LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
keluarga kecil



7 Tahun berlalu dengan cepat


kini ifa sudah mempunyai 3 anak yang tampan dan cantik Dika, Zidan, dan Ninna.


begitu pula aida dia juga mempunyai 2 anak


sedangkan sabrina hanya mempunyai 1 ank laki laki saja.


pagi yang cerah menyinari keluarga kecil rehan dan ifa.


"mama.. mama.. bangun.." teriak Nina sambil menggoyangkan lengan ifa yang masih tertidur bersama rehan


"ada apa sayang? pagi pagi membangunkan mama?" tanya ifa sembari membuka mata nya


"mama kakak nakal, " kata nina sembari mengadu kepada ifa


"tidak bukan aku yang mulai, nina sendiri yang memulai nya" Kata dika membela diri nya yang sudah berada di belakang tubuh rehan


"kemari anak mama yang tampan dan cantik" kata ifa sembari mengendong nina ke atas kasur


"memang nya kakak mu kenapa?" tanya ifa kepada nina sembari merapikan rambut nina


"tadi, kakak menganggu aku tidur.. dengan ular mainan. " kata nina dengan memanyungkan bibir nya


"ih.. papa bangun.. " kata nina karena kesal rehan tidak mau bangun


"papa. bangun bangun.." kata dika sambil menggoyangkan lengan rehan


dan akhirnya pun rehan bangun


"ada apa ini ramai sekali" kata rehan sembari membuka mata nya


"biasa dika menganggu nina" kata ifa


"benarkah itu?.. ohh.. anak papa yang paling cantik. kakak mu berbuat apa pada mu?" tanya rehan sembari mencium pipi nina


"tanya saja pada kakak" kata nina yang sudah kesal dan melipat kedua tangan nya sembari memanyungkan bibir nya


"dika.. kamu apakah adik mu?" tanya rehan sembari menatap dika


"aku hanya mau membangunkan nina saja.


tapi, karena dia tidak mau bangun aku pakai ular mainan untuk membangunkan dia" kata dika sembari tersenyum imut ke arah rehan


"kemari..-" kata rehan sembari meminta dika duduk di dekat nya


"kau sendiri tau kan kalau adik mu sangat takut dengan ular.. " kata rehan dengan lembut sembari mencubit pelan pipi dika


dika mengangguk


"tapi, itu hanya mainan papa" bela dika


"mau itu mainan atau apapun. kalau sampai terjadi apa apa pada adik mu bagaimana?" tanya rehan


"iya, pa. dika salah. dika minta maaf" kata dika penuh penyesalan


"sudah tidak perlu begitu.. minta maaf kepada adik mu" kata rehan sembari mendekatkan tangan dika ke arah nina


"hei adik ku yang imut, maafkan kakak mu yang tampan ini.. maukah kau memaafkan aku??" tanya dika sembari mengulurkan tangan munggilnya ke arah nina


"aku mau memaafkan kakak kalau kakak tidak mengulangi hal ini lagi.." kata nina sembari membalas uluran tangan dika


"baiklah kakak janji." kata dika


"janji ya" kata nina untuk memastikan nya kembali


"iya, nina" kata dika sekali lagi


"nah kalau gini kan bagus,," kata ifa


"kakak. boleh kah aku memeluk mu?" tanya nina


lalu dika langsung memeluk nina dengan lembut sambil


"apa hanya kakak mu saja yang ingin kau peluk? apa mama mu ini juga tidak mau di peluk?" tanya ifa sembari menggoda nina dan dika


lalu mereka berdua memeluk ifa dan mencium kedua pipi ifa


"papa iri.." kata rehan dengan kesal


dan langsung di peluk oleh kedua anak nya yang lucu itu.


