
mentari pagi menyinari kediaman ifa dan rehan. senyum cerah terukir di setiap wajah.
tawa keceriaan terngiang di setiap sudut rumah.
langkah kaki kaki kecil terpahat indah di lantai lantai rumah.
"mama, kakak menganggu ku lagi" adu nina kepada ifa
"astaga, kalian ini sudah besar kenapa kalian selalu saja menganggu satu sama lain sih??" tanya ifa yang sudah Mulai kesal
"lagian, nina ini aneh, masa sama ular mainan takut" kata dika sehingga membuat nina semakin takut dan memeluk erat ifa
"haduh.. kalian berdua kemari" kata rehan sembari memanggil dika dan zidan.
"kan papa sudah bilang, jangan ganggu adik mu dengan mainan itu, kasihan kan adik mu.." kata rehan sembari mengelus pelan pindah kepala dika
"tapi, papa.. kenapa nina bisa takut ular?? padahal itu mainan" tanya zidan kepada rehan
"papa pun juga tidak tau, jika kalian ingin tau kalian harus belajar dengan giat.. " kata rehan sembari tersenyum manis ke arah ifa
"eum.. baiklah, aku akan menjadi dokter... agar aku bisa mengobati rasa takut nina.. bagaimana papa setuju kan??" tanya zidan sembari memeluk rehan
"papa setuju saja sayang,.. " kata rehan sembari memegang i pipi zidan
"lalu kau sendiri dika, kau ingin menjadi apa kelak jika dirimu sudah besar??" tanya ifa yang masih menenangkan nina
"aku akan menjadi orang yang paling berkuasa, dan aku akan membuat semua orang tunduk di kaki ku.." kata dika sambil mengangkat tangan nya dan tersenyum lebar
"pasti dia tadi malam habis menonton film lagi" bisik rehan di telinga ifa
"benarkah itu?? jika mama terluka bagaimana?" tanya ifa menggoda dika
"aku tidak akan membiarkan keluarga ku terluka, bahkan jika debu sekecil apapun mengores kulit kalian.. aku akan membuat agar dunia ini tidak memiliki debu " kata dika sembari tertawa bahagia dan memeluk ifa.
"kalau begitu belajarlah yang rajin.. mama yakin kalian bisa mengapai semua cita cita kalian" kata ifa memberikan semangat kepada anak anak nya.
lalu mereka bertiga memeluk ifa dan juga rehan dengan lembut.
tidak terasa sing berganti malam.
hari berganti minggu
minggu berganti bulan
bulan berganti tahun.
anak anak ifa sudah besar..
bahkan ifa sendiri tidak menyangka bahwa fia sudah mempunyai 3 anak.
"kau sudah pulang sayang?" sapa ifa kepada zidan
"mama, hari ini aku ingin berkunjung di makam bunda dan ayah.. apa mama mengizinkan ku pergi? aku sudah rindu mereka" tanya zidan meminta izin kepada ifa
"tapi, kau barusjaa pulang dari singapur apa kau tidak lelah???" tanya ifa sembari memegang i pundka zidan
"aku hanya sebentar saja ma" kata zidan
"baiklah kalau begitu,,.." kata ifa memberikan izin kepada zidan.
••
••
"bunda, taukah bunda?? aku dirawat dengan baik oleh mama ifa, bahkan aku sekarang sudah mempunyai rumah sakit pribadi ku.. karena apa? berkat doa dari bunda dan juga ayah" kata zidan sembari mengelus batu nisa milik sabrina dan suami nya.
"andai saja, bunda waktu itu tidak pergi pasti bunda akan senang melihatku sukses" kata zidan yang tidak terasa meneteskan air mata.
"bunda, pasti bunda juga bahagia melihat ku dari atas sana.. aku mau bunda selalu bahagia-
"ayah,, ayah menjaga bunda dengan baik bukan??-
"oh astaga, rumah kalian kotor sekali.. aku akan membersihkan nya.. dan aku akan memberikan hiasan yang cantik untuk rumah kalian" kata zidan sembari tersenyum manis.
tapi di dalam lumbuk hati zidan yang paling dalam, dia sangat merindukan kedua orangtua nya itu..
dia selalu berharap agar waktu bisa dlterulang kembali agar dia bisa menyelamatkan kedua orangtua nya.
