
ifa langsung ingin bergegas tidur namun dia terbayang bayang dengan rehan.
semalaman ifa tidak bisa tidur karena kepikiran dengan rehan.
pagi hari nya, ifa berangkat sekolah membawa mobil sendiri. dan parah nya dia tidak makan dari malam.
sesampai nya ifa di kelas, ifa langsung duduk di bangku nya.
bahkan. rehan tidak menyapa ifa sedikitpun, melirik pun tidak.
("Hallo ifa") sapa arya lewat telfon.
ifa masih tidak menjawab.
("pagi ini lo udah sarapan belum? biar nanti siang kalau lo pulang, lo makan di rumah gw aja") kata arya.
"gw, gak nafsu.. makasih tawarn nya" kata ifa dan langsung mengakhiri panggilannya.
"ifa lo kenapa.?" tanya lita dan sabrina
"gak apa apa.. tinggalin gw dulu.." kata ifa tanpa berniat melihat lita dan sabrina.
"lo ada masalah ya ..?" tanya sabrina
namun ifa tidak menjawab, dan menempatkan kepala nya di atas meja.
"ifa..." teriak aida.
"lah, lo napa mi..?" tanya ica.
"sudah biarkan dia sendiri dulu.." kata sabrina.
aida langsung mendekati ifa dan bertanya kepada ifa.
"ifa, lo kenapa?? apa tadi malam..?" kata aida yang belum sempat terselesaikan. karena ifa memberikan tatapan tajam ke arah aida.
"gak usah di bahas." kata ifa dengan kesal.
rahang nya mulai mengeras karena mengingat kejadian semalam.
ifa langsung mengambil ponsel nya dan menelfon mama nya.
"mama, hari ini mama sibuk tidak.?" tanya ifa
("maaf sayang, mama sama ayah kamu sedang ada di luar kota.. memang nya ada apa??") tanya mama ifa
"ya sudah, tidak apa apa.. " kata ifa dan langsung mengakhiri panggilannya.
•
•
bahkan waktu istirahat, rehan tidak mengajak ifa makan atau apa pun itu.
mereka berdua sama sama saling diam, padahal ifa yang terbakar api cemburu.
lalu sabrina mendekati ifa,
"lo ada masalah apa??"tanya sabrina.
"gakk ada" kata ifa.
"lo dengerin gw, lo sama arya itu gk ada beda nya.. sama sama egois.." kata sabrina.
"kalau kalian gini terus, yang menang hanya 1. yaitu perpecahan.." kata sabrina yang melirik ke arah ifa.
"lo paham kan fa..?" tanya sabrina
"gw, paham tapi ini bukan waktu yang tepat kalau lo bahas itu" kata ifa.
"ya udah, gw paham lo mau makan gak..?" tanya sabrina.
"gak, gw gak lapar.. gw mau ketemu pak umam dulu" kata ifa dan langsung beranjak pergi.
lalu sabrina mendekati rehan dan berkata hal yang sama kepada rehan.
"gw gak ada masalah apa apa brin.. cuma, gw lagi gak enak aja ngomong sama ifa. " kata rehan
"hah gak enak kenapa?" tanya sabrina.
"gw udah 2 hri ini gak pulang rumah, gw juga udah 2 hari gak ngabarin ifa sama sekali" kata rehan seketika membuat sabrina terkejut.
"gw gengsi mau ngomong sama ifa" kata rehan
"ya udah, lo gengsi aja terus.. lo gengsi terus terus yang menang cuman 1.. rasa salah paham.!" kata sabrina.
"lo cowok.. cowok itu selalu di anggap salah oleh cewek. walaupun cowok itu benar sekalipun" kata sabrina.
inilah nasib sebagai laki laki.. selalu di salhkan padahal benar
"ya brin.. gw titip ifa ya selama gw gak di rumah" kata rehan
sabrina hanya mengangguk dan segera pergi.
•
•
•
setelah pulang sekolah ifa langsung ke kamar dan tidur, karena di saat seperti ini. hal yang membuat ifa tenang hanyalah dengan tidur.
ifa tidur hingga tidak mengingat jam. ketika ifa bangun, sudah jam 7 malam.
ifa bangun dan langsung membersihkan diri. lalu ifa, kembali tidur lagi hingga pagi.
itu manusia apa kebo sih.. kerjaan nya tidur mulu.
pagi nya, ifa menjalankan aktifitasnya seperti hari yang lalu. berangkat tanpa sarapan, sampai sekolah juga gak.mood sama sekali..
dan dia juga tidak mau bicara dengan rehan. rehan pun begitu. tidak mau berbicara dengan ifa.
