LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
lari karena jarum suntik



setelah ifa selesai memakan lemon. ifa langsung di minta rehan menuju kamar. awalnya ifa menolak tapi, akhirnya ifa pun menurut..


tidak lama kemudian dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan ifa.


rehan yang menunggu di luar sudah tidak sabar menunggu kabar dari dokter.


"ini kenapa pintu nya ngak segera di buka sih.." tanya rehan pada diri nya sendiri dengan kesal.


rehan mondar mandir kesana kemari karena tidak Tenang..


setelah 15 menit.


pintu kamar merka di buka oleh dokter, dan rehan di minta untuk masuk ke dalam..


"dokter bagaimana keadaan istri saya.. apa dia hamil..?" tanya rehan dengan cemas.


"maaf tuan muda, nona muda hanya kecapekan saja.. dan juga sering telat makan.. dan itu memicu ada nya mual setiap saat.." kata dokter itu dengan lembut.


"lalu kenapa dia ingin makan buah yang asam?" tanya rehan sekali lagi


dokter itu tersenyum dan mulai menjelaskan sedikit kepada rehan


"Tuan muda tidak usah khawatir.. kalau masalah makan yang asam. kenapa ketika orang mual selalu ingin makan yang asam? karena itu akan sedikit mengurangi rasa mual yang mereka alami.." kata dokter itu dengan lembut.


"oh begitu ya.." kata rehan dengan lega


"lagian lo aneh bat sih.. orang lo aja gak pernah nyentuh gw, trus dari mana coba gw harus hamil.." kata ifa dengan kesal.


dokter yang melihat pertengkaran mereka berdua hanya bisa menahan tawa nya. saja.


"baik lah nona muda.. saya akan memberikan vitamin untuk menjaga dayab tubuh nona muda" kata dokter


lalu dokter itu mengeluarkan jarum suntik dan vitamin yang akan di suntik kan ke tubuh ifa..


ketika ifa melihat jarum suntik itu. ifa langsung merinding dan berkeringat..


"eumm.. dokter saya... eumm.. saya.. mau kebawah dulu untuk minum.. saya haus.. " kata ifa dengan terbata bata


"ngapain ke bawah.. di sini juga ada air" kata rehan dengan melipat kedua tangan nya..


"eumm gw mau ambil sesuatu di bawah bentar" kata ifa yang langsung lari meninggalkan kamar nya..


"tidak apa apa tuan muda.. saya sudah tau,


nona muda itu takut dengan jarum suntik." kata dokter


rehan langsung mengambil nafas panjang


dan membuang nya dengan kasar.


"dokter tunggu di sini dulu.. dan siapkan suntik nya. saya akan segera kembali dan membawa. ifa.." kata rehan yang bergegas turun ke bawah..


rehan mencari ifa di manapun tapi, tidak bisa menemukan ifa.


ketika rehan melihat bayangan dari arah meja dapur rehan langsung berjalan dengan perlahan..


ifa langsung di gendong oleh rehan dari belakang..


ifa memberontak meminta di turun kan.. tapi, sia sia saja.


"turun in gw sat.. gw gak mau di suntik" kata ifa yang masih memberontak.


"turun aja sendiri" kata rehan tanpa melihat ke wajah ifa.


rehan langsung membawa ifa ke kamar. dan membawa ifa ke kasur.nya.


tentu nya rehan tidak melepaskan ifa, dan tetap mendikap ifa di pelukan nya..


"aaaaa... lepasin gw.. gw gak mau di suntik...." kata ifa dengan berteriak..


"kalau lo gak di suntik gimana lo bisa sembuh" kata rehan yang masih menahan ifa..


"sembuh gak sembuh itu urusan gw..


gw lebih baik minum 1000 obat daripada gw harus di suntik.." kata ifa dengan berusaha melepaskan diri..


rehan meminta dokter yang sudah berjaga jaga di samping ifa untuk segera menyuntik ifa..


ifa hanya bisa berteriak kesakitan karena suntikan itu.


padahal rasanya di suntik hanyalah seperti di gigit semut saja..


seketika setelah ifa di suntik ifa, menjadi sangat tenang.. dan ketika rehan melihat ifa, ifa sudah memejam kan mata nya.


"dia kenapa dok?" tanya rehan dengan khawatir.


"tuan muda tenang saja.. saya tadi, menambahkan obat bius.. agar setelah nona muda di suntik. nona muda bisa segera beristirahat." kata dokter..


"kalau begitu saya permisi dulu" kata dokter itu sambil beranjak pergi.


rehan belum melepaskan pelukan nya.


lalu rehan. mengelus rambut panjang ifa.


