LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
di berikan kepada orang lain



kini kandungan rima sudah memasuki bulan ke 9 dan ifa bulan ke 7.


"pak besok pagi bisa kah kau mengantar ku ke dokter?" tanya rima kepada rehan


"untuk apa?" tanya rehan tanpa melirik ke arah rima


"aku ingin melakukan cek up pak. karena kata dokter seharusnya aku sudah melahirkan 1 hari yang lalu. tapi, mungkin ini perkiraan nya salah" kata rima sambil meyakin kan rehan


"pergilah dengan zaki. aku besok ada pekerjaan," kata rehan dan langsung pergi meninggalkan rima


"sialan.. aku akan melahirkan dia malah tidak mau menemani ku.. *******" kata rima dengan kesal.




pagi nya rima hendak pergi ke dokter bersama zaki, namun rima melihat ifa tengah berada di sebuah taman bersama arya, tengah berdua an. rima berniat ingin memfoto mereka berdua dan mengirim kan nya kepada rehan dan berharap hubungan mereka berdua menjadi rusak.


"tunggu, aku ingin membeli sesuatu" kata rika da bergegas turun.


rima segera mengendap endap dan memfoto ifa dan arya yang tengah berdua an.


setelah nya rima langsung mengirim kan nya kepada rehan,


rehan yang menerima foto itu hanya diam dan tersenyum lebar.


"apa dia ****? mana mungkin aku akan cemburu jika ifa bersama kakak nya.. memang **** nya itu benar benar natural" gumam rehan yang masih memandangi foto yang di kirim rima


rima tersenyum kemenangan berharap rehan akan membenci ifa


ketika rima hendak menuju ke mobil kembali tiba tiba ada orang yang tengah terburu buru dan menabrak rima dengan sepeda motor nya.


orang itu berhenti dan melihat keadaan rima, tak lama banyak orang yang berkerumunan dan langsung menolong rima yang sudah tidak sadarkan diri itu.


dan langsung membawa rima ke rumah sakit.


ifa masih tertawa bersama arya di taman sembari memakan buah cermai yang ia bawa tadi.


tidak lama mbok ina dan aida datang menghampiri ifa dan arya


"kok kalian lama sekali" kata ifa dengan kesal


"ya, maaf tadi ada kecelakaan. jadi perjalanan kami sedikit terhambat" kata aida


"ya sudah,ayo kita cari makan. aku sudah lapar" kata arya dan langsung membantu ifa bangun.


aida juga tidak mau kalah dan langsung membantu ifa di sebelah kanan dan arya di sebalh kiri.


"tunggu aku bukan anak kecil yang harus di jaga seperti ini" kata ifa dengan kesal sekaligus bahagia


"diam lah. kau ini tengah berbadan dua.. jadi, kau tidak boleh sampai kenapa napa" kata aida dengan kesal


"dan kau sendiri kapan mau memberikan aku keponakan?" tanya ifa dengan kesal


"aku janji setelah kau melahirkan nanti aku akn menyusul mu" kata aida dengan tersenyum


setelah mereka sampai di restoran kesukaan arya, mereka memesan beberapa makanan dan makan bersama di restoran itu.


"tunggu dulu, tadi kau bilang akan segera menyusul ku apa maksud mu?" tanya ifa sambil menatap heran ke arah aida


"eumm,, a.. aku.. hamil" kata aida dan langsung membuat mereka semua terkejut


"apa kau serius?" tanya mbok ina


"iya bu, aku hamil" kata aida meyakin kan semua orang .


arya yang masih terkejut langsung memeluk aida dengan bahagia, dia juga meneteskan air mata karena dia juga akan menjadi seorang ayah.


"terimakasih banyak sayang" kata arya sambil mencium kening aida


"di berkatilah kau nak, Mulai sekarang kau tidak boleh kecapekan" kata mbok ina bergilir memeluk aida


"ngomong ngomong usia kandungan mu sudah berapa bulan?" tanya ifa


"sudah masuk 3 bulan ini. tapi, aneh nya aku tidak merasa mual, ataupun gejala lain nya. aku merasa biasa saja. bahkan aku juga tidak ingin makan hal hal yang menurutku juga tak mau aku makan (mengidam)" kata aida dengan heran .