"humm apa??" tanya ifa.
("kamu mau gak bawa aida ke rumah..?" ) tanya arya.
"gak sekarang, gw lagi sibuk" kata ifa dan langsung mengakhiri panggilan nya.
"ifa.. yuk di panggil pak umam" kata aida.
ifa langsung berjln mengikuti aida.
mereka berdua di minta untuk melatih junior nya bermain pedang, namun ifa merasa sedang tidak ingin bermain pedang. tapi, jika ifa menolak itu akan membuat ifa lebih tidak enak.
dengan terpaksa ifa melatih para juniornya.
"lo gak apa apa fa?" tanya aida karena melihat ifa sangat lemas.
"gak.. " kata ifa dengan cuek.
"jangan bilang lo belum makan.. jujur sama gw" kata aida dengan kesal.
"lo belum Makan kan..?" tanya aida.
"iya." kata ifa dengan pasrah.
"udah berapa kali lo gak makan.?" tanya aida.
"2 hari aja" kata ifa.
"2 hari lo bilang aja..?? sekarang lo ikut gw.. lo makan sekarang juga" kata da sambil menarik paksa tangan ifa.
"gw tau Mlam itu lo lihat rehan kan..?" kata aida.
"iya,," kata ifa
"trus lo cemburu?" tanya aida.
"gak.. gw gak nyaman aja.. jangan lo sangkutin ama cemburu" kata ifa dengan kesal.
aida sudah kenal dengan paham karakter ifa.
dan lebih baik aida diam dan memilih agar ifa makan dulu.
karena jika aida melanjutkan pembicaraan nya, maka aida akan terkena masalah. dan membuat ifa tidak mau makan lagi.
"ai, minggu depan lo di undang arya ke rumah" kata ifa.
"ha..?" aida terkejut dan hampir saja tersedak.
"lo di minta arya ke rumah.." kata ifa.
aida tidak menjawab karena pipinya sudah memerah karena malu.
•
•
•
setelah pulang sekolah ifa bergegas menuju kantor ayah nya, karena ada beberapa berkas ifa yang tersimpan di kantor ayah nya.
•
•
setelah ifa mengambil berkas nya sekertaris ayah ifa langsung menemui ifa.
"nona, maaf tuan aditya meminta saya agar nona ifa menghadiri rapat hari ini di kantor tuan masundra" kata sekertaris
"jam berapa?" tanya ifa
"30 menit lagi nona".
"ok saya ganti baju dulu, dan kamu siapkan berkas nya" kata ifa.
setelah itu ifa dan sekertaris ayah nya itu langsung bergegas menuju ke kantor tuan masundra.
dan alangkah terkejutnya ketika ifa masuk ke dalam ruang rapat, dia melihat wanita sedang memasang kan dasi untuk Rehan.
ifa mencoba menahan diri.
ifa langsung keluar tanpa sepengetahuan rehan dan meminta sekertaris ayah nya untuk mengambil kn masker dan bilang agar jangan mengatakan bahwa ini adalah ifa.
setelah itu ifa langsung masuk kedalam ruang rapat,
setelah selesai, ifa hendak melepas masker nya. dan dia tidak melihat rehan yang masih di dalam ruangan itu dengan tuan mausndra.
"ifa..?" kata tuan masundra dengan terkejut.
"Papa?" kata ifa yang terkejut pula.
"maaf, pa. ifa permisi" kata ifa
"astaga papa lupa. kalau ayah ifa juga ikut andil dalam rapat ini" kata tuan masundra sambil menepuk jidat nya
ifa langsung bergegas keluar tapi tangan nya di tari rehan.
"ifa dengerin aku dulu.." kata rehan sambil menahan tangan ifa.
"apa.. mau bilang kalau kamu punya simpanan ha.?? emang aku gak tau..?" kata ifa dengan kesal.
"malam itu, aku lihat kamu di mall. aku masih diam..
dan barusan tadi aku lihat dia makaiin kamu dasi.. kurang bukti ha?" tanya ifa dengan kesal dan sudah bercuran air mata.
"itu gak seperti pemikiran kamu.." kata rehan
"lepasin aku.." kata ifa dan langsung bergegas pergi.
bersambung....