"lo itu aneh ya, terluka karena pedang saja gak takut.. malah di dekatin tuh pedang buat nyelakain lo.. tapi,.kenapa ama jarum suntik yang rasanya kayak di gigit semut malah lo takut sih.. kayak bocah aja.." kata rehan sambil membelai halus rambut ifa.


"huh.. anak kecil aja pada gak takut ama jarum suntik nama ini yang udha gede takut bat kayak mau di bunuh saja..


eh.. bukan di bunuh.. tapi seperti orang yang lari di kejar setan " gumam rehan dengan tertawa..


lalu rehan membenahkan posisi tidur ifa.


dan rehan ikut tidur di sebalh ifa sambil memeluk erat tubuh istrinya itu..


pagi hari nya, rehan sudah terbangun lebih dulu dan menyiapkan sarapan pagi..


rehan masuk ke dalam kamar berniat ingin membangun kan ifa, tapi ifa sudah bersiap siap dengan baju seragam nya.


setalah sarapan mereka berdua segera berangkat ke sekolah.. pagi itu ifa tidak berbicara sedikit pun dengan rehan.


sesampainya di sekolah ifa langsung menuju ke ruang kelas nya dan langsung memainkan ponselnya..


aida yang melihat tingkah laku ifa hanya bisa diam. karena kalau aida bertanya kepada ifa. yang terjadi bukan menenangkan ifa tapi, malah membunuh aida sendiri..


"lo masih marah sama gw?" tanya rehan..


"belum puas lo gak ngebiarin gw tidur dengan nyenyak tadi malam?" kata ifa dengan kesal.


aida yang mendengar kata kata ifa langsung terkejut.


"belum puas dan gak akan puas" kata rehan dengan tertawa.. lalu rehan meninggalkan ifa dan aida.


karena rehan harus rapat dengan anggota kedisiplinan yang lain nya..


ifa memasang wajah kesalnya karena kelakuan rehan semalam.


"fa.. lo di apain ama tub harypoter" tanya aida


"kemaren gw tuh gak mau di suntik dokter" kata ifa dengan kesal


"trus lo kabur?" kata aida.. dan tertawa


"ih lo mah.." kata ifa dengan kesal.


"iya iya lanjutin" kata aida yang masih menahan tawa nya.


"trus kan gw niat nya ngumpet di bawah meja dapur tapi ending nya ketahuan juga" kata ifa dengan heran.


seketika aida tertawa dengan terbahak bahak mendengar cerita ifa..


"kenapa lo ketawa.. cari mati lo?" kata ifa dengan kesal.


"ngak ngak... sekarang gw tanya.. lampu dapur lo matiin gak?" tanya aida yang masih juga tertawa..


"ngak.." kata ifa dengan memasang wajah imutnya itu


"lah lo sih.. pintar kok di embad sendiri... pak presiden tuh di kasih.." kata aida dengan tertawa terbahak bahak..


"eumm.. iya juga ya" kata ifa


aida yang masih tertawa terbahak bahak membuat ica, sabrina dan ayan ikut bergabung..


"lo ketawa kenapa ai" tanya sabrina


"noh.. umi lo takut di suntik" kata aida yang masih tertawa.


seketika membuat teman teman yang lain tertawa..


"aida diem.gak lo.. gw bunuh baru tau lo" kata ifa dengan kesal.


"trus trus.." tanya ayan yang penasaran..


lalu aida menceritakan semua yang sudah di ceritakan ifa kepada aida..


sontak membuat teman teman nya itu tertawa tak henti henti..


"coba lo bayangin ifa takut nya gimana" kata lita sambil tertawa..


"lo juga sih mi.. ama pedang aja malah di lawan. kenapa ama jarum suntik takut?" tanya ica yang masih mencoba menahan tawa nya


"ifa ifa, jarum suntik tuh gak sakit.. paling cuma kayk di gigit semut doang" kata sabrina


"ya itu lo semua.. gw gak tau, ngeri aja kalau lihat jarum suntik.."kata ifa sekali lagi membuat teman teman nya tertawa tak henti henti..


"ifa ifa.. ternyata kelemahan lo tuh di jarum suntik ha?" kata ayan yang masih tertawa..


