LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
harus menerima



1 minggu kemudian rehan resmi menikahi rima tapi tidak di buat semeriah pada saat pernikahan rehan dan ifa.


karena mama rehan merasa rima juga harus mendapat kasih sayang dari rehan, mama rehan meminta rima untuk tinggal bersama rehan. awalnya ifa benar benar menolak.


"mama pikir, rima juga harus tinggal bersama rehan juga" kata mama rehan


"apa mama bilang? gak, bahkan sedetikpun aku gak akan mau tinggal 1 atap dengan wanita ini" bantah rehan dengan kasar


"rehan, bagaimana pun rima sekarang juga menjadi istri mu. kau akan berdosa jika kau tidak berlaku adil" kata papa rehan


"lebih baik aku berdosa daripada aku harus tinggal bersama wanita ****** ini" kata rehan sambil melirik benci ke arah rima


ifa hanya bisa diam membisu dan tidak bisa berkata apa apa, dia merasa dunia nya benar benar hancur karena kedatangan rima di hidup nya.


"bagaimana ifa? kamu mengizinkan rima tinggal bersama mu kan?" tanya papa rehan sambil memegang pundak ifa


ifa sedikit terkejut lalu dia berdiri dan pergi tanpa memberi jawaban apa apa.


"biar saya yang bicara kepada nya" kata mama ifa dan langsung pergi menemui ifa di taman.


"ifa," sapa mama ifa yang hendak duduk di samping ifa


"bagaimana pun, rima juga mengandung anak suami mu sayang" kata mama ifa, sambil mengelus pelan rambut ifa


"berapa kali aku katakan, itu bukan anak mas rehan.!" kata ifa dengan berteriak.


"mama paham, kamu belum bisa menerima nya. tapi,- " kata mama ifa yang belum terselesaikan.


karena ifa langsung bergegas pergi menuju kamar nya dan mengambil surat sirat yang sudah pernah tuan masundra berikan pada nya.


tidak lama ifa kembali turun dengan membawa semua surat nya.


"ambil kembali semua nya. aku tidak butuh semua ini" kata ifa sambil menyodorkan surat aset dan yang lain nya kepada rehan


"apa maksud kamu sayang? ini sudah menjadi milik mu" kata papa rehan


"ya benar, sekarang semua harta mu menjadi milik ku.. tapi, aku tak butuh semua ini jika harus tinggal bersama wanita yang sudah merusak rumah tangga ku" kata ifa dengan kesal


"mba, mba boleh benci saya. tapi, jangan benci anak pak rehan. dia juga butuh kasih sayang ayah nya" kata rima


"terserah.!!" kata ifa dan langsung meletakan beberapa surat itu dan langsung pergi


rehan langsung menyusul ifa ke dalam kamar nya.


ifa terduduk di tepu ranjang sambil menangis,


"sayang, aku mohon maaf atas perkataan mama dan papa tadi" kata rehan yang duduk menjongkok di depan ifa


"biarkan dia tinggal di sini, agar mama tidak mendapat cibiran dari teman teman busuk nya itu.


dan aku berjanji pada mu akan melimpahkan semua cinta dan kasih sayang ku hanya pada mu" kata rehan sambil memegang telapak tangan ifa


"baiklah, aku akan menuruti permintaan mu! jika kau melanggar kata kata mu itu.! aku dan anak ku akan pergi meninggalkan mu selamanya dan tak akan kembali untuk mu! bukan hanya untuk mu! tapi bumi pun tak akan terinjak oleh ku!" kata ifa dengan penuh penekanan


lalu rehan memeluk ifa dan memberikan ketenangan kepada ifa.


tidak lama rehan kembali turun dan berbicara kepada papa nya agar tetap membiarkan rima tinggal sendirian. sebenarnya papa rehan juga setuju dengan ucapan rehan tapi, mama rehan yang tidak setuju. dia takut dia akan terkena cibiran teman nya karena membiarkan rima tinggal sendirian


