
malam hari nya setelah makan malam..
ifa tengah memakai lotion malam nya.. tiba tiba dari belakang ifa. rehan memperlihat kan kalung yang sangat indah untuk ifa.
kalung itu bertuliskan nama RAFA yaitu singkatan dari Rehan Putra Masundra dan Arifa Anindya.
"ifa.." pangil rehan
"hemm" jawab ifa tanpa menoleh ke arah rehan..
tiba tiba rehan memakaikan kalung itu di leher ifa. ifa terkejut dengan apa yang di lakukan rehan..
"apa yang lo lakuin?" tanya ifa dengan kesal
"gw masangin kalung buat lo. kalung ini gw pesa. khusus untuk lo.. " kata rehan
"RA..FA.." kata ifa yang membaca tulisan di kalung nya sambil memegang tulisan nya
"kalung itu cocok untuk mu.. dan ingat di kalung itu ada cincin pernikahan ku.. jadi, jaga baik baik." kata rehan sambil memegang pundak ifa
"rafa itu siapa?" tanya ifa
"iissh.. kayak nya lo tuh pinter, tapi, gak sepinter dugaan gw..
rafa itu singkatan dari Rehan putra masundra dan arifa Anindya." kata rehan sambil menonyor pelan jidat ifa.
ifa hanya memandangin kalung itu..
"udah ayok tidur. besok kita harus berangkat sekolah.." kata rehan
ifa langsung ke arah sofa namun di tarik oleh rehan..
rehan langsung menggendong ifa, dan merebahkan ifa di kasur.
"mulai malam ini lo gak boleh tidur di sofa. " kata rehan dengan kesal
ifa hanya bisa memasang wajah kesal karena kelakuan rehan..
lalu setelah itu rehan pun berbaring di samping ifa..
karena ifa tidak nyaman dengan ada nya boneka buaya nya.. akhirnya ifa menaruh boneka buaya itu di dekat jendela yang sudah di siapkan rehan..
rehan yang berpura pura tidur melihat kelakuan ifa.. rehan menahan tawa nya karena ifa tidak ingin membuat kerusuhan sedikit pun..
ifa pun kembali tidur di samping rehan dan mereka berdua tidur berdua dengan sangat pulas..
pagi hari nya ifa yang sudah terbangun lebih dulu. dan sudah selesai bersiap siap.. ifa langsung membangunkan rehan
"oi.. bangun.." kata ifa sambil mengenakan jam tangan
"bisa tidak lo bangunin gw halus sedikit.." tanya rehan dengan kesal.
"gak.." kata ifa dengan Kesal..
akhirnya ifa turun ke bawah dan menyiapkan sarapan pagi.
pagi hari nya ifa berangkat bareng dengan rehan..
sesampai nya di sekolah. ifa melihat aida sudah menunggu ifa di gerbang sekolah..
"ifaaa....." teriak aida sambil memeluk ifa
" ifa kita satu kelas lagi.." kata aida dengan bahagia..
"benar kah??" tanya aida dengan senyuman nya
"kita di kelas 12 IPS 1..
tapi, kita harus sekelas ama tuh ketua kedisiplinan.." kata aida dengan kesal..
"mampos kita semua.." kata ifa sambil memasang Wajah kesal.
"dah masok yuk.." kata aida sambil menarik tangan ifa..
sesampai nya di kelas mereka berdua melihat lita, ayan, dan yanto..
"hai kalian di kelas ini juga?" tanya aida
"iya.. tapi,sayang rendi di kelas 12 IPS 4 " kata lita dengan sedih..
"eh tunggu kok gw ngerasa asing banget ya sama anak anak yang lain ya.." kata ifa dengan heran
" ya iya Lah.. mayoritas kelas ini di huni alumni kelas 11 Ips 2.. termasuk ketua harypoter itu.. dan lo tau.. cewek di kelas kita cuma 5 ekor doang.. dan 10 lain nya cowok.." kata yanto
"ho'oh kesel gw.. " kata ayan dengan kesal
"sudah lah.. tidak masalah.. yang penting kita tetep jaga solidaritas kita.." kata aida.
tidak lama kemudian rehan masuk dengan zayan..