"nah, kalau begini sudah bagus.." kata zidan dan langsung melirik ke jam tangan nya
"astaga, ayah bunda, ini sudah hampir malam.. aku pamit dulu ya.. besok ketika aku ada waktu lagi. aku akan menjengguk kalian.. " kata zidan sembari berpMitan dengan bunda dan ayah nya
#dirumahifa
"astaga, dimana zidan kenapa dia belum pulang juga??" kata ifa yang sudah khawatir dengan zidan
"nanti dia juga pulang ma, " kata dika berusaha menenangkan ifa
tidak lama zidan pun kembali pulang.
"aku pulang,.." kata zidan dengan senyum lebar terukir di wajah nya.
"kakak, ini pulang bukannya menemui ku malah pergi" kata nina dengan kesal.
"hei seksi jangan ngambek lah.. aku bawakan hadiah untuk kalian semua" kata zidan sembari merangkul nina dari belakang.
malam nya mereka semua berkumpul di taman untuk membicarakan kuliah dika selanjutnya
"dika kau ingin kuliah di mana lagi? perusahaan mu sudah cukup besar sayang" kata rehan
"kemungkinan dika akan ke jerman pa.. lagipula perusahaan dika belum sepenuhnya dika bisa kendalikan hanya dengan tatapan mata dika saja" kata dika
"dan kau, apa kau mau bekerja di rumah sakit ini atau di singapur?" tanya dika kepada zidan
"aku akan menetap di Bulgaria saja, di singapur sudah banyak yang menjaga nya" kata Zidan dengan senyum manis
"dan kau bochil.. bagaimana sekolah mu?" tanya dika kepada nina
"mama, coba lihat kakak.. dia memanggil ku dengan nama sialan itu" adu nina kepada ifa
"dika kamu tidak boleh seperti itu sayang" kata rehan
"sekolah ku baik,, " kata nina yang memanyungkan bibir nya
"sekolah mu baik? lalu nilai mu apa baik juga??" tanya zidan sembari tos dengan dika
"lihat saja, jika aku lulus dengan nilai terbaik aku akan menguras semua kartu rekening kalian berdua "ancam nina
"baiklah, kami tidak takut" kata dika sembari tertawa dengan zidan
4 tahun berlalu dika sudah menyelesaikan kuliahn nya di jerman dan juga dia kini sudah menjadi ceo terbesar dan paling di takuti di dunia bisnis
"nah, sekarang aku akan menagih janji ku.. yaitu nilai mu" kata dika yang melirik tajam ke arah nina
"lihat saja sendiri" kata nina memberikan hasil raport nya kepada dika dan zidan
mereka berdua begitu bahagia karena nina benar benar lulus dengan nilai terbaik.
"ambil ini" kata dika dan zidan yang memberikan semua kartu rekening nya kepada nina.
"eumm aku tidak butuh banyak.." kata nina yang mengambil satu kartu milik dika dan satu kartu milik zidan.
"belanja lah sesuka hati mu.. tapi, jangan salahkan aku jika aku memblokir nya jika untuk hal yang tidak baik.." kata zidan dengan sedikit penekanan
nina langsung tersenyum dan dia juga bahagia bisa mendapat kartu yang isinya begitu banyak.
seharian nina berbelanja dan dia membawa banyak sekali belanjaan dan dia langsung pergi ke sebuah panti asuhan di kota nya
"hallo semua.. lihat kakak bawa banyak mainan" kata nina menyapa semua anak anak panti asuhan itu..
semua anak anak itu langsung menghampiri nina dan nina langsung membagikan semua nya dengan adil dan rata.
"nona, terimakasih banyak.. kau sudah mau berdonasi besar dan kau juga sudah memberikan mainan dan barang barang lainnya kepada anak anak.." kata pengurus panti itu
"tidak masalah,, semoga itu cukup untuk kalian semua" kata nina dengan tersenyum bahagia
"inj sudah lebih dari cukup untuk 7 tahun kedepan nona muda" kata pengurus panti itu
tanpa nina sadari ternyata zidan dan juga dika mengikuti kemana nina pergi.
mereka juga bahagia bisa melihat adiknya mau berbagi dengan orang lain yang membutuhkan.