"sudah, kalian segera mandi. dan mama akan siapkan sarapan untuk kalian" kata ifa sembari mengacak acak pelan rambut dika


"mama, katanya nenek ingin ke sini ?" tanya dika


"om Rohan juga ikut kan?" tanya nina


"mereka lucu sekali" gumam ifa dan rehan memandangi ifa tanpa kedip


"kenapa kau memandang ku seperti itu?" tanya ifa dengan kesal sembari melihat ke arah rehan


"euhmm. kemari lah" kata rehan dan langsung meminta ifa bersandar di dada bidang rehan


"sayang, terimakasih kau sudah mau melahirkan kedua anak kita.. " kata rehan sembari mencium puncak kepala ifa


"oh ya, besok kita akan ada reuni di sekolah kita yang lama" kata ifa


"benarkah?" tanya rehan sembari memainkan jari ifa


"iya, aida juga ikut.. aku sudah tidak sabar melihat anak mereka.


semenjak aida dan arya pindah aku sudah jarang untuk berkomunikasi dengan mereka" kata ifa sembari melirik ke wajah rehan


"sudah 7 tahun berlalu dengan cepat.. tidak terasa ya sayang" kata rehan sambil mengelus pelan pipi ifa


"mama,.. kakak menganggu ku lagi" teriak nina


"ada apa lagi dengan mereka berdua?" kata ifa dengan kesal dan hendka beranjak dari tempat tidur untuk melihat anak anak nya


lalu rehan dengan cepat menarik ifa kembali hingga membuat ifa jatuh ke dada bidang rehan kembali


"ada apa?" tanya ifa


"nanti malam aku mau minta, " kata rehan memberikan kode


"iya, udah lepasin dulu. tuh nina manggil manggil" kata ifa dengan kesal


lalu rehan memberikan ciuman manis di kening ifa dan setelah nya melepaskan ifa




"nenek datang..." kata mama ifa dari arah pintu rumah


"nenek..." teriak nina dan dika bersamaan dan langsung memeluk mama ifa


"nenek kakak selalu menganggu ku.." adu nina kepada mama ifa dan langsung membuat semua orang tertawa


"tidak nek.. nina berbohong" kata dika sembari membela diri nya


"apa hanya nenek kalian saja yang akan kalian peluk?" tanya ayah ifa karena juga ingin di peluk oleh cucu nya


lalu dika dan nina segera memeluk ayah ifa dengan lembut


"kakek, dimana om Rohan? om ikut kan?" tanya dika


"lihat siapa yang datang..?" kata Rohan dengan membawa banyak paper bag di tangan nya


"om Rohan..." teriak dika dan nina sembari memeluk Rohan


"om Rohan bawakan nina hadiah kan?" tanya nina


"tentu saja om bawa kan kalian berdua hadiah.. tapi cium om dulu" kata Rohan dan langsung di cium oleh dika dan nina


lalu Rohan memberikan paper bag itu kepada dika dan Rohan. mereka berdua langsung membuka nya bersama sama di tengah ruang Tamu


"kau ini tidak perlu membawakan mereka mainan terlalu banyak.." kata ifa sembari memukul pelan pundak Rohan


"tidak apa kak.. lagian, itu bukan apa apa.. dulu kakak juga sering membawakan aku mainan" kata Rohan


"kapan kau akan menikah Rohan?" tanya rehan


"kakak ipar, bisa kah tidak membahas itu? aku sudah lama menghindar dari pertanyaan itu" kata Rohan. dengan kesal


"benar, lagi pun Rohan juga masih sanggar muda untuk menikah. baru juga lulus SMA" bela ifa


"kan kita dulu nikah juga pas SMA" bela rehan


"sudah sudah kenapa malah bertengkar sih.. biarkan Rohan memilih calon istrinya sendiri saat dia kuliah nanti" kata mama ifa


"mama lihat ini.. bagus bukan?" tanya nina sembari memperlihatkan boneka beruang kepaada ifa


"iya itu bagus sekali sayang. dan dika, mana mainan mu?" tanya ifa


"aku mendapatkan Robot ini mama.. lihat dia bisa berjalan" kata dika memperlihatkan robot yang baru saja dia buka


"kalian pasti lapar, biar aku siapkan makanan dulu" kata ifa dan langsung beranjak untuk mempersiapkan makanan di dapur


bersambung..