"eh bentar bentar gw kayak kenal ama itu cowok.." kata ifa dengan nada heran
"iya dia zayan.. teman kita dulu di kelas 10 Ips 1 " kata aida
"mampos kita sekelas ama dia lagi.. bisa bisa noh.. si aida bisa jadi kucing dan zayan bisa jadi tikus nya lagi..." kata lita dengan tertawa
ketika bel sudah berbunyi wali kelas mereka masuk..
ternyata wali kelas mereka adalah bu mita. wali kelas ifa di kelas 11 ips 1
"baik lah semua nya sudah berkenalan.. " tanya bu mita
"rehan maukah kamu menjadi ketua kelas ini? kamu bersedia?" tanya bu minta
"baik bu. saya bersedia.. " kata rehan dengan nada mengancam
"mampos kita punya ketua kayak macan itu.." kata ifa
"hus macan macan gitu. juga suami lo." kata aida dengan pelan
"sekali lagi lo omong kayak gitu di hadapan gw. gw potong lidah lo" kata ifa membuat teman laki laki yang ada di sebelah bangku mereka merinding ngeri
karena ifa adalah salah satu siswi yang paling jago bermain pedang..
"oh ya fa. nanti kita di minta pak umam kumpul di aula dance" kata lita
"ok.." kata ifa
tiba tiba di tengah perbincangan lita, aida, dan ifa
ada dua anak perempuan menghampiri mereka
"hai.. boleh kenalan gak?" tanya slah satu perempuan itu..
ifa tidak melihat mereka berdua karena ifa sangat dingin dengan anak baru..
"hai nama aku ica.. aku dulu dari kelas 11 ips 3. dan ini sabrina dia dulu dari kelas 11 ips 2" kata ica
"hai aku aida, ini lita, dan ini ifa.." kata aida
ketika ifa melirik ke arah sabrina ifa sangat terkejut..
"ee... lo..? lo sabrina kan...?" tanya ifa
"iya gw sabrina.. tetangga lo.. rumah gw di depan rumah lo..?" kata sabrina
"iya gw tau.. 1 kompleks juga udah tau kali.. tapi santai saja mereka semua bisa jaga rahaisa" kata sabrina
"rahasia apa sih?" tanya lita
"noh kemren sapi tetangga gw ngelahirin anak ****.." kata ifa dengan nada sewot.
aida dan ifa pun tertawa terbahak bahak..
tiba tiba rehan dan zayan datang
DDDOOORR... (suara meja)
"mampos jantung gw" kata aida dengan mengelus dada nya
"zayannnn gw jambak lo ya.. "kata aida dengan nada kesal..
"belum puas lo jambak in rambut gw di kelas 10 ha? rontok semua ini .." kata zayan dengan tawa kecil nya..
"gak perduli.. mau sampek botak sekalipun gw bakal jambak tuh rambut kalau lo macem macem sama gw.." kata aida dengan nada kesal..
rehan hanya menatap ifa yang tidak menanggapi candaan teman teman nya itu.. karena ifa tergolong sangat dingin dengan orang baru..
"ehemm tuh mata bisa di kondisiin gak sih..?" kata aida dengan nada menyindir.
ifa langsung memalingkan wajah nya dari rehan..
dan rehan masih menatap ifa dengan wajah yang seolah olah ingin mencekik wanita itu..
ifa mengambil jepit rambut di laci meja nya dan menjepi rambut nya karena ifa sedikit risih..
tiba tiba dari belakang rehan melepaskan penjepit rambut ifa
"jangan di jepit, rambut lo lebih bagus terurai.." kata rehan membuat ifa kesal..
