa bulan?" tanya aida yang masih tersenyum bahagia


"sudah 3 bulan masuk 4 bulan ini" kata sabrina yang tanpa sadar air mata bahagia nya menetes.


"astaga, kenapa kamu gak bilang.pantesan penampilan kamu sedikit berbeda.


aku kira hanya merasa diri mu sedikit gendut. tapi ternyata kamu sedang berbadan dua toh.." kata ifa dengan bahagia.


"ya, aku hanya tidak mau membebani kalian dengan ada nya kehamilan ku" kata sabrina


"membebani apa? aku malah seneng" kata ifa dan langsung memeluk sabrina


"oh ya rencana nya mau di mulai kapan?x" tanya sabrina


"sekarang.. kalau gitu aku pulang dulu ya" kata ifa dan langsung bergegas pergi.


falsback off


bersambung...