"itu lah, setiap orang berbeda beda. sayang.. " kata mbok ina


"baiklah, kita pulang sekarang?" tanya arya dan langsung di angguki oleh aida dan ifa


#di rumah sakit.


rima masih tidak sadarkan diri, dan langsung di bawa ke ruang ICU.


"siapa suami nya?" tanya dokter bertanya kepada orang yang menolong nya


"hallo tuan" sapa pak zaki


("ada apa") tanya rehan


"tuan, nona rima mengalami kecelakaan dan sekarang dia di rumah sakit" kata zaki yang sudah khawatir


rehan langsung memberikan kabar ini kepada ifa, dan karena ifa juga terkejut ifa dan yang lain juga ikut menyusul ke rumah sakit di mana rima di bawa .


"tuan apa anda suami korban?" tanya salah satu orang yang menolong rima


"be,, be.. bukan.. sebentar lagi tuan saya datang" kata pak zaki.


tidak lama kemudian rehan datang dan langsung menemui pak zaki.


"dia ada di mana pak?" tanya rehan


"masih di dalam tuan" kata pak zaki


tiba tiba ifa dan yang lain datang dan langsung menghampiri rehan


"sayang, kok kamu ikut kesini sih? kamu harus nya pulang aja" kata rehan dengan khawatir


ifa belum sempat menjawab apa apa tiba tiba dokter keluar dan mencari rehan


"bagaimana keadaan rima dok?" tanya ifa


"bayi nya selamat, tapi, ibu masih kritis " kata dokter itu dan langsung membuat ifa dan yang lain terkejut.


"bisakah kami menemui nya?" tanya ifa


lalu dokter mempersilahkan ifa dan rehan masuk.


"ifa, aku meminta maaf sudah salah padamu" kata rima dengan suara lirih sambil memegang telapak tangan ifa


"aku titip anak ku.. " kata rima dengan suara lirih nya sambil melirik ke arah atas


"terimakasih kau sudah menyayangi ku, padahal aku sudah berbuat jahat pada mu" kata rima


"sudah jangan di bahas, kau pasti sembuh" kata ifa yang tanpa sadar menangis


"boleh kah aku meminta satu permintaan?" tanya rima yang nafas nya mulai tersenggal senggal


ifa mengangguk sambil memegang tangan rima .


"berikan nama putri ku Lidya" kata rima


setelah rima menyebutkan nama lidya rima langsung menghembuskan nafas terakhir nya.


dan tanpa rehan sangka ifa menangis dengan histeris sambil memeluk rima


flashback


"rima, ini minum susu mu.. bayi mu juga butuh nutrisi" kata ifa sambil menyodorkan segelas susu untuk rima


rima langsung meminum nya sampai habis


"aku tau bayi yang kau kandung bukan anak nya rehan. tapi, kenapa kau membunuh ayah nya?" tanya ifa kepada rima


"karena aku tidak mau anak ku kelak hidup sengsara seperti diri ku."kata rima


"aku minta maaf sudah merusak hubungan mu" kata rima


"sudah lah, aku sudah memaafkan mu" mata ifa dan langsung memeluk rima.


rima tersenyum karena merasa ifa sudah masuk kedalam perangkap.nya


semenjak itu ifa dan rima menjadi teman baik di dalam rumah.


tapi kenyataan nya rima hanya berpura pura untuk mendapatkan harta ifa


flashback off


"oh tuhan dia cantik sekali" kata ifa yang masih menggendong anak rima


"aku akan memberikan nya kepada anak teman papa, aku ingat dia tidak bisa punya anak.. jadi, aku berfikir akan menyerahkan Lidya kepada nya agar dia bisa merawat lidya" kata rehan


"tapi,-"


"tidak ada tapi tapi an.. ini sudah keputusan ku" kata rehan dengan kesal tanpa ada niat melirik ke arah anak rima


1 minggu kemudian anak rima di berikan kepada anak teman papa nya yang bernama reza


"tuan berikan dia nama lidya" kata rehan dan langsung di angguki oleh tuan reza


"kami akan memberikan dia nama lidya putri rezalyn" kata nyonya reza


"nama yang sungguh bagus" kata ifa


"jaga dia baik baik, dan jangan biarkan dia tau hal yang sebenarnya terjadi suatu saat nanti" kata ifa


"kalau begitu kami permisi dulu" kata rehan dan langsung bergegas pergi


bersambung...