"hah lo gak tau apa.. kalau ifa itu juga takut sama cacing" kata aida yang seketika membuat tawa mereka semakin pecah dan sekaligus membuat wajah ifa merah padam


"aida.. lo gak diem semarang juga, gw habisin lo" kata ifa dengan kesal..


lalu mereka semua langsung diam.


dan tiba tiba ada adek kelas mereka yang datang dan memberikan coklat kesukaan ifa, kepada ifa.


ketika ifa melihat siapa yang mengirim kan coklat itu.. ifa langsung tersenyum manis..


ternyata coklat itu pemberian dari arya.. yang habis pulang dari luar negri..


ketika rehan kembali. rehan langsung ikut bergabung dengan anak anak yang lain..


"eumm.. guys, gw mau ngasih tau sesuatu nih..


kalian jangan sering pulang sendirian ya.." kata rehan


"emang napa bi?" tanya ica.


"sekarang banyak penculikan.. tadi, ketika gw rapat. udah di bahas.. " kata rehan


"trus kita gimana dong.." tanya ica.


"untuk sementara waktu lo kalau pulang barengan ama si ayan aja tuh.. kan satu arah kan" kata ifa


"bener tuh.." kata aida


"ya.. lo pulang bareng gw aja" kata ayan


"yan.. lo sampel bikin ica tergores debu sedikit pun gw habisin lo" kata ifa dengan nada mengancam..


"dan lo sabrina.. lo kan jarang bawa mobil sendiri.. jadi, lo pulang bareng gw sama rehan aja" kata ifa..


"iya tuh brin pulang bareng umi abi. aja.. anggep aja mereka udah jadi orang tua resmi lo" kata ayan sambil tertawa..


"iya tapi, nanti gw ada pertemuan lagi setelah pulang sekolah.. dan sabrina harus ikut gw. dia kan salah satu anggota osis juga" kata rehan


"ya Don't wory gw tungguin di gerbang ya" kata ifa


"jangan di gerbang.. lo tunggu di pos satpam aja.. gw khawatir lo kenapa napa" kata rehan


"cieee... abii" goda ica..


"eh.. tau gak hari ini si rafi gak berangkat sekolah loh.." kata ica


"lo masalah gibah orang aja nomor 1" kata ayan


"udah biarin lah.. males gw bahas rafi" kata ifa








setelah bel berbunyi ifa langsung pergi ke pos satpam..


tapi, karena ifa malas menunggu di pos satpam. akhirnya ifa menunggu di depan gerbang..


tiba tiba ada mobil hitam datang menghampiri ifa..


"non ifa ya?" tanya seorang sopir itu..


"iya.. kenapa" tanya ifa


"saya di minta tuan aditya untuk menjemput nonifa" kata sopir itu..


tapi, ifa sedikit curiga dengan orang itu.. dia tidak bisa melihat wajah sopir nya karenandia. mengenakan topi dan kacamata.. di tambah kepala nya menunduk ke bawa..


lalu sopir itu membuka kan pintu untuk ifa dan ifa masuk kedalam mobil..


karena ifa sedikit ketakutan jadi diam diam ifa mengirim pesan kepada rehan..


@arifa_Anindya : (Ehan.. gw di jemput ama sopir nya ayah.. dan gw udah perjalanan pulang)


@arifa_Anindya : (Tapi gw sedikit curiga karena gw belum pernah lihat dia sebelum nya. dan gw gak bisa lihat wajah nya)


karena rehan masih sibuk.. jadi, rehan tidak sempat membuka pesan dari ifa


lalu karena ifa sudah benar benar ketakutan.. dan ifa sadar jalan yang di ambil sopir nya itu bukan arah ke rumah ifa, dan juga bukan jalan ke arah kantor. jadi ifa langsung mengirim pesan kepada arya.


@arifa_Anindya :(arya.. gw takut.. tadi aka orang ngaku ngaku jadi sopir nya ayah untuk jemput gw... tapi. dia ngak lewat jalur ke arah rumah tapi, gw gak tau ini mau di bawa ke mana)


@arya_mahesa :( lo bisa lihat wajah nya gak)


@arifa_Anindya :(gak bisa.. wajah nya di tutupin pakai topi sama kaca mata)


@arya_mahesa :( ok lo lihat nomor plat nya..)


@arifa_Anindya:( 5479)


@arya_mahesa: ( lo Tenang dulu.. ok.)


@arifa_anindya :( gimana gw bisa tenang gw takut)


@arya_mahesa : ( gw udah tanya in ke ayah lo. kata ayah lo...


mau tau kelanjutan nya.. ikuti trus cerita


LOVE MY SELF


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA LIKE, KOMEN, DAN VOTE AUTHOR SEBANYAK BANYAK NYA..


SEMOGA KALIAN SUKA..


TERIMAKASIH


SELAMAT MEMBACA...