"ciee... abi udah nemuin ibu buat zayan niih yee.." kata zayan mengoda rehan
"idiihh.. gw jadi mak lo.. sia sia kecantikan gw.." kata ifa tanpa ada senyum sedikitpun..
membuat teman teman nya tertawa..
"mampos lo rasainn.. " kata Lita sambil tertawa
"dah kalian balik sana ke meja kalian masing masing.. gw mau ngerjain tugas.." kata ifa dengan kesal..
"tugas atau mau buat lagu?" tanya zayan membuat ifa marah..
"lo mau pergi atau gua cincang lo jadi lemper ha..?" kata ifa dengan amarah..
"ahh.. lo mah gak seru.. dari dulu sama aja.." kata ibnu yang tiba tiba datang
ibnu langsung tos denga zayan dan rehan..
ifa sudah memasang wajah Amarah nya..
karena ifa kesal ifa pergi meninggalkan teman teman nya dan pergi ke ruang dance menemui pelatihnya..
yaitu pak umam..
"ifa.. sekarang dance kita sementara di ganti untuk ruangan pembuatan musik.. karena sebentar lagi akan ada perlombaan membuat lagu..
jadi kamu dan hendra bekerja sama ya. kan kalian juga satu kelas" kata pak umam
ifa hanya melirik ke arah hendra.
"baik pak.." kata ifa
"gw hendra" kata hendra yang memperkenalkan diri dan menjulurakn tangan nya
"ifa" kata ifa sambil membalas uluran tangan hendra
"jadi kapan kita akan membuat rancangan nya?" tanya hendra
"serah lo.. gw mau balik ke kelas.." kata ifa dan bergegas kembali ke kelas..
sesampai nya ifa di kelas. ifa langsung duduk di bangku nya..
lalu ifa mengambil alat tulis dan airphone nya..
ifa membuat beberapa lagu karena ifa sudah sangat bosan..
ifa beberapa kali di pangil oleh aida namun tidak menoleh..
karena aida kesal aida mengambil airphone ifa yang terpasang di telinga ifa..
dan tentu saja membuat ifa kesal..
"ifa..." teriak aida.
"apa apa an sih lo..?" tanya ifa dengan kesal
"lo sih gw pangil in dari tadi gak noleh noleh..
lo gak laper apa? makan yok!" ajak aida sambil menarik tangan ifa
"gw gak laper.. sana pergi sendiri.." kata ifa dan kembali fokus dengan buku nya..
setelah itu aida pergi ke kantin sendirian. dan saat aida kembali.. aida melihat ifa tertidur d meja..
lalu aida membangunkan ifa
"fa.. bangun.." kata aida yang membangun man ifa perlahan lahan.. karena takut jika ifa berubah menjadi singa betina secara tiba tiba
setelah ifa bangun. aida memberikan botol air mineral kepada ifa. karena aida tau ketika ifa tidak mau makan.. setidaknya ifa harus minum.
"ehh bentar bentar gw baru sadar.. lo pakek kalung baru ya??" tanya aida.
ifa hanya mengangguk karena ifa masih sangat mengantuk
"fa lo tau gak.. tadi si ica di palak in sama anak kelas 12 Ips 6 loh..." kata aida
"yang bener lo?" tanya ifa..
"ya.. lo bilang aja noh sama abi lo.." kata ifa dengan tidak sengaja.. di luar kepala ifa
"hah.. abi? ciee ifa udah mulai pangil rehan abi nih yee..." kata aida menggoda ifa..
seketika ifa memasang tatapan tajam ke arah aida
seakan akan tatapan itu akan membunuh aida..
"gak gak cuman bercanda.." kata aida..
setelah bel pulang.. ifa menunggu rehan di parkiran.. karena sudah lama menunggu dan rehan tak kunjung datang..
ifa langsung kesal dan hendak pergi namun..
bersambung...
jangan lupa dukung author dengan cara like komen dan vote sebanyak banyak nya...
terimakasih
Selamat membaca