"baiklah, aku juga sudah berbicara dengan ifa. dia mengizinkan wanita ini tinggal di sini.. tapi, dia tidak berhak atas apa pun di rumah ini termasuk diriku" kata rehan dengan tegas


"terimakasih sayang, kau sudah menyelamatkan mama. dimana menantu mama? mama ingin berterimakasih pada nya juga" kata mama rehan dengan tersenyum


"dia ada di kamar atas" kata rehan tanpa melihat ke arah mama nya.


lalu mama rehan segera pergi dan menemui ifa


"nak, tolong berikan surat ini lagi kepada ifa.! karena semua harta papa sudah papa berikan kepada ifa" kata papa rehan sambil memberikan semua surat nya kembali


"kalau begitu kami berdua pamit dulu, kalau ada apa apa jangan sungkan menelfon kami ya nak" kata ayah ifa dan langsung pergi bersama mama ifa tentu nya setelah berpamitan dengan ifa.


tidak lama kedua orang tua rehan juga berpamitan pulang,


"ini sayang, kau yang simpan" kata rehan sambil memberikan surat itu kepada ifa.


"tidak. aku tidak mau menyimpan nya" kata ifa dengan kesal


"sayang, ini permintaan papa" kata rehan dan berusaha membujuk ifa


"baiklah kalau itu permintaan papa, aku akan menyimpan nya. dan kelak akan ku berikan semua nya kepada anak ku" kata ifa


lalu rehan mencium kening ifa dengan lembut.


rima merasa kesal dengan kedekatan rehan dan juga ifa


"lihat saja, aku akan merebut semua nya dari ku!!" gumam rima


"mas, aku nanti malam tidur di mana?" tanya rima kepada rehan


"berhenti memanggilku dengan panggilan mu itu. kau tak berhak memanggilku dengan panggilan itu" kata rehan dengan kesal


"aku pergi ke kamar dulu " kata ifa dan langsung pergi meninggalkan rima dan rehan


lalu rehan menunjukan kamar untuk di tempati rima,


itu adalah kamar bekas pembantu rumah nya dulu.


setelah itu rehan pergi meninggalkan rima sendirian di kamar itu


"sialan, impian ku untuk mendapatkan kamar mewah itu gagal. bukan nya kamar mewah yang di berikan, malah kamar pembantu yang dia berikan.. tak berguna!!" gerutu rima


"sayang, apa kau lapar?" tanya rehan kepada ifa


"aku tidak lapar, " kata ifa


"kau harus makan" kata rehan yang masih berusaha membujuk ifa


"aku mau mangga muda di taman kita, bisa kah kau memetikan nya" pinta ifa dengan manja.


"baiklah, aku akan memetikan nya, dan kau. jangan memanjatnya sendiri seperti dulu ok" kata rehan dengan terkekeh kecil


lalu mereka berdua segera turun dan segera menuju taman.


"aku ambil piring dan pisau dulu" kata ifa dan segera mengambil piring dan pisau di dapur.


rehan langsung lihai memanjat pohon mangga itu dengan cepat, bahkan sempat membuat ifa terkejut. karena dia kira rehan tidak bisa memanjat pohon.


"aku kira kau tidak bisa memanjat pohon" kata ifa yang meragukan rehan


"masa kecil ku sering memanjat pohon. bahkan dulu waktu kecil aku sampai terjatuh karena memanjat pohon" kata rehan yang sudah membawakan beberapa mangga muda yang baru saja dia pettik


"kau mau memakan nya di sini?" tanya rehan


lalu ifa mengangguk dan segera duduk di bangku taman,rehan langsung mengupas kan mangga muda nya untuk ifa.


"apa itu tidak terasa asamm?" tanya rehan


tanpa menjawab, ifa langsung menyuapi rehan mangga muda nya.


"enak juga ya" kata rehan dengan tersenyum yang ternyata rehan juga ikutan mengidam buah mangga muda itu.


mereka berdua tertawa bahagia,di taman